Hari Dokter Nasional ? – perdesaansehat.com

Sumpah Hippokrates
“Mari menengok realita dokter indonesia saat ini yang dihasilkan dari
-lemabaga pendidikan yang biaya pendidikannya “sangat mahal”, atau lembaga pendidikan yang tidak cukup menyediakan semua persyaratan yang seharusnya serta Para dosen (berkualitas dan senior) yang tidak ada waktu yang cukup untuk mendampingi peserta didik secara langsung akibat begitu banyak urusan pribadi,
-Sisitem penugasan yang sarat dengan Kolusi dan lebih berorientasi pribadi atau kelompok
-Lembaga profesional yang telah menjauh dari semangat pendiriannya dan sibuk dengan kendali kooptasi pembangunan kesehatan oleh komunitas exklusif pendidikan kesehatan tertua.
-Lembaga pemerintah bidang kesehatan yang telah terkooptasi oleh paradigma pengobatan, dengan lembaga jaminan kesehatan yang berkorelasi dengan meteri yang tersediakan tanpa memastikan ketersediaan layanan yang berkualitas dan terjangkau oleh pesertanya.
-Hilangnya penghormatan dan kasih sayang sejawatnya”
Semoga kita semua memiliki integritas untuk memperjuangkan perubahan layaknya para dokter di zaman penjajahan maupun masa pergerakan pemuda saat mengawal kemerdekaan yang selalu ambil bagian di depan.

SELAMAT HARI LAHIRNYA LEMBAGA IDI KE 65 TAHUN, SEMOGA DAPAT MEWUJUDKAN HARI DOKTER NASIONAL YANG BERMARTABAT

dr. Hanibal Hamidi, M.Kes

SUMPAH DOKTER INDONESIA

Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan;

Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya;

Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang berhormat dan ber­moral tinggi, sesuai dengan martabat pekerjaan saya;

Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan;

Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerja­an saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter;
Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran;
Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai mana saya sendiri ingin diperlakukan;

Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian, atau kedudukan sosial;

Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan;
Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan ke­dokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;

Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan memper­taruhkan kehormatan diri saya.

http://i0.wp.com/bidhuan.com/wp-content/uploads/2015/10/dokter1.jpg

Salam bKejuangan Nusantara
Pembangunan Yang Inklusif dan Berkelanjutan

hanibal Hamidi
Diektur Pelayanan Sosial Dasar

Hanibal2464
#HibahDiriTukDesa
Blog; perdesaansehat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: