Dit. PSD Kementerian Desa PDTT Melalui Program GSC, Menggandeng Kemenkes dan MCAI Untuk menurunkan kasus Stunting Di Desa melalui Kegiatan PKGBM dan STBM  –  perdesaansehat.com

“Dit PSD, Dirjend PPMD, Kementerian Desa PDTT dalam kerangka optimalisasi implementasi UU Desa, bagi pencapaian sasaran strategis Genda Nawa cita 3 tahun 2019, Mengentaskan paling sedikit 5000 Desa Tertinggal dan mewujudkan 2000 Desa Mandiri.

Pada tahun 2015-2016, Dit PSD melalui pengembangan peogram GSC, Telah berhasil melaksanakan upaya Percepatan Peningkatan Kualitas Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Bayi dan Balita, serta upaya percepatan peningkatan capaian PAUD berkualitas bagi anak-anak usia Dini di Desa yang berkorelasi kuat dengan indikator indikator Indeks Desa Membangun (IDM- Intrumen kendali manajerial percepatan pembangunan kemandirian desa- PermenDesa, PDTT no 2 tahun 2016 tentang IDM) di 11 Provinsi, pada 66 Kabupaten di 5753 pad tahun 2015 dan 2016 serta rencana tahun 2017, melalui instrumen fasilitasi koordinasi dan intervensi Pembangunan kualitas Kesehatan dan kualitas pendidikan masyarakat desa, dalam Program Generasi Sehat dan Cerdas.

Program GSC dibiayai oleh Pemerintah RI dan lembaga WB yang mana gagasan konsepsional serta tujuan Program GSC, menyertakan juga Peran Kemenkes dan MCAI, khusunya untuk mendukung suksesnya kegiatan pada isue Penurunan kasus “STUNTING” melalui optimalisasi peran masyarakat desa dalam kesehatan dalam kegiatan STBM (sanitasi total berbasis masyrakat) dan PKGBM (Program Kesehatan dan Gizi berbasia masyarakat).

Selain itu Program GSC pada isue peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Desa, mendapat dukungan dari DFAT dan Kemendikbud bagi pelaksanaan Pilot PAUD Desa di 25 Kabupen Lokasi GSC dalam kerangka percepatan keterjangkauan guru PAUD di Desa, sesuai harapan sekaligus arahan Ibu Presiden Jokowi , Ibu Hj. Iriana Joko Widodo untuk memastikan setiap Desa tersedia guru PAUD sehingga setiap Desa dapat melaksanakan PAUD bagi setiap anak usia dini di Desa. Pada tahun 2016 kegiatan Pilot PAUd Desa tsb telah menghasilkan 7.500 Guru PAUD Desa melalui pola pelatihan berjenjang Guru PAUD desa yang diharapkan akan menjadi 15.000 Guru PAUD Desa pada akhir tahun 2017.

Hasil kerja KemenDesa, PDTT sebagai penaggung jawab pencapaian sasaran strategis nawa cita 3, bersama sama semua pihak terkait lainnya (Kemendagri, Kemnkes, Kemendikbud dll) pada tahun 2017 awal telah mengahsilakan kinerja pembangunan Desa dalam Agenda Nawa Cita 3, berdasarkan survey pembaharuan data IDM di 4345 Desa, terjadi peningkatan signifikan perbaiakan kemandirian Desa melalui indikator indikator IDM. Yang bila dirasionalisasikan secara nasional telah terjadi peningkatan pengentasan lebih dari 1000 Desa Tertinggal dan mewujudkan penambahan Desa Mandiri lebih dari 500 Desa.
Hal ini merupakan dampak dari transfer Dana Desa, dan penggunaan prioritasnya melalui Peraturan Menteri Desa setiap tahun serta peran seluruh pemangku kepentingan terkait yang berpihak pada pembangunan Desa serta partisifasi masyarakat Desa yang meningkat akibat adanya 2 kewengan pemerintahan Desa yang tidak terpisah dari mayarakat Desa nya sendiri.

Di masa mendatang semoga akan lebih baik lagi kemajuan kemandirian Desa sesuai arahan Presiden Jokowi saat Ratas Percepatan Pembangunan Desa beberapa hari lalu. Memastikan adanya perencanaan dan pelaksnaan kebwrpihkan pembangunan Desa oleh seluruh kementerian sektoral terutama bagi pelaksnaan SPM masing masing melalui pemerintahan otonomi seluruh level (Pusat, Provinsi dan Kab/kota)/ pardigma “Membangun Desa” yang terintegrasi dengan Rencana dan pelaksnaan pembangunan Desa dg “Desa Membangun”, yang difasilitasi oleh instrumen faslitasi koordinasi dan intervensi Percepatan Pembangunan Kemandirian Desa berbasis IDM diharapkan mempercepat hasil dan atau Pembangunan Desa, khusunya pada percepatan penurunan kemiskinan, percepaan kesetaraan kesejahteraan Desa-Kota serta Percepatan pertumbuhan ekonomi Desa dan persesaan sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.- perdesaansehat.com

HanibalHamidi
Dit. PSD





Dinas Kesehatan Majene Gelar Pelatihan Pemicuan STBM – PKGBM MCA-Indonesia

Oleh
titahtimur

17 Maret 2017 75
0

Foto, Dinkes Kab. Majene gelar pelatihan pemicuan STBM Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) MCA-Indonesia untuk menurunkan angka Stunting

MAJENE, titahtimur.com – Dinas Kesehatan Kab. Majene gelar pelatihan pemicuan STBM Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) MCA-Indonesia untuk menurunkan angka Stunting. Jumat, 17 Maret 2017.

Pembangunan kesehatan dalam periode tahun 2015 – 2019 difokuskan pada empat program prioritas yaitu penurunan angka kematian ibu dan bayi, penurunan prevalensi balita pendek (stunting), pengendalian penyakit menular dan pengendalian penyakit tidak menular. Upaya peningkatan status gizi masyarakat termasuk penurunan prevalensi balita pendek menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional yang tercantum di dalam sasaran pokok Rencana Pembangunan jangka menengah. Target penurunan prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak baduta (dibawah 2 tahun) adalah menjadi 28% (RPJMN, 2015 – 2019).

Keadaan sanitasi dan higiene, khususnya kebiasaan buang air besar dan cuci tangan pakai sabun, telah terbukti secara meyakinkan berpengaruh terhadap stanting., Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan prevalensi stunting keluarga dengan kondisi sanitasi memadai (menggunakan jamban sehat) sebesar 23,9%, sedangkan untuk keluarga dengan kondisi sanitasi buruk (tidak menggunakan jamban atau menggunakan jamban tidak sehat) sebesar 35,5%. Dari sisi perilaku pengolahan air di rumah tangga, prevalensi stanting keluarga yang menggunakan air diolah sebesar 27,3% sedangkan keluarga yang menggunakan air tidak diolah sebesar 38,0%.

Riset Kesehatan Dasar 2013 yang dilansir Menteri Kesehatan menunjukkan prevalensi “stunting” anak Balita di Sulawesi Barat mencapai 48 persen. Posisi ini kedua yang tertinggi di Indonesia, sehingga dipandang perlu untuk memberikan perhatian khusus untuk mengantipasi. Kabupaten Majene sendiri paling tinggi se-Sulawesi Barat angka mencapai 50 % sudah terjadi penurunan angka stunting yang semula mencapai 54 % trendnya dari tahun ketahun terjadi penurunan. Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menggelar pelatihan pemantapan pemicuan STBM tingkat kecamatan yang dilaksanakan di Hotel Villa Bogor Majene tanggal 16 – 21 Maret 2017, atas kerjasamaa dengan MCA-Indonesia melalui Program Kesehatan dan gizi berbasis Masyarakat (PKGBM).

Pertemuan dibuka secara resmi oleh sekretaris dinas kesehatan Kabupaten Majene bapak Drs Munawar, M. Kes, yang dihadiri oleh Tim Teknis Program PKGBM, Fasilitator Pelatih PNS dan Non PNS, pendamping kesehatan Kabupaten PKGBM Nurbayani, SKM dan pendamping kesehatan Provinsi Andi Irfanji, SKM, M. Kes. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa “Manfaatkan waktu pelatihan ini guna menimba ilmu dari para fasilitator yang ada, target daripada program kesehatan dan gizi (PKGBM) adalah untuk menurunkan angka stunting yang erat hubungannya dengan sanitasi. Tentunya ini adalah menjadi perhatian pemerintah daerah Kabupaten Majene, ujar mantan Kepala Bidang Dinas Pemberdayaan Perempuan nan Perlindungan anak ini.

http://www.titahtimur.com/2017/03/17/dinas-kesehatan-majene-gelar-pelatihan-pemicuan-stbm-pkgbm-mca-indonesia/

Salam Kejuangan Nusantara
Desa Membangun Indonesia

Hanibal H
#HibahDiriTukDesa

Comments are closed.

Blog at WordPress.com.

Up ↑