Seminar Nasional Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa Di Universitas Brawijaya – perdesaansehat.com

image12.jpeg

image.jpegimage.jpeg
Kemendes PDTT Ajak Perguruan Tinggi Bangun Desa
Selasa, 01 Desember 2015 15:51
Share

MALANG – Istilah pembangunan selalu identik dengan pendanaan yang tidak sedikit. Paradigma ini berusaha dibantah dalam Seminar Nasional Desa Membangun Indonesia, yang berlangsung di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB), kemarin (1/12). Prof. Chandra Fajri Ananda, SE, MSi, Dekan FEB menyatakan, pembangunan bukan hanya dispesifikasikan pada pendanaan, melainkan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) didalamnya.
“Membangun desa tidak ada hubungannya dengan dana, manusia adalah center of development. Sehingga kualitas dan kuantitas manusia yang harus ditingkatkan,” tegas Prof. Chandra.

Prof Erani Yustika PhD, Dirjen Pembangunan Pemberdayaan Desa, Kementerian Desa, dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menuturkan, kementerian desa memang membutuhkan tenaga dan ahli yang handal untuk membantu membangun desa.
Pria yang juga tercatat sebagai dosen aktif FEB itu menjelaskan apabila kebutuhan Kementrian Desa untuk para sarjana ini sejalan dengan program inovasi yang dikeluarkan oleh Kemendesa, yakni yang pertama adalah jaringan komunitas yang mencakup mengenai peningkatan ekspansi kapabilitas masyarakat desa. Kedua adalah lumbung ekonomi desa, yang memiliki pengertian pemanfaatan sumber daya desa supaya ekonomi desa meningkat.
“Nantinya yang ditingkatkan tidak hanya ekonomi saja. Melainkan juga meningkatkan ketahanan pangan dan energi,” ujar Prof. Erani.
Program ketiga adalah lingkungan budaya desa dengan target utama meningkatkan partisipasi warga sebagai budaya, Lebih lanjut ia menjelaskan, guna menyukseskan program tersebut dan meningkatkan perekonomian desa tentu diperlukan tenaga ahli ekonomi.
Sementara itu, rektor UB, Prof Dr Ir M Bisri MS, menjelaskan untuk mengembangkan desa Kemendes PDTT dapat menggandeng dan bekerjasama dengan perguruan tinggi. Pasalnya, kampus memiliki beberapa ahli yang kompeten untuk membantu pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, “Bukan hanya ahli ekonomi saja yang dibutuhkan. Namun juga banyak ahli yang bisa terlibat dalam peningkatan kualitas masyarakat desa. Dari fakultas peternakan, pertanian dan masih banyak lagi,” ujarnya.
Di lain sisi, Hambal Hamidi selaku direktur Pelayanan Sosial Desa, Ditjen Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa menjelaskan, bahwa arah kebijakan pembangunan desa hingga tahun 2019 mendatang adalah pemenuhan standard pelayanan public desa, dan juga sebagai bentuk penanggulangan pengembangan kemiskinan dan usaha ekonomi masyarakat desa, “Membangun desa dibutuhkan pengelolaan dari BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa.” jelas Hambal, sapaan akrab.
Lebih lanjut lagi Hambal menambahkan BUMDes dalam hal ini memberikan peluang bagi masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan lewat keikut-sertaan dalam melakukan kegiatan ekonomi dan menikmati hasil dari kegiatan ekonomi tersebut.
Saat ini, Indonesia memiliki 73.709 desa dengan rincian 174 desa sudah menjadi desa mandiri, sementara 3.608 adalah desa maju, 22.882 merupakan desa berkembang. Sedangkan yang paling banyak adalah desa tertinggal dengan jumlah 33.592 desa dan sisanya adalah desa sangat tertinggal atau 13.453, “Target kami hingga 2019 adalah mengurangi jumlah desa tertinggal hanya menjadi sekitar 13 ribu saja. Namun kementerian (Kemendesa PDTT) saja yang melakukan. Daerah juga harus mendukung mulai dari tingkat kabupaten,” pungkasnya. (mg6/oci)

Salam bKejuangan Nusantara Pembangunan Yang Inklusif dan Berkelanjutan

hanibal Hamidi

Diektur Pelayanan Sosial Dasar

Hanibal2464
#HibahDiriTukDesa
Blog; perdesaansehat.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: