KPK Larang Dokter Terima Sponsor Farmasi – persesaansehat.com

DOKTER DILARANG TERIMA-SPONSOR LANGSUNG DARI FARMASI

Selasa, 2 Februari 2016 16:14 WIB – 1.877 Views

Pewarta: Desca Lidya Natalia

Gedung KPK. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta (ANTARA News) – KPK, Kementerian Kesehatan, organisasi dokter dan asosiasi perusahaan farmasi menyepakati aturan untuk mencegah gratifikasi kepada para dokter yang diberikan langsung oleh perusahaan farmasi saat menghadiri seminar kesehatan.

“Substansi pertemuan adalah tidak ada lagi pemberian sponsorship dari perusahaan farmasi ke individu dokter, jadi sponsorshipdiberikan kepada RS untuk dokter PNS sedangkan untuk dokter swasta diberikan kepada organisasi profesi. Mekanismenya akan diatur Kemenkes, begitu ada mekanismenya jadi maka akan langsung berlaku, sehingga harapannya tidak ada lagi gratifikasi kepada dokter dan conflict of interest dapat dihindarkan,” kata Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan pada konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Selasa.

Konferensi pers ini juga dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Purwadi, Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Dorodjatun Sanusi, Konsil Kedokteran Indonesia Bambang Supriyatno, Sekretaris Utama Badan Pengawas Obat dan Makanan Reri Indriani dan Sekjen IDI Adib Khumaidi.

“Intinya adalah di profesi kedokteran perusahaan farmasi itu biasa memberikansponsorship misalnya biaya perjalanan dan akomodasi hadir di seminar, pemberian ini biasanya ditujukan langsung ke individu dokter.”

“Namun saat ini khawatir kalau menurut UU pemberian itu masuk gratifikasi karena termasuk pemberian yang terkait dengan jabatan dan kewenangan khususnya bagi dokter-dokter PNS, jadi harus dilaporkan dan ditetapkan KPK selain itu juga dikhawtirkan dari sponsorship itu adaconflict of interest sehinga sulit dibedakan mana pemberian pamrih dan tanpa pamrih,” tambah Pahala.

Untuk mengatasi hal itu, KPK melakukan pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan termasuk asosiasi perusahaan farmasi International Pharmaceutical Manufacturer Group (IPMG) dan Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia.

“Sehingga asosiasi besar perusahaan farmasi seperti GP Farmasi dan IPMG sepakat tidak memberikan sponsorshipkepada individu dokter sehinggasponsorship dokter PNS diberikan ke insitusi yaitu rumah sakit jadi bila ada penawaran maka RS yang menunjuk dokter yang bersangkutan,” jelas Pahala.

Menurut Pahala, sponsorship dari perusahaan farmasi tetap diperlukan oleh para dokter karena dokter harus menghadiri seminar-seminar dan pelatihan untuk menambah ilmu dan kredit profesinya.

Sedangkan Bambang Supriyatno dari Konsil Kedokteran Indonesia menekankan agar pendidikan yang berkelanjutan bagi dokter dilakukan dengan cara yang elegan.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: