Society 5.0 Jepang~Indonesia 4.0 – perdesaansehat.com

“Masa mellenia datang serta merta, Interaksi sosial Dunia berbasis digital, yang menurunkan makna ruang dan waktu, sungguh menjadikan ketidakpastian eksistensi Negara dan Bangsa, apabila sejak saat ini tidak tersedia “Grand Strategy” Pembangunan Nasional 50-100 tahun ke Depan yang terbagi dalam 20 tahunan yang berbasis Digital.

Paradigma Smart Village Indonesi; Jadikan pemanfaat terbesar adalah warga Desa, sekaligus Pewarna Sosial Dunia Digital adalah kearifan lokal Desa”. – perdesaansehat.com

HanibalHamidi
#HibahDiriTukDesa

Society 5.0 (Jepang)
& Indonesia 4.0

Suhono H. Supangkat

Disaat melakukan rangkuman tentang karakteristik anak muda Indonesia yg dipengaruhi oleh hadirnya TIK dan menghubungkan dengan tantangan Indonesia kedepan (Indonesia 4.0), kami di ITB ketamuan rombongan kantor Sekretariat Kabibet Jepang yang menangani STI ( Science, Technology and Innovation).

Mereka datang memaparkan tentang fokus pembangunan ekonomi Jepang yang saat ini terengah-engah.
Target ukuran “ekosistem” yang di acu kedepan mereka menamakan Society 5.0 yaitu suatu masyarakat yg secara “sophiticastedly” mengintegrasikan antara Cyber space dan Physical Space.

Mereka merencanakan membuat nilai baru untuk pengembangan Industri masa depan dan transformasi sosial.

Tetapi kehidupan orang tetap menjadi pusat perhatian (human centered society).
Dengan target GDP sekitar 600 Triliun Yen (70 000 T), Jepang terus mengupayakan strategi nya melalui Abenomics dll nya.

Pembangunan Platform berbasiskan TIK sedang disiapkan melalui 11 project CPS ( Cyber Physical Systems).

Selain platform juga dikembangkan suatu struktur sistem dan teknologi dasar baik dari material , sensor, IoT, Big Data hingga sektor sektor penting secara terintegrasi.

Untuk integrasi dibentuk juga suatu program SIP( Strategic Innovation Program) terhubung antar kementrian. Maklum di Jepang juga ada “abuse sectoral”.

Terkait dengan Disruptive Technology mereka menyiapkan program IMPACT (Impulsing Paradigm Change Through Disruptive Technologies Program).
Ini mungkin penyiapan tentang Persuasive Technology, suatu teknologi merayu untuk melakukan perubahan.

Jika Jepang sedang fokus dengan menyiapkan Industri Pendukung menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Indonesia dengan berbagai tantangannya memilih pembangunan infrastruktur sebagai landasan dan arus utama kedepan, berbagai projek pembangunan jalan, Kereta Listrik Cepat, jalan Toll, Pelabuhan, Palapa Ring dll.

Namun masih ada pertanyaan dari berbagai kalangan, bagaimana dengan pembangunan Industri dan penyiapan masyarakat seperti penyiapan program bonus demografi yang notabene akan diisi generasi Millennial.

Indonesia 4.0, bonus demografi dengan karakter generasi millenneal perlu menjadi perhatian, tidak hanya menjadi konsumen tetapi harus bisa menjadi produsen untuk peradaban yg lebih baik.

Merubah dari pola pikir dan perilaku dari masyarakat konsumen ke masyarakat produsen tidaklah mudah.
Apalagi di era tidak kelihatan ini.

Lawan lawan tidak kelihatan melalui bala tentara bisnis cyber space spt Gojek, Uber, Fintech dll perlu diantisipasi dan ditanggapi dengan baik.

Program Strategi Inovasi menjadi kunci daya saing kedepan. Transformasi digital baik dari sisi orang, teknologi hingga tata kelola atau bisnis model seyogyanya ditumpangkan dalam pembangunan infrastruktur sehingga lebih bermakna dan tepat guna.

Salam Kejuangan Nusantara
Desa Membangun Indonesia

Hanibal H
#HibahDiriTukDesa

Comments are closed.

Blog at WordPress.com.

Up ↑