Pendidikan Berisiko Nyawa Di Desa – perdesaansehat.com

“Pelayanan Sosial Dasar dalam rangka pemenuhan hak dasar seluruh warga NKRI Di Desa, sangat membutuhkan komitmen dan aksi keberpihakan yang terintegrasi dari seluruh pihak pemangku kepentingan bagi pelaksanaan komitmen politik presiden Jokowi yang berpihak pada isue kemiskinan, kesenjangan kesejahteraan, ketergantungan. Sasaran prioritas pembangunan desa terutama pada desa tertinggal, desa perbatasan negara, desa terisolir, desa pulau terluar dalam kerangka membangun kemandirian bangsa dan negara berbasis kemandirian desa dan Daerah, melalui pelaksanan Prioritas pembangunan Nasional tahun 2015-2029 Agenda Ke 3 Nawacita” – perdesaansehat.com

#desajangkarnusantara #mainstreamingpsddesa

Hanibal Hamidi

Direktur Pelayanan Sosial Dasar,

Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi

Anak-anak Ini Pertaruhkan Nyawa Demi Sekolah

Senin, 27 Juli 2015 20:59

Anak-anak Ini Pertaruhkan Nyawa Demi Sekolah

POS KUPANG/ADIANA AHMAD

Anak-anak Kampung Boarebhe, Kelurahan Dhawe, Kabupaten Nagekeo melintasi sungai saat pulang dari sekolah mereka April 2015 lalu.

Libur Saat Hujan

Saat ditemui sebelum melintasi sungai Aesesa akhir April lalu, Riano mengungkapkan, setiap tahun waktu liburan sekolah mereka lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak lain yang tinggal satu daratan dengan sekolah tempat mereka belajar. Bukan karena sekolah baik hati namun karena banjir.

“Kalau musim hujan tiba dan banjir, kami terpaksa berhenti sekolah. Tidak ada tempat lain yang bisa kami lewati untuk ke sekolah. Bapak ibu guru sudah tahu. Jadi mereka tidak marah kalau kami tidak ke sekolah,” kata Riano lirih.

Seorang warga bernama Martinus Bheo juga mengatakan, anak-anak di Boarebhe dan Boanage sudah melakoni situasi seperti itu sejak puluhan tahun lalu. Martinus membenarkan anak-anak dari dua kampung itu selalu berhenti sekolah ketika musim hujan tiba.

Martinus mengatakan, sebenarnya di sungai itu bisa dibangun jembatan gantung yang bisa membantu anak-anak melintasi Sungai Aesesa. Namun harapan itu baru sebatas harapan karena sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah terhadap kondisi anak-anak di kedua kampung itu. “Kami berharap pemerintah bangun jembatan gantung di sini. Selain untuk anak-anak ke sekolah, juga sebagai lintasan pipa air bersih. Selama ini pipa air bersih dari Boarebhe ke Dhawe hanya diletakkan di atas dahan pohon,” kata Martinus.

Ketua Komisi B DPRD Nagekeo, Sambu Aurelius yang dikonfirmasi saat meninjau langsung kondisi anak-anak usia sekolah dari Boarebhe dan Boanage mengatakan, akan memperjuangkan anggaran untuk jembatan gantung di daerah itu. “Kita akan perjuangkan di Perubahan Anggaran 2015 atau di APBD tahun 2016. Semoga perjuangan kita mendapat dukungan dari teman-teman di DPRD,” kata Aurelius.

Aurelius mengatakan, anak-anak di dua kampung itu harus mendapatkan rasa aman saat ke sekolah dan tidak lagi ketinggalan mata pelajaran hanya karena alasan banjir. Jembatan gantung juga, katanya, akan membuka akses ke Boarebhe dan Boanage yang selama ini masih terisolir. (adiana ahmad)

Salam Kejuangan Nusantara
Pembangunan Yang Inklusif Dan Berkeadilan

(Hanibal Hamidi)
Blog; perdesaansehat.com Web; perdesaansehat.or.id
hanibal2464 Tweet; @HanibalHamidi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: