Menkes-Paradigma Sehat

28 Feb 2013 09:25:21
Menkes: Lingkungan Sehat Bisa Hemat Anggaran Rp2,11 triliun
27 Feb 2013 23:37:42

Nafsiah Mboi (Foto: Aktual.co/Amir Hamzah)
Nilai merah di bidang kesehatan, berdasarkan hasil sementara Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, akibat akumulasi lima indikator utama. yakni angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total, air bersih dan Malaria.
Jakarta, Aktual.co —Menteri Kesehatan dr Nafsiah Mboi mengatakan pola hidup dan lingkungan sehat niscaya mampu menghemat anggaran negara sampai sedikitnya Rp2,11triliun per tahun. Karena akan banyak penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia bisa dicegah dengan pola hidup dan lingkungan sehat.

“Misalnya untuk penyakit paru-paru atau Ispa bisa dicegah bila masyarakat yang ada di lingkungan sekitar kita tidak merokok sembarangan,” kata Nafsiah pada pertemuan di Banjarmasin, Rabu (27/2)

Pola hidup sehat, kata Menkes, telah terbukti mampu menurunkan risiko penyakit paru-paru hingga 90 persen dari total penderita sekarang, begitu juga stroke, jantung, kanker, dan HIV/AIDS.

Padahal prosentase dampak penyakit-penyakit mematikan seperti HIV/AIDS, menurut data Nafsiah, cenderung terus naik.

Angka kematian akibat berbagai penyakit yang masih tinggi di beberapa daerah, menurut Menkes, mau tidak mau mendapat rapor merah kesehatan.

Nilai merah di bidang kesehatan, berdasarkan hasil sementara Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, akibat akumulasi lima indikator utama. yakni angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total, air bersih dan Malaria.

Target MDGs (Millenium Development Goals) tahun 2015 untuk AKI adalah 102/100.000 kelahiran hidup, tapi kinerja yang tercapai sampai kini masih di angka 228/100.000 kelahiran hidup. Lalu untuk kematian bayi harus mencapai 23/1.000 kelahiran hidup. Namun pada tahun 2012 capaian masih di angka 34/1.000 kelahiran hidup. (Ant)
Dhia Prekasha Yoedha

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: