Surat Sahabat Tentang PAUD Desa – perdesaansehat.com

Rakernas HimPaudi 2016.

Komitmen Kementerian Desa, PDTT Tentang Pendidikan Di Desa “Satu Desa, Satu PKBM, Satu PAUD, Satu SD, Dibawah Fasilitasi dan Koordinasi Lembaga Masyarakat “Balai Rakyat” Dalam Pilar “Jaring Komunitas Wira Desa” Dirjend PPMD Bagi Pencapaian Sasaran Strategis Nawa Cita 3, Membangun Indonesia dari Pinggiran Tahun 2019; Pengentasan 5000 Desa Tertinggal, Mewujudkan paling sedikit 2000 Desa Mandiri”

Hanibal
Direktur PSD

image2.jpeg

3/4/16, 08:11:29: H_Nibal: Pak Hanibal yang baik,

Secara umum kerangka fikir dan design makro kurikulum Paud berbasis desa yang kita kembangkan akan kita tekankan pada dua hal yakni berbasis pada konteks kehidupan desa (rural living context based) dan child centered play learning. Dan keseluruhan kita orientasikan pada penguatan peran orang tua sebagai pertaruhan pengembangan kreatifitas anak (model parenting / pola asuh yang asih).

Adalah kesalahan besar, orang tua me”masrahkan” anak pada institusi pendidikan bernama PAUD. Interaksi anak dengan guru di PAUD yang hanya berlangsung beberapa jam amat sangat tidak bisa dijadikan harapan apalagi digantungkan harapan besar menumbuh kembangkan anak kearah yang semestinya.

Pergumulan orang tua dengan anak yang facilitative dan terus menyemangati dengan energi positifnya adalah segala-galanya. Baru ketika orang tua dan anak butuh sosialisasi dan berefleksi bersama tetangga-tetanganya di suatu tempat dimanapun yang selanjutnya disebut PAUD itu, menjadi sangat penting juga.

Untuk itu harus terintegrasi antara pendidikan untuk anak usia dini dan pendidikan bagi orang tua anak. Khusus pendidikan bagi orang tua, kami telah menemukan banyak istilah yang antara lain: Ke-pengasuhan, ke-pamongan, keayah-bundaan, wiyata griya (istilah dari Ki Hajar Dewantara), pendidikan keluarga, dan parenting, yang untuk sementara ini, kami bersepakat memilih istilah “ke-pengasuhan”.

Untuk materi pembelajarannya sementara kami rumuskan sebagai berikut:

Untuk orang tua:
1. Mengasuh Anak
2. Gizi dan kesehatan
3. Membangun Keluarga
4. Komunikasi Positif
5. Peningkatan Diri

Untuk Anak:
1. Diri dan Keluarga
2. Lingkungan Sekitar
3. Alam Raya
4. Binatang dan tumbuhan
5. Makanan dan Minuman
6. Aktifitas dan Pekerjaan
7. Pakaian
8. Transportasi
9. Komunikasi

3/4/16, 08:30:11: Rusdi Cardova: Diri, teman dan tim work atau kebersamaan. Pengamatan dan ketekunan bisa disatukan point 6. Kreativitas dan inovasi. Percaya diri dan keberanian moral bisa point 9. Bunyi, musik dan lagu lokal atau kidung dan senandung. Olah gerak tubuh, tari dan seni rangkai. Terakhir mencipta sesuai rasa dan karsa masing masing anak dan tim sebagai tanda berakhirnya paud.

3/4/16, 08:41:31: H_Nibal: Mas Andik perlu mengevaluasi materi didik master training PAUD oleh kemendikbud yang sudah dilaksanKan untuk ditugaskan pada 25 kabupaten lokasi GSC dengan sumber anggaran DFAT, kerjasama kemendikbud dengan kemendesa apakah sudah sejalan dengan hal di atas ? Predrinko bisa diarahkan untuk mendapatkan bahan materi tersebut. 25 orang guru yang sudah dilatih, nama namanya ada di persuratan dir PSD. Tks

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: