LAPORAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN MOU PERDESAAN SEHAT DAN JUMPA PERS MENKES

Yth.
Bapak Ir. H.A. Helmy Faishal Zaini, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal RI;
Ibu dr. Nafsiah Mboi, MPH, Menteri Kesehatan RI beserta jajarannya;
Bapak Rektor Universitas Andalas beserta jajarannya;
Bapak Rektor Universitas Airlangga beserta jajarannya;
Bapak Rektor Universitas Mataram beserta jajarannya;
Bapak Rektor Universitas Tanjungpura beserta jajarannya;
Bapak Rektor Universitas Hassanudin beserta jajarannya;
Bapak Rektor Universitas Pattimura beserta jajarannya;
Bapak Rektor Universitas Cenderawasih beserta jajarannya;
Yth. Seluruh Pejabat Eselon 1 dan Eselon 2 beserta seluruh staf di lingkungan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.
Yth. Direktur Akademi Kebidanan Yogyakarta, tim kerja kemitraan Perdesaan Sehat lainnya; LKNU, Muslimat NU dan Akademi Kebidanan Cirebon, beserta hadirin undangan yang berbahagia.

Assalamu’alaikum Wr. Wbr.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke khadirat Allah SWT karena atas segala limpahan nikmat serta rakhmat-Nya kita semua dapat berkumpul pada kesempatan ini dalam keadaan sehat wal ’afiat.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada teladan kita, Nabi Muhammad SAW, yang menjadi sumber inspirasi di dalam melaksanakan aktivitas kita sehari-hari. Suatu kebahagiaan bagi kami dari jajaran Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT), pada hari ini dapat berjumpa dengan Bapak/Ibu sekalian dalam acara Penandatanganan Kesepahaman antara Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dengan Pimpinan Lembaga Pendidikan (Rektor) dan Kesepakatan Kerjasama Antara Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya dengan Dekan Fakultas Kesehatan maupun Dekan Fakultas Kedokteran serta kegiatan Konseyering Kemitraan Tata Kelola Perdesaan Sehat dalam rangka percepatan pembangunan kualitas kesehatan berbasis perdesaan didaerah tertinggal.

Bapak Ibu Hadirin yang kami hormati,
Amanat pembangunan nasional jangka menengah sebagaimana yang ada dalam RPJMN 2010-2014 salah satu sasaran capaian bagi misi pembangunan yang berkeadilan adalah pada prioritas nasional 10, Daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca konflik. Arah kebijakan pembangunan daerah tertinggal yang diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi lokal bagi 183 Kabupaten dengan sasaran capaian; IPM 72,2; pertumbuhan ekonomi 7,1; dan prosentase penduduk miskin sebesar 14,2 pada tahun 2014 diharapkan akan mampu mengentaskan paling sedikit 50 Kabupaten Daerah Tertinggal.
Dalam upaya pencapaian sasaran tersebut, maka percepatan pencapaian prioritas nasional 3, bidang Kesehatan dengan target pada tahun 2014: Umur Harapan Hidup (UHH) sebesar 72; angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup sebesar 118; serta angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup sebesar 24 terutama di Daerah Tertingal, terdepan, terluar dan pasca konflik menjadi sangat penting.
Pembangunan kesehatan melalui upaya percepatan peningkatan kualitas kesehatan berbasis perdesaan (Perdesaan Sehat) di daerah tertinggal merupakan alternatif kebijakan bidang kesehatan dalam kerangka percepatan pencapaian sasaran Prioritas Nasional 3 dan Prioritas Nasional 10 sesuai karakter dan permasalahan serta potensi masing-masing Kabupaten daerah tertinggal.
Sebagai bentuk percepatan pembangunan bidang kesehatan di daerah tertinggal, maka alternatif kebijakannya diarahkan pada Sinkronisasi peran pemerintah dan peran masyarakat yang optimal serta tertintegrasi berbasis perdesaan dilaksanakan melalui upaya: (1) percepatan peningkatan keterjangkauan kualitas kesehatan berbasis struktur kependudukan dan sumberdaya wilayah perdesaan, dan (2) percepatan peningkatan keberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan.

Bapak Ibu Hadirin yang hormati
Kebijakan perdesaan sehat diprioritas pada penjaminan dan pengutamaan ketersediaan faktor utama penentu dasar kualitas kesehatan, yaitu; dokter puskesmas, bidan desa, air bersih, sanitasi, dan gizi yang seimbang terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita yang selanjutnya disebut 5 Pilar Perdesaan Sehat.
Pencanangan Perdesaan Sehat dan Desa Sejahtera oleh Menteri KPDT dan Solideritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) telah dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2012 di Entikong Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dengan tema kegiatan “Bersama Menuju Indonesia Sejahtera” sebagai rangkaian peringatan Hari Ibu dengan tema substansi “Ibu Bijak Anak Sehat” bagi isue pentingnya peningkatan peran ibu dalam mewujudkan percepatan peningkatan kualitas kesehatan pada umumnya serta menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi pada khususnya.
Sebagai tindak lanjut pencanangan tersebut, dalam kerangka pelakasanaan komitmen pemerintah terhadap pembangunan yang inklusisf dan berkeadilan melalui Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, maka acara hari ini diharapkan menjadi bagian dari langkah penting upaya terencana untuk mengubah daerah tertinggal menjadi daerah maju khususnya pada aspek kesehatan.

Bapak Ibu Hadirin yang kami hormati,
Kami laporkan bahwa Kegiatan kemitraan dalam tata kelola perdesaan sehat ini dilaksanakan bersama 7 Perguruan Tinggi; Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Mataram, Universitas Pattimura, Universitas Cendrawasih, Universitas Tanjung Pura, Universitas Hasanudin sebagai kemitraan dalam manajemen kewilayahan di 7 Regional; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara…. bagi dukungan rentang kendali 84 Kabupaten sasaran Perdesaan Sehat pada tahun 2013 dan 74 Kabupaten pada tahun 2014. Sedangkan 2 Akademi Kebidanan yaitu Akademi Kebidanan Yogyakarta dan Akademi Kebidanan Cirebon dan 2 Lembaga Masyarakat yaitu Lembaga Kesehatan NU dan Muslimat NU adalah sebagai mitra tematik “Peningkatan Kapasitas Lembaga Kesehatan Masyarakat Perdesaan” dan “Peningkatan Peran Perempuan Dalam Penurunan AKI dan AKB”. Dari 7 Perguruan Tinggi dan 2 Akademi kebidanan serta 2 Lembaga Masyarakat tersebut sebagian telah melakukan MOU, dan selanjutnya hari ini melakukan kesepakatan kerja sama untuk tahun anggaran 2013, yang akan dilanjutkan konsinyering di hotel Mercure sampai tanggal 12 mendatang.
Pada kesempatan ini, izinkanlah kami untuk melaporkan, bahwa kemitraan perdesaan sehat bersama 7 Perguruan Tinggi, 2 Akademi Kebidanan, 2 Lembaga Masyarakat dan akan didukung dengan konsultan manajemen nasional dan regional merupakan instrumen Kelompok Kerja (Pokja) Perdesaan Sehat yang akan di bentuk di KPDT. Hal ini juga didukung dengan kegiatan stimulan bantuan sosial bagi 920 Poskesdes, 7 Puskesmas Kepulauan serta 16 Rumah Sakit Tipe D yang merupakan RS peningkatan dari Puskesmas Rawat inap dan masih membutuhkan dukungan peningkatan kapasitas bagi pelayanan kesehatan yang berkualitas di daerah tertinggal dan pendampingan oleh sukarelawan di 420 Perdesaan sehat (Setara kecamatan).
Kegiatan kemitraan ini dibiayai oleh anggaran satuan kerja sumber daya tahun 2013.

Bapak Ibu Hadirin yang berbahagia,
Sebagai akhir dari laporan kami, Kami sangat berharap, Yth. Bpk. Helmy Faisal Zaini, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal untuk berkenan kiranya memberi pengarahan sekaligus membuka acara konsinyering kemitaraan tata kelola Perdesaan Sehat yang akan dilaksanakan selama 2 hari, pada tanggal 11-12 Maret di hotel Mercure. Akhirnya kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan semua pihak terutama Bapak Agus Salim, Deputi Pengembangan Sumber Daya KPDT sehingga terselenggaramya acara ini. Tidak lupa kami mohon maaf atas segala kekurangan.
Wasalamualaikum. WW.

Jakarta, 11 Maret 201

Penangung Jawab Kegiatan

dr. Hanibal Hamidi, M. Kes
Asisten Deputi Urusan Sumber Daya Kesehatan

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: