Maria Adelheid Mo, pendobrak dominasi rentenir – perdesaansehat.com

Geliat Perjuangan Perempuan Desa pada semua aspek membutuhkan keberpihakan pemerintah dalam memastikan pemenuhan tanggung jawab negara bagi hak dasar seluruh warga negara terutama di desa. – perdesaansehat.com
Hanibal Hamidi

image9.jpeg

Maria Adelheid Mo, pendobrak dominasi rentenir dan pendiri koperasi pasar di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Perempuan inspiratif di daerah lainnya adalah Maria Adelheed Mo’o. Perempuan yang akrab dipanggil Mama Adel ini menjadi contoh perempuan sebagai pedagang sayur yang berhasil mendobrak dominasi rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga harian yang sangat tinggi.

Dengan penghasilan pas-pasan, ia dan pedagang pasar lainnya seringkali harus berhutang pada rentenir untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga ataupun biaya pendidikan anaknya. Karena tidak banyak pilihan, mereka pasrah menerima bunga hingga 20 persen yang ditetapkan rentenir. Jika mereka telat membayar sehari saja, bahkan para debt collector sering memperlakukan mereka dengan kasar.

Ia paham betul kehidupan keras yang dialami sesama perempuan yang berdagang di Pasar Borong, Maggarai Timur. Prihatin dengan kondisi tersebut, akhirnya Mama Adel berhasil mendirikan koperasi simpan pinjam Komplek Pasar (Kompas) pada 2013. Kini kelompok tersebut telah beranggotakan 36 orang, dan sebagain besar adalah perempuan.

Selama ini, kaum perempuan di desanya banyak berdiam di rumah jika sang suami keluar mencari nafkah. Jika tidak diam di rumah, mereka ngerumpi atau istilah daerahnya lejong sambil menguyah sirih. “Saya tidak suka lihat perempuan hanya suka lejong,” ujarnya.

Berawal dari rasa ketidaksukaannya, Mama Adel lantas mengajak mereka bergabung di koperasi yang dibinanya. Dari situ, kebiasaan lejong pelan-pelan pupus dan berganti dengan kegiatan pemberdayaan dan memberi manfaat bagi diri dan keluarga mereka.

Aktifitas para perempuan yang diberdayakan oleh Mama Adel ini, ternyata secara tak langsung berimbas pada menurunnya kekerasan terhadap perempuan di desanya.

Mama Adel mengatakan, dahulu para suami atau lelaki di desanya suka main pukul. “Banyak banjingan di desa kami dulu,” ujarnya.

Namun kini dengan makin berdayanya para perempuan di Desa Borong, kerja sama antara keluarga justru kian terbentuk. Jika suami mereka sedang tak bisa bekerja, para istri bisa membantu keluarga, apalagi dengan menjadi anggota operasi mereka bisa meminjam uang simpanan dari Kompas yang digagas Mama Adel.

Rep: c39 / Red: Andi Nur Aminah

Salam bKejuangan Nusantara Pembangunan Yang Inklusif dan Berkelanjutan

hanibal Hamidi

Diektur Pelayanan Sosial Dasar

Hanibal2464
#HibahDiriTukDesa
Blog; perdesaansehat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: