PAUD Di Perbatasan, Pulau Terluar, MIANGAS, Kab. Talaut- perdesaansehat.co

Standard

Monumental bagi Kehadiran Negara Di Desa Terluar, Terdepan, Wilayah Kedaulatan NKRI .. NYATA

“Keberhasilan pendampingan masyarakat dalam merncanakan pembangunan Desa, yg menetapkan pilihan strategis prioritas penggunaan anggaran pembangunan desa dari sumber anggaran hibah luar negeri yang difasilitasi worldbank, melalui Program GSC, yg pelaksanaannya Dibawah tanggung jawab Dit. Pelayanan Sosial Dasar, Dirjend PPMD, Kementerian Desa, PDTT di salah satu desa di pulau terluar, Desa Miangas dari 5753 Desa, pada 64 Kabupaten di 11 Provinsi lokasi kegiatan GSC-PSD, merupakan monomen bagi wujud pelaksnaan paradigma “wilayah terluar dari wilayah NKRI adalah BERANDA DEPAN NKRI”. Kehadiran negara di Daerah terjauh, tersepan dan terluar wilayah kedaulatan NKRI, melalui peran Tim Kerja GSC – PSD nyata dirasakan masyarakat Desa. – perdesaansehat.com

HanibalHamidi
Dir. PSD

sQ1gJ9vY_normal.jpg GSC SULUT (@gsc_sulut)
4/19/17, 05:33
Acara Peresmian PAUD d Beranda terdepan Indonesia Kec.Khusus Miangas Kab.Talaud Sulut @kmngenerasi @1ppmd_kemendesa pic.twitter.com/nkawviWojX

Salam Kejuangan Nusantara
Desa Membangun Indonesia

Hanibal H
#HibahDiriTukDesa

Rembuk Desa, Salatiga, 2016, Aktivis DMTK – perdesaansehat.com

Standard


Download Attachment

Available until May 13, 2017

Setiap agenda strategis tentang implementasi UU Desa dalam kerangka suksesnya pelaksanaan dan pencapaianan sasaran strategis Agenda Nawa Cita 3, Membangun Indonesia Dari Pinggiran tahun 2015-2019, pertemuan yang dilaksanakan diberbagai lokasi yang disepakati,

Click to Download1080p.mov
0 bytes

Salam Kejuangan Nusantara
Desa Membangun Indonesia

Hanibal H
#HibahDiriTukDesa

Menyatu dan Belajar Dengan Masyarakat Desa adalah Hakekat Pandampingan Desa- perdesaansehat.com

Standard

Forum Desa

Select Here HomeWARTA FORDESA- Featured Image- Slider- SoundCloud- VideoKOTANEWS- Full Width- Right Sidebar- Left SIdebarPENDIDIKANPOLITIKTOKOH

Home / WARTA FORDESA / Menyatu dan Belajar Dengan Masyarakat Desa adalah Hakekat Pandampingan Desa

Menyatu dan Belajar Dengan Masyarakat Desa adalah Hakekat Pandampingan Desa

ForDes 01.59 WARTA FORDESA

idhan.jpg

Forumdesa Bandar Lampung – Pendampingan desa di dalam desa membangun memiliki makna; pendamping hanya memfasilitasi pengembangan potensi yang ada di desa. Lebih lanjut dalam pelaksaannya pendamping harus menyatu, dan belajar dengan masyarakat dampingannya.

Universitas memiliki beberapa modal yang jarang dimiliki oleh lembaga lain diantaranya: Sumber daya manusia, jaringan sesama universitas, mempunyai jaringan dengan pengambil kebijakan, dan memiliki anggaran. Modal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan mengapa program Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar (PPPSD) dari Kementrian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bekerjasama dengan Universitas Lampung. Demikian salah satu petikan sambutan Bapak Idhan Januwardana, SH Konsultan Nasional Wilayah Sumatra Program PPPSD pada acara evaluasi Laboratorium Desa dan persiapan pelaksanaan program PPPSD di LPPM Universitas Lampung Rabu, 05/04/2017.

Untuk diketahui bahwa program Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar (PPPSD) adalah kelanjutan dari program Laboratorium Desa yang dilaksanakan oleh Kementerian desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bekerjasama dengan Univesitas Lampung. Program Laboratorium Desa di tahun 2016 dilaksanakan di desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Lampung dan Nagari Tarung Tarung Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatra Barat.

Pada kesempatan ini Bapak Idhan Januwardana, SH juga menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi dari Kementerian Desa, pada tahun 2017 ini program PPPSD dipusatkan di Lampung yaitu di Desa Sungai Langka Kec Gedong Tataan Pesawaran dan Pekon Tanjung Setia Kecamatan Pesisir Selatan Pesisir Barat.

Dengan perpindahan dari Nagari Tarung Tarung ke Pekon Tanjung Setia diharapkan pendampingan akan maksimal dengan melibatkan dan terintegrasi dengan segenap stake holder terkait guna terwujudnya desa membangun.

Desa membangun harus mewujud dan difasilitasi oleh pendamping dari dalam, atau memfasilitasi apa-apa yang ada di desa dengan berorientasi pada proses, lebih tegasnya:”Jangan sampai, program masuk ke desa menciptakan tatanan baru yang justru merusak tatanan di desa”. Kata Idhan

Diakhir penyampaiannya Bapak Idhan Januwardana, SH mengajak agar seluruh tim yang akan melaksanakan program PPPSD untuk menyatu dan belajar dengan masyarakat desa, karena disinilah hakekat pembelajaran yang sesungguhnya.#

http://www.forumdesa.com/2017/04/menyatu-dan-belajar-dengan-masyarakat.html?m=1

Salam Kejuangan Nusantara
Desa Membangun Indonesia

Hanibal H
#HibahDiriTukDesa