Perda Masyarakat Adat Kabupaten Enrekang – perdesaansehat.com

Ketua DPRD Enrekang, H Banteng K berbincang dengan Sekjen AMAN, Abdon Nababan, pada seminar dan lokakarya terkait pembahasan draft Perda Masyarakat Adat di Enrekang beberapa wakt lalu (Foto: Wahyu Chandra)

DPRD Enrekang Kebut Pembahasan Perda Masyarakat Adat

Ketua DPRD Enrekang, H Banteng K berbincang dengan Sekjen AMAN, Abdon Nababan, pada seminar dan lokakarya terkait pembahasan draft Perda Masyarakat Adat di Enrekang beberapa wakt lalu (Foto: Wahyu Chandra)

Ketua DPRD Enrekang, H Banteng K berbincang dengan Sekjen AMAN, Abdon Nababan, pada seminar dan lokakarya terkait pembahasan draft Perda Masyarakat Adat di Enrekang beberapa wakt lalu (Foto: Wahyu Chandra)

Tak menunggu lama setelah adanya naskah akademik dan draft Peraturan Daerah, Pemerintah Daerah dan DPRD Enrekang bertindak cepat untuk mempercepat lahirnya Perda Masyarakat Adat di bumi Masenrempulu tersebut.

“Kemarin kita sudah buat pansus. Ini akan dikelola dengan baik, dan kami mengharap banyak masukan untuk Perda ini,” ungkap H Banteng K, Ketua DPRD Enrekang, di Enrekang, Seni (27/7/215).

Dengan lahirnya Pansus tersebut, maka proses pengesahan Perda ini diharapkan bisa segera diwujudkan dalam waktu dekat.

“Mungkin dua atau tiga minggu ke depan sudah ada hasil yang bisa lihat,” katanya.

Menurut Banteng, lahirnya Perda ini sebagai bagian dari penghargaan atas jasa pahlawan dan leluhur. Ia berharap keberadaan Perda ini juga bisa mengembalikan kearifan lokal yang ada di Enrekang yang mulai tergusur.

Menurutnya, pengakuan terhadap masyarakat adat di Enrekang sebenarnya telah ada sejak kepemimpinan Gubernur Sulsel, Amien Sjam, belasan tahun silam. Hanya saja ketika itu tidak segera tindaklanjuti dengan kebijakan daerah yang lebih operasional.

“Ini sudah di depan mata, semoga setelah pengakuan akan segera ada tindak lanjut, tidak seperti yang dulu,” katanya.

Masyarakat adat di Kabupaten Enrekang sendiri, menurutnya, masih banyak yang masih memiliki kelembagaan adat dan tradisi yang terus terjaga dengan baik. Ia mencontohkan ketika enam tahun menjadi camat, tak pernah satu kasus perdata pun yang berproses di pengadilan, namun diselesaikan dengan adat setempat.

Dia berharap kehadiran Perda ini tidak menimbulkan riak dan pertentangan dan bisa tetap sejalan dengan ajaran agama Islam yang dianut oleh sekitar 90 persen warga Enrekang.

Terkait proses Perda ini sendiri, masih terus dibahas dan didiskusikan, termasuk menyusun jadwal konsultasi ke sejumlah pihak di provinsi dan nasional.

“Kami masih mempelajari pak mana saja yang akan kami temui untuk konsultasi,” katanya.

Paundanan Embong Bulan, Ketua AMAN Enrekang, berharap Perda ini kelak bisa sejalan dengan keinginan dan harapan masyarakat adat Enrekang, tidak hanya dengan terpenuhinya hak-hak, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi mereka.

Sardi Razak, Ketua BPH AMAN, mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pemda dan DPRD Enrekang terkait Perda Masyarakat Adat ini.

“Ini memang ada momentum dan harus dimanfaatkan dengan baik, jadi kalau memang prosesnya bisa cepat tentu kita akan sangat bersyukur dan mendukung,” katanya.

Perda ini sendiri adalah inisiatif DPRD setelah mendapat banyak masukan dari masyarakat adat.

Sumber: www.jurnalcelebes.org

– See more at: http://amansulsel.or.id/dprd-enrekang-kebut-pembahasan-perda-masyarakat-adat/#sthash.fRspRwfp.dpuf

Salam Kejuangan Nusantara
Pembangunan Yang Inklusif Dan Berkeadilan

(Hanibal Hamidi)
Blog; perdesaansehat.com Web; perdesaansehat.or.id
hanibal2464 Tweet; @HanibalHamidi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: