Perpres No 12 Th 2015 ttg Kementerian Desa, PDT, Transmigrasi.pdf – perdesaansehat.com

Perpres No 12 Th 2015 ttg Kemendes PDT Trans (1).pdf

PERDESAAN SEHAT

Adalah Kebijakan Serta Instrumen Fasilitasi Koordinasi Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Derajat Kesehatan berbasis wilayah melalui pendekatan Pembangunan Berwawasan Kesehatan Berbasis Perdesaan. Perdesaan Sehat sebagai jalan keluar bagi berbagai macam akar permaslahan yang menyebabkan kinerja pembangunan kesehatan saat ini cukup memprihatinkan, sekaligus sebagai bagian penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan SJSN Bidang Kesehatan Oleh BPJS.

image55image56image57

image49image50image51

Dengan Fokus intervensi pada 5 determinan faktor kualitas kesehatan, Ketersediaan dan Berfungsinya; 1)Dokter Puskesmas, 2)Bidan Desa, 3)Air Bersih, 4)Sanitasi dan 5)Gizi.

image70image71image72

Dengan 2 misi; 1)Percepatan Keterjangkauan Pelayanan Kesehatan Dasar Yang Berkualitas Berbasis Struktur Penduduk dan Sumber Daya Wilayah Perdesaan dan 2)Percepatan Keberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Kesehatan Di Perdesaan.

image88image89image90

Sasaran Prioritas Pembangunan Perdesaan Sehat jangka menengah adalah seluruh Perdesaan dan Desa di wilayah kerja Puskesmas secara nasional, terutama bagi daerah tertinggal, transmigrasi, kepulauan, perbatasan dan terpencil.

image52image53image54

Sedangkan sasaran jangka panjang seluruh Desa yang diukur secara komulatif di tingkat kabupaten dan kota secara nasional dapat meningkat rata-rata AHH sebesar 75 pada tahun 2025.

image73image74image75

Kebijakan pembangunan Perdesaan Sehat adalah Pendekatan yang memastikan terjadinya Percepatan Pencapaian Sasaran dan Target Peningkatan Status dan Kualitas Kesehatan Berbasis Perdesaan dengan memprioritaskan pada fokus intervensi pembangunan pada lima determinan faktor status dan kualitas kesehatan; Ketersediaan dan Fungsi “Dokter Puskesmas, Bidan Desa, Air Bersih, Sanitasi dan Gizi seimbang bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Bayi dan Balita yang selanjutnya disebut Lima Pilar Perdesaan Sehat.

image85image86image87

Lima Pilar Perdesaan Sehat tersebut akan memastikan pencapaian Dua Kondisi di setiap wilayah kerja sebagai Dua Misi Perdesaan Sehat sebagai berikut;

image67image68image69

1)Percepatan Keterjangkauan pelayanan kesehatan dassar yang berkualitas berbasis struktur penduduk perdesaan (Domain Pemerintah), Yang bertumpu pada Ketersediaan dan fungsi Jabatan Fungsional “Dokter Puskesmas dan Bidan Desa” (Pilar 1 dan 2 PS) melalui pelaksanaan 6 kegiatan utama Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat, bukan klinik/individual medicine/Provider Primer BPJS). Untuk itu dibutuhkan dukungan sarana dan prasarana kerja (yang kompitibel dengan kondisi wilayah kerja masing-masing, dan biaya operaional luar gedung puskesmas (mobilitas ke desa dan antar desa) serta misi ke;

image101image102 image103

2)Percepatan peningkatan keberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan di perdesaan (Domain Masyarakat) yang kinerjanya diukur melalui Ketersediaan Air bersih, sanitasi dan gizi seimbang terutama bagi bumil, buteki,bayi dan balitas (Pilar 3,4 dan 5 PS) yang membutuhkan juga dukungan tenaga Sanitarian, gizi dan promkes dari puskesmas selain dukungan sarana prasarana dari PU, Kementan dan Pemerintah Daerah.

image97 image98 image100

Pelaksanaan percepatan pembangunan kualitas kesehatan berbasis perdesaan tersebut dilaksanakan dengan prinsip; 1)Keberpihakan (lokasi dan alokasi anggaran), 2)Ketersediaan, 3)Keterjangkauan, 4)Keberterimaan, 5)Kualitas dan 6)Non Diskriminasi.

image82image83image84

Pelaksanaan pembangunan Perdesaan Sehat dengan skema kelembagaan dalam pengorganisasian kerja sesuai tingkat pemerintahan sebagai berikut;image91image92image93

a. Tingkat Nasional dikoordinasikan oleh Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi bersama Kemenko PMK dengan melibatkan Kemenkes, Kemendagri, Kementan, KemenPU, BKKBN, Bappenas, maupun BUMN terkait pembangunan desa dan perdesaan dengan acuan instrumen tata kelola percepatan pembangunan jangka menengah atau Strategi Nasional (Stranas) dan jangka pendek atau Rencana Aksi Nasional (RAN) yang terintegrasi dalam RPJMN.

image79image80image81

b. Tingkat Propinsi dikoordinasikan oleh Bappeda dengan melibatkan SKPD PMD (Fasilitator), Dinkes, BKKBN, Capil, PU, UPT Air minum serta SKPD Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan dengan acuan instrumen tatakelola pembangunan jangka menengah berupa dokumen Strategi Daerah (Strada) dan jangka pendek dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) Pembangunan Perdesaan Sehat Propinsi yang terintegrasi dalam RPJMD Propinsi.

image79image80image81

c. Tingkat Kabupaten dikoordinasikan oleh Bappeda dengan melibatkan SKPD PMD (Fasilitator), Dinkes, BKKBN, Capil, PU, UPT Air minum serta SKPD Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan dengan acuan instrumen tatakelola pembangunan jangka menengah berupa dokumen Strategi Daerah (Strada) dan jangka pendek dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) Pembangunan Perdesaan Sehat Kabupaten yang terintegrasi dalam RPJMD Kabupaten.

image76 image77 image78

image61image62image63

d. Tingkat Perdesaan dikoordinasikan oleh Camat dengan melibatkan UPT air minum, PU dan UPT pertanian, PLKB serta Puskesmas, dengan acuan instrumen tatakelola pembangunan jangka menengah berupa dokumen Strategi Perdesaan (Strades) dan jangka pendek berupa Rencana Aksi Perdesaan (RAP) Pembangunan Perdesaan Sehat yang terintegrasi dalam RPJM Desa terkait.

image58image59image60

image47image48

image46

e. Di tingkat Desa dikoordinasikan oleh Kepala Desa melalui Pokmas Pengurus Rumah Sehat dan Bidan Desa.

Pelaksanaan pembangunan Perdesaan Sehat didukung dengan instrumen manajerial bagi fasilitasi efektifitas koordinasi di tingkat nasional oleh Pokja Perdesaan Sehat yang beranggotakan seluruh pemangku kepentingan terkait dan dikoordinasikan oleh Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi bersama-sama Kemenko PMK, di daerah oleh 7 (Tujuh) Manajemen Regional Wilayah Pembangunan Perdesaan Sehat yang dikoordinasikan oleh Universitas Andalas (Sumatera), Universitas Airlangga (Jawa), Universitas Mataram (Nusa Tenggara), Universitas Patimura (Maluku), Universitas Hasanudin (Sulawesi), Universitas Tanjungpura (Kalimantan), Universitas Cendrawasih (Papua), di perdesaan oleh Relawan Perdesaan Sehat masing-masing perdesaan wilayah kerja Puskesmas. Disemua simpul manajerial tersebut didukung dengan Konsultan Manajemen Perdesaan Sehat. Instrumen manajemen fasilitasi koordinasi ini juga didukung dengan stimulan Perdesaan Sehat bagi Lembaga Kesehatan Masyarakat (Rumah Seaht/poskesdes/poskestren/posyandu dll) dan Lembaga Kesehatan Pemerintah (Puskesmas, pusling air, RS).

Dengan komitmen dan rencana aksi yang terintegrasi dari seluruh pemangku kepentingan bagi pelaksanaan pembangunan Perdesaan Sehat sesuai tugas dan fungsi masing-masing pihak, maka akan dapat dipastikan akan terjadinya Percepatan Peningkatan Status dan Derajat Kesehatan Masyarakat (Hak Sehat) secara nasional.

Hanibal Hamidi, KPDT
Ketua Pokja Perdesaan Sehat

Salam Kejuangan Revolusi Kesehatan

HANIBAL HAMIDI
Blog; perdesaansehat.com Web; perdesaansehat.or.id
Tweet; @HanibalHamidi FB. ; hanibal2464

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: