Hasil Panel Dokter Ahli Jiwa Indonesia Terkait LGBT – perdesaansehat.com

#LBGT ?

PDSKJI: Homoseksual Masuk Kategori Masalah Kejiwaan

Sabtu, 20 Februari 2016 | 20:19 WIB
Republika/ Yogi Ardhi
Salah satu panelis dalam diskusi, dr Fidiansyah berbicara dalam Forum Diskusi bertema Merangkul Korban Menolak Legalisasi LGBT yang digelar Republika dan Dompet Dhuafa di kantor Redaksi Republika, Jakarta, Kamis (18/2).

Salah satu panelis dalam diskusi, dr Fidiansyah berbicara dalam Forum Diskusi bertema Merangkul Korban Menolak Legalisasi LGBT yang digelar Republika dan Dompet Dhuafa di kantor Redaksi Republika, Jakarta, Kamis (18/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Maraknya perdebatan mengenai disorientasi penyuka sesama jenis membuat kalangan dokter kejiwaan angkat bicara.

Menurut rilis yang diterima Republika.co.id pada Sabtu (20/2), Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) telah memasukkan orang homoseksual dan biseksual sebagai ODMK atau orang dengan masalah kejiwaan.

Ketua Seksi Religi Spiritualitas dan Psikatri (RSP) PDSKJI, dr Fidiansjah SpKJ menuturkan, dengan status ODMK, berarti kaum homoseks dan biseks memiliki risiko yang cukup tinggi untuk terkena gangguan jiwa.

Ini berarti mereka diminta untuk segera mendapatkan penanganan medis sebelum terlambat. “Jadi dia berpotensi, berisiko tinggi. Karena risiko tinggi ini, maka kita harus segera (menyembuhkan mereka),” katanya.

Kayak kebakaran nih, jangan sampai menunggu apinya besar. Itu tanda sudah warning,” ucap Fidiansjah saat dihubungi, Sabtu (20/2).

Bagi Indonesia, penggolongan ODMK merunut pada text book PPDGJ. Pembuatan PPDGJ, menurut Fidiansjah, mengacu pada Undang-Undang Kesehatan Jiwa.

Di sisi lain, terkait kondisi-kondisi kejiwaan yang sudah disebutkan dalam nomenklatur internasional, maka itu merupakan ODGJ. “Sebuah kondisi yang sudah dimasukkan ke dalam pengelompokan yang disebut dengan penyakit-penyakit di internasional,” kata dia.

Namun, tidak semua ODMK akan berkembang menjadi ODGJ. Ada banyak faktor yang berkontribusi menimbulkan gangguan kejiwaan pada seseorang, misalnya faktor genetik, neuro-biologis, sosial budaya, dan spiritualitas.

Rilis tertanggal 19 Februari 2016 itu ditandatangani Ketua Umum PP PDSKJI, Dr Danardi Sosrosumihardjo. Saat dikonfirmasi, Fidiansjah membenarkan rilis tersebut berasal dari lembaganya. “Saya termasuk orang yang mengusulkan,” ujar dia.

Rep: Hasanul Rizqa / Red: Achmad Syalaby

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: