SIMPOSIUM “PERDESAAN SEHAT”, Raker IAKMI, Makasar, Nopember 2016 – perdesaansehat.com

“Untuk Mewujudkan kualitas Kesehatan yang tinggi di seluruh wilayah Indonesia, paling sedikit setara dengan negara negara maju di Asean, maka harus dapat dipasrikan pilihan kebijakan pemerintah telah tepat dengan akar permasalahan dimasing masing wilayah kerja Puskesmas yang memiliki beragam karakteristik wilayah perdesaan (Topogrphi dan Modal Sosial) yang secara langsung menimbulkan tantangan pembangunan kesehatan yang sangat beragam pula. Mempertimbangkan hal tersebut, maka memprioritaskan intervensi pembangunan dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di desa-desa dengan menempatkan Puskesmas sebagai “Konstanta Independent kewilayahannya”.

Sesuai pendapat “Bloom” dimana kondisi kesehatan manusia akan terganggu apabila keterpusahan anatara pembawa penyakit dengan manusia tidak dapat terjaga, akibat perurunan/perubahan kondisi lingkungan. maka bukan hanya pembangunan pelayanan kesehatan saja tetapi memastikan keterjangkauan air bersih, sanitasi dan gizi yang baik harus dapat dipastikan untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Untuk itulah maka Konsep Kebijakan “Perdesaan Sehat” menempatkan 5 Faktor Utama; Dokter Puskesmas, Bidan Desa, Air Bersih, Sanitasi dan Gizi bagi mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan. Sesuai amanat UU Kesehatan dalam meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan setiap individu masyarakat untuk hidup sehat agar tercapai derajat kesehatan masyarakat Indonesia yang sitinggi tingginya yang dapat dicapai (UU No 36, tahun 2009 Tentang Kesehatan), maka paradigma pembangunan berwawasan kesehatan berbasis perdesaan merupakan kebijakan yang sangat tepat.

Memprioritaskan Optimalisasi Peran Jabatan Fungsional Dokter Puskesmas dan Bidan Desa selaku tenaga kesehatan strategis selain Sanitarian dan Petugas Gizi sebagai pelaksana utama pembangunan kesehatan masyarakat dengan fokus utama pada 6 Kegiatan utama Puskesmas (Basic Six) yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan sebagai penerima mandat bagi pelaksanaan tanggung jawab negara untuk “Pelayanan Kesehatan” dalam kerangka pemenuhan hak dasar “sehat” seluruh warga NKRI adalah hal yang harus filaksnakan. Untuk kepentingan harkat dan martabat manusia, maka karakter pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat dibutuhkan juga. Dimana saat ini karakter layanan kesehatan Indonesia diraskan lebih berorientasi pada simbul simbul materialistik, sebagai akibat mahalnya biaya pendidikan kesehatan dan tidak tersedianya pengaturan yang berpihak kepada kesejahteran tenaga kesehatan strategis saat ini.

Pembangunan nasional Indonesia harus juga dapat memastikan keterjangkauan setiap individu terhadap air bersih, sanitasi dan gizi yang baik, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita.

Untuk hal tersebut di atas, maka paradigma pembangunan yang berwawasan kesehatan harus dioperasionalkan dengan basis perdesaan (Puskesmas) seperti yang menjadi kebijakan “Perdesaan Sehat”. yang juga harus memastikan terlaksana dengan baik di setiap desa melalui pelaksnaan pembangunan 50.000 Rumah Desa Sehat bagi sarana kerja Bidan Desa bersama sama masyarakat bagi pelaksnaan 6 kegiatan pokok Puskesamas (Basic Six).

Semoga hal ini akan mampu menjembatani ketimpangan kecepatan peningkatan peserta BPJS dengan lambatnya peningkatan sarana dan kualitas pelayanan kesehatan, sehingga pada tahun 2019, saat universal coverage BPjS tidak berpotensi menimbulkan kegagalan kabinet akaibat kekecewaan masayarajkat pemegang kartu BPJS yang tidak dapat terlayani oleh sarana pelayanan kesehatan yang tersedia, Amin”. – perdesaansehat.com

Keterangan:
Dokter; adalah tenaga Profesional kesehatan yang strategis, yang mampu melakukan upaya peningkatan kesehatan, pencegahan dan pengobatan serta merehabilitasi kesehatan akibat penyakit pada manusia.


Sesuai dengan philosophi “Hypokrates” pada legenda Dewa Aesculap dan Dewi Hygiene, yang menempatkat semangat atas “sumpah Dokter” untuk mengedepankan pemanfaatan Ilmu yang didapatkan atas keikhlasan “Guru” bagi pengabdian pada kepentingan kemanusiaan selama hidupnya.

Hanibal Hamidi
Direktur PSD, Kemendesa PDTT

Salam Kejuangan Nusantara Pembangunan Yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Desa

Hanibal H

Direktorat Pelayanan Sosial Dasar
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Hanibal2464
#HibahDiriTukDesa
Blog; perdesaansehat.com

Comments are closed.

Blog at WordPress.com.

Up ↑