Masyarakat Menikmati Air Bersih Dari Dana Desa – perdesaansehat.com

“Komitmen Menteri Desa, PDTT, Bpk. Eko Putro Sandjoyo terhadap kesejahteraan masyarakat Desa dan Menurunkan jumlah masyarakat desa yang miskin, melalui berbagai program baik dalam fokus upya percepatan meningkatkan  pendapatan keluarga masyarakat Desa melaui gagasan adanya jumlah produksi desa (peternakan, Pertanian dll) yang bernilai ekonomis (Jumlah dan kualitas, Konsistensi) yang dihasilkan dari satu jenis pertanian dan atau peternakan unggulan yang diproduksi masyarakat Desa secara kolektif sehingga akan lebih memastikan bagi daya tarik bagi pengusaha kecil dan menengah tingkat Perdesaan/Kabupaten bagi pemasaran atau pengolahan produk unggulan Desa tersebut, dengan mengoptimalkan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) yang izin operasional kelembagaannya cukup melalui Surat Peraturan Desa yang ditanda tangani oleh Kepala Desa/Kamung/Nagari, serta modal dari sumber Dana Desa sesuai keputusan Muyawarah Desa.

Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan bahwa tingkat kemiskinan berkorelasi negatif dengan tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan (Sri Mulyani Di UI beberapa waktu lalu “Penanganan Kemiskinan Cukup Dengan Fokus pada Isue Kesehatan dan Pendidikan seluruh masyarakat di suatu wilayah, maka dapat dipastikan akan mampu mengendalikan kemiskinan”). Hal ini sejalan dengan publikasi literatur beberapa lembaga pendidkan tinggi berkualitas di beberapa negara maju yang menyatakan bahwa Kualitas Kesehatan dan Pendidikan masuk menjadi Indikator Ekonomi.

Prioritas Nasional Pembangunan 50.000 Rumah Desa Sehat, aktivitas utamanya adalah Pendidikan dan Pemeliharaan Lingkungan hidup, Pengembangan pengobatan dan Obat Tradisional, Kebiasaan Donor Darah, advisor Dokter Komunitas dalam paradigma sehat, Fokus memastikan keterjangkauan air bersih, sanitasi dan Asupan makanan bergizi baik, yang merupakan Domain Masyarakat yang didukung oleh Pelayanan Kesehatan (6 Kegiatan Dasar Puskesmas) “Dokter Komunitas” dan “Bidan Desa” yang ramah pada Masyarkat Desa.

Untuk efektifitas pencapaian 9 tujuan UU Desa dalam jangka panjang melalui percepatan pencapaian sasaran strategis jangka menengah tahun 2019 Agenda Nawa Cita 3, Membangun Indonesia dari Pinggiran (Desa dan Daerah), Pengentasan paling sedikit 5000 Desa Tertinggal dan mewujudkan 2000 Desa Mandiri Berdasarkan Peraturan Menteri Desa, PDTT no 2 tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun, dimana salah satu indikator strategis dari 54 Indokator IDM adalah Air Bersih. Arahan Menteri Desa betapa pentingnya air bersih bagi masyarakat Desa, akan meraih beberapa Dampak sekaligus baik bagi kesejahteraan masyarakat Desa, Penurunan Kemiskinan, peningkatan potensi penambahan pendapatan mayarakat Desa serta meningkatkan kepastian pencapaian kinerja kelembagaan jangka menengah tahun 2019 yang pelaksanaan kebijakan tersebut di Desa akan dioptimalkan oleh Lembaga Masyarakat Desa, Balai Rakyat (Peran layaknya SKPD Di Kabupaten/Provinsi dalam fungsi “DELEVERI POLICY), yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, PDTT untuk mendukung Pelaksnaan tugas Pemerintahan otonomi Desa dalam melaksanakan kewenagan lokal skala Desa dan Asal Usul dan pemanfaatan Dana Desa bagi Desa Memebangun)

Semoga Kecerdasan, Komitmen dan semangat tak kunjung lelah Bapak Eko P Sandjoyo, Menteri Desa, yang telah mendorong motivasi seluruh pihak bagi Pembangunan Desa Sesuai Amanah UU Desa dapat kita dukung bersama,  Amin.  – perdesaansehat.com

HanibalHamidi

#HibahDiriTukDesa



09FEB

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat meninjau pemanfaatan dana desa untuk pipanisasi air bersih di Kabupaten Flores Timur, NTT. (foto:humaskemendespdtt)

KORPRI.ID Keberadaan dana desa secara bertahap telah mampu membangun desa tertinggal di Kabupaten Flores Timur. Krisis air bersih yang terjadi selama ini di Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, kini teratasi dengan adanya pipanisasi yang sumber pendanaannya berasal dari dana desa. Masyarakatpun kini tak lagi merasakan kesulitan air bersih.

Hal tersebut dikatakan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat meninjau pemanfaatan dana desa di Desa Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis (9/2/2017).

Menurut Eko para kepala desa harus bisa memanfaatkan bantuan dana desa bagi kemajuan desa-desa mereka. Manfaatkan seefektif mungkin dana desa yang ada bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Dikatakannya, pembuatan pipanisasi di Desa Wailolong menjadi bukti, dana desa mampu dimanfatkan bagi kepentingan masyarakat. Jika ini terus dilakukan dengan baik dan benar, serta tepat sasaran , bukan mustahil dana desa mampu mensejahterakan masyarakatnya.

Sementara itu Kepala Desa Wailolong, Yoseph Pehan Hurint, mengatakan dengan adanya dana desa masyarakat senang karena ada air bersih. Masyarakat sangat membutuhkan itu. Saat ini baru satu jalur. Ke depan direncanakan pipanisasi dialirkan ke rumah-rumah warga.

DikatakanYosep, anggaran dana desa 2016 lalu digunakan untuk membangun pipanisasi jaringan air bersih dengan biaya sebesar Rp 150 juta. Pipa ini dibangun sepanjang 5.000 meter dari pusat mata air. Selain itu, warga juga memanfaatkan dana desa untuk membangun parit sepanjang 540 meter dengan anggaran Rp 80 juta. Pengerjaannya pun dilakukan secara swadaya.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya, menurut Yoseph adalah dibangunnya Balai Rakyat atau Balai Desa yang juga dibangun dengan dana desa. Balai rakyat , katanya tidak hanya menjadi ruang pertemuan, balai rakyat juga kerap digunakan sebagai Posyandu, Polindes, tempat penyuluhan, hingga aktivitas lainnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Eko yang meninjau pemanfaatan balai rakyat di Desa Wailolong, menyarankan agar sarana milik desa ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi warga.

“Balai rakyat bisa jadi rumah sehat. Tidak hanya itu, dengan adanya proyektor, warga bisa nonton di balai rakyat. Lalu ibu-ibu bisa jualan di sekitar sini. Ekonomi bergerak, kas desa bertambah. Presiden peduli daerah tertinggal,” katanyan pula.

Untuk tahun 2017 ini, Desa Wailolong yang terdiri dari 375 kepala keluarga ini merencanakan akan membangun gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Masyarakat Akhirnya Menikmati Air Bersih Dari Dana Desa – Korpri Online Nasional from Eko Putro Sandjojo’s Tweet

Download the Twitter app

Salam Kejuangan Nusantara
Desa Membangun Indonesia

Hanibal H
#HibahDiriTukDesa

One thought on “Masyarakat Menikmati Air Bersih Dari Dana Desa – perdesaansehat.com

Comments are closed.

Blog at WordPress.com.

Up ↑