PROFIL DESA KARANG BUNGUR, SUMEDANG, JAWA BARAT

Berawal pada masa pemerintahan Sumedang dipimpin oleh Pangeran Aria Soeriatmaja atau dikenal dengan nama Pangeran Mekah, Beliau adalah seorang pemimpin yang arif dan bijaksana, yang sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya terutama sektor pertanian. Itu dibuktikan dengan memerintahkan seorang abdi dalem untuk memimpin masyarakat dalam hal bertani ke Wilayah Sumedang bagian utara, untuk lebih jelasnya silahkan di download pada link berikut ini Unduh Profil Desa Karang Bungur

A. DWIJO DARMONO S.B.S., PRIA ASAL GARUT YANG MENDAPAT GELAR ADAT DI MALUKU

3Z1A2762

” Kehadiran Pak Dwi di Maluku membawa perubahan, membuka cara berfikir kami yang selama ini tidak kami pikirkan, menambah semangat untuk berkreasi”, Ungkap Marlen salah satu fasilitator GSC yang mendeskripsikan Dwijo¬† Darmono atau yang akrab di sapa Pak Dwi. Selama kurung waktu 5 tahun, sejak program GSC masuk di Provinsi Maluku (2012-2017), baru kali ini ada konsultan GSC yang mendapat Penghargaan Anak Adat dari masyarakat. Bukan sekedar simbolis atau penghargaan biasa, melainkan mendapat kepercayaan untuk mengabdi pada masyarakat.untuk selengkapnya dapat di baca pada link berikut http://www.kompasiana.com/rusda/dwijo-pria-asal-garut-mendapat-gelar-adat_597de99f7885f64d582d07a2

PENOBATAN CHAMPIONS ICON GSC 2017 OLEH DIREKTUR PELAYANAN SOSIAL DASAR

Penghargaan yang diberikan kepada Kepala Desa Sunsang III sebagai bentuk apresiasi pemerintah dalam hal ini melalui Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Dirjen PPMD Kementrian Desa PDTT atas kepedulian beliau dalam mendukung Implementasi UU no.6 tahun 2014 dalam hal pencapaian hak dasar masyarakat dalam dalam Pelayanan Sosial Dasar di desa terutama bidang pendidikan dan kesehatan. Desa Sunsang III telah kepala desa sunsang IIImembuat Perdes tentang Integrasi program dalam mendukung Pelayanan Sosial Dasar di Desa, KIA dan memprioritaskan di RKPDes dan APBDes Pengalokasian Dana Desa nya untuk kegiatan pendidikan (PAUD) dan kesehatan.

Dan telah disebar luaskan melalui portal resmi Pemerintahan Sumatera Selatan pada link http://www.sumselprov.go.id/index.php?module=newsdetail&id=3050

Menyemai Nilai Pancasila di Momen Lebaran ala Yudi Latif

“Bung Karno”, menyatakan Bahwa Panca Sila Bukanlah Diciptakan Olehnya, tetapi dikonsolidasikan dari Budaya Sosial yang telah lama ada di Desa.

5 (lima) Sila dari Panca Sila merupakan Muara Dari Nilai Nilai Sosial Budaya yang dalam interaksi sosial warga setiap Desa yang “merepresentasikan Nilai Budaya Nusantara Yang Agung Yang Tertanam Dalam “Entitas Sosial” setiap warga DESA.

Mengingat saat ini, bersamaan Dengan momentum pelaksanaan UU No 6 Tahun 2015 Tentang Desa, Dimana Pemerintahan Otonomi Desa (yang tidak terpisah dengan warganya sendiri), yang berperan Sebagai Subyek Pembangunan Desanya sendiri Dalam melaksnakan kewenangan 1) lokal skala Desa dan 2) Berdasrkan Asal Usul yang telah ada sebelum NKRI di deklarasikan pada 17 Agustus 1945. Pelaksanaan amanah dan mandat UU Desa pada Negara Untuk mengakui kedaulatan Desa pada Dua kewenangannya (Otonomi Yang Diakui) dengan menekankan pada azas Subsidieritas, Rekognisi dan Paradigma “Desentralisasi Asymetris”.

Menyadari peran strategis Pemerintahan Otonomi Desa Sebagai “Subyek Pembangunan Desa” dalam mewujudkan Desa-Desa mandiri yang “kokoh” sebagai Pondasi Struktur NKRI”, sekaligus Sebagai “Inti” Bangsa Nusantara yang Agung dan produktif dalam Bingkai Satu kesatuan Negara Bangsa RI.

#Desa #SDGs #Kemiskinan #Kesenjangan

Waw
https://youtu.be/E2fdnkx_-KU

Salam Kejuangan Nusantara
Desa Membangun Indonesia

Hanibal H
#HibahDiriTukDesa

Blog at WordPress.com.

Up ↑