Pembangunan dan Kemiskinan di Pedesaan Indonesia – perdesaansehat.com

Pembangunan dan Kemiskinan di Pedesaan Indonesia

Senin, 23 Mei 2016 | 00:3

Yosua Agustin

Oleh Yosua Agustin Tri Putra
Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Universitas Diponegoro.
“Urusan yang belum terselesaikan pada abad ke-21 adalah pemberantasan kemiskinan” Juan Somavia (1995).

Jumlah penduduk miskindi Indonesia hingga kinimasih didominasi oleh masyarakat perdesaan. Hal ini dapat dilihat dari proporsi jumlah penduduk miskin di perdesaan yang mencapai 17,89 juta (62,6%) per September 2015 (BPS, 2016).Kemiskinan di perdesaan ini pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari kondisi pembangunan ekonomi di suatu desa. Semakin termarginalkan suatu desa dalam pembangunan ekonomi maka desa tersebut akan semakin tertinggal dan semakin tertinggal suatu desa maka akan semakin sulitlah penduduk desa tersebut untuk lepas dari rantai kemiskinan.

image1.jpeg

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasibaru saja menerbitkan Permen No 2 tahun 2016mengenai Indeks Desa Membangun (IDM) dimana sesuai Pasal 2 ayat 2 tujuannya adalah sebagai indikator untuk mengukurstatus kemajuan dan kemandirian desa Indonesia.IDM ini merupakan hasil rata-rata dari tiga indikator, yakni Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), Indeks Ketahanan Ekonomi( IKE),dan Indeks Ketahanan Ketahanan Sosial (IKS).Nantinya, indeks ini menjadi acuan untuk mengevaluasi pembangunan di perdesaan Indonesia.

Hasil dari nilai rata-rata IDM desa di Indonesia tahun 2015adalah sebesar0,566. Hasil ini diperoleh dengan rata-rata dari nilai IKL sebesar 0,6473, IKEsebesar 0,4564, dan IKS sebesar0,5931.Hasil IDM tersebut memiliki maka bahwa status perdesaan Indonesia hingga kini masih tergolong ke dalam status desa yang tertinggal. Bahkan,bila dilihat dari sisi ekonomi (IKE), tingkat ketahanan ekonomiperdesaan di Indonesia masihlah dalam status desa sangat tertinggal.

Apabila dilihat dari sisi proporsi,jumlah perdesaan di Indonesia yang tertinggal mencapai 47.045 desa atau sebesar 63,82%. Jumlah ini terdiri dari jumlah desa yang tertinggal mencapai 33.592 desa (45,57%) dan desa yang sangat tertinggal mencapai 13.453 desa ( 18,25%).Dengan kondisi perdesaan Indonesia yang masih didominasi status tertinggal tersebut, tidaklah mengherankan apabila penduduk miskin di perdesaan meningkat sebesar dari 2,99 % bila dibandingkan dengan tahun 2014 (Kemendes, 2015).
Nancy Peluso (1994) pernah menulis sebuah buku yang berjudul Rich Forests, Poor People. Peluso menceritakan fenomena ekonomi perdesaan Indonesia, di mana manfaat ekonomi dan ekologi yang besar dari hutan telah mampu mengangkat harkat kehidupan kaum elit politik dan elit ekonomi, tetapi sama sekali tidak dinikmati oleh lapisan masyarakat yang berada di sekitar hutan. Analogi dari Peluso ini dapat menjadi jawaban fenomenadimana perdesaan di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam tetapi masyarakatnyamasih jauh dari kata sejahterah.

Todaro (2003) menyebutkan bahwa apabila pemerintah ingin mengurangi kemiskinan maka pemerintah haruslah berfokus pada pembangunan di wilayah perdesaan karena di wilayah perdesaanlah banyak bermukim penduduk miskin bukan wilayah perkotaan. Oleh karena itu, pembangunan di Indonesiapada dasarnya baru dapat dikatakan berhasil apabila pembangunan telah menjangkau sebagian besar penduduk di perdesaaan tersebut sehingga masyarakat perdesaan dapat melakukan mobilitas sosial-ekonomi (Yustika, 2015).

Jokowi-JK memberikan harapan baru pada pembangunan di perdesaan Indonesia. Hal ini dikarenakan pada Nawacita yang ketiga disebutkan bahwa Jokowi-JK akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat desa. Hasil dari IDM Indonesia menunjukkan bahwa perlunya pembangunan perdesaan Indonesia dan bukan malah memarginalkannya. Sehingga, pembangunan iyang tidak memarginalkan perdesaan ini nantinya diharapkan akan mengatasi kemiskinan yang selama ni membelenggu masyarakat perdesaan.Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)

Terkait

UU Desa dan NawacitaSabtu, 20 Februari 2016 | 05:29dalam “Artikel”

Salam Kejuangan Nusantara
Desa Membangun Indonesia

Hanibal H
#HibahDiriTukDesa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: