Korpri Online-Program GSC Solusi Sistematis Wujudkan Desa Mandiri- perdesaansehat.com


“Rapat Koordinasi Nasional 11 Provinsi Lokasi PSD-GSC yang dilaksanakan 5 hari dibuka oleh Sekjend. Kementerian Desa, PDTT, Yth. Anwar Sanusi, untuk memastikan terlaksnanya STRATEGI EKSIS nya GSC pada tahun 2017. Hal ini ditandai dengan Peningkatan Kapsitas Lembaga BALAI RAKYAT & Prioritas Nasional RUMAH DESA SEHAT yang cukup siap untuk melanjutkan pelaksanaan praktik praktik baik selama ini yang diaksnakan oleh Fasilitator dan kader GSC serta seluruh masyarakat Desa, dalam memastikan seluruh Janin dalam kandungan ibu hamil, bayi, Balita dan anak keluarga miskin di 5798 Desa sasaran program Pemberdayaan kesehatan dan pendidikan yang belum mendapat pelayanan dari pemerintah secara minimal sekalipun, dapat terlayani dengan dukungan program GSC.

Dengan capaian jumlah sasaran sebnyak 5 Juta sasaran pada tahun 2025 dan 2016 di 66 Kabupaten tersebut, Kegiatan yang dibiayai oleh HIBAH WB, MCAI, DFAT dan Pemerintah melalui Kementerian Desa PDTT yang dipercayakan pada Direktoran Pelayanan Sosial Dasar, Dirjend PPMD, diharapkan akan berlontribusi secara maksimal pada pemcapaian sasaran prioritas agenda Nawa Cita 3, Membangun Indonesia dari Pinggiran, yaitu pengemtasan paling sedikit 5000 Desa Tertinggal dan mewujudkan 2000 Desa Mandiri pada tahun 2019.

Program PSD-GSC tidak mengenal “exit strategy”, dengan semangat bahwa keggiatan GSC yang baik selama ini akan terus dilaksnakan oleh Lembaga Balai Rakyat dan Rumah Desa Sehat yang merupakan lembaga yang ditetapkan melalui Peraturan Desa melalui Musyawarah Desa dengan mengoptimalkan aset desa bagi Desa Membangun Kemandiriannya.

Selain upaya memastikan pelaksnaan pemberdayaan kesehatan dan pendidikan di Desa telah dipastikan melalui Balai Rakyat (BR) untuk pendidikan dan Rumah Desa Sehat (RDS) untuk kesehatan, eksistensi GSC akan ditentukan juga terwujudnya dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) PSD sitingkat Kabupaten, Provinsi dan Rencana Aksi Sektor terkait (RAS) untuk di tingkat Pusat.

Eksistensi Kegiatan PSD-GSC di Desa yang termuat dalam RADes melalui rencana kerja BR dan RDS yang diintegrasikan oleh komitmen Pemda terkait melalui RAD PSD di lokasi sat ini, untuk konsepsi program juga harus bermethamorphose (berkembang) dengan fokus pada penguatan kapasitas kelembagaan di Desa dan Kabupaten perbatasan, indonesia timur atau daerah kepulauan sebagai lokasi Prioritas yang nantinya ditetapkan lokasi PSD-GSC Fase kedua, yang semuanya termuat dalam “Consept Note” yang akan diajukan ke Bappenas.” – perdesaansehat.com

HanibalHamidi
Eksecuting Agency PSD-GSC


Program GSC Solusi Sistematis Wujudkan Desa Mandiri

  • Nasional
  • Ibrahim Ajie
  • Jumat, 19 Mei 2017 03:00 PM
  • 233

Program GSC Solusi Sistematis Wujudkan Desa MandiriIlustrasi, Murid SD yang mewakili generasi sehat cerdas. (Foto: Istimewa)

KORPRI.ID, JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berupaya mengoptimalkan program Generasi Sehat Cerdas (GSC) di setiap daerah. Gerakan di tingkat desa tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memastikan pemenuhan layanan dasar yang berkualitas di tiap desa untuk terwujudnya desa mandiri.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Generasi Sehat dan Cerdas 2017 di Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Pihaknya pun mengaku bangga dengan apresiasi yang diberikan World Bank terhadap program yang berada dalam naungan Direktorat Pelayanan Sosial Dasar, Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kemendes PDTT ini. Apresiasi tersebut, kata Anwar, adalah buah karya dari apa yang dilaksanakan selama ini.

“Terus terang, dalam pandangan World Bank, GSC ini dianggap suatu program yang sangat berhasil. Keberhasilan inilah wujud karya kolaborasi yang sinergis kementerian lintas sektoral dalam melaksanakan GSC,” kata Anwar.

Dirinya pun berharap, melalui rakornas ini dapat menghasilkan pemikiran yang konstruktif dan operasional. Pengalaman yang dimiliki sejak 2007 silam, lanjut dia, menjadi bekal optimisme tata kelola program GSC makin baik lagi.

Ia menyebut, program ini merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan yang secara khusus mengintervensi bidang kesehatan dan pendidikan.

Dikatakannya, masyarakat dapat memanfaatkan Dana Desa untuk membiayai kegiatan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa. Seperti pembangunan atau rehabilitasi poskesdes, polindes, sanitasi dan air bersih, fasilitasi program kependudukan sesuai hasil keputusan dalam musyawarah desa.

Sementara terkait kelemahan yang terjadi di tahun sebelumnya, Anwar mengajak seluruh pihak bisa meminimalisir di tahun anggaran 2017 ini.

“GSC ini menjadi harapan kita untuk berkontribusi menyongsong generasi yang sehat dan cerdas. Program ini sangat mulia, secara tidak langsung kita memegang mandat ilahi, untuk mewujudkan anak cucu kita memiliki mental yang berkualitas dan berdaya saing,” imbuhnya.

Program GSC, lanjut dia, merupakan solusi tersistematis antara pusat dan daerah untuk meminimalisir catatan World Bank terkait 37 persen anak Indonesia dalam kondisi tidak berkembang secara optimal atau stunting.

Hal tersebut menurut Anwar bisa menjadi tragedi jika tidak ada solusi yang bermanfaat bagi bangsa ini. “Solusinya melalui GSC ini. Untuk itu diperlukan target yang terukur, dan memiliki nilai manfaat di kemudian hari dan bisa mencatatkan peninggalan untuk perbaikan bangsa,” urainya.

Mengenai implementasi program, Anwar mengharapkan dikawal secara tata kelola yang baik, efektif, efisien dan akuntabilitas.

Sebagai informasi, Kemendes PDTT juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membangun 50 ribu Rumah Desa Sehat. Program tersebut merupakan fasilitasi layanan kesehatan dasar sebagai pelaksanaan pembangunan berwawasan kesehatan tingkat desa. Tujuannya, untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa. Selain itu, Rumah Desa Sehat juga dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan dan berfungsinya dokter komunitas, bidan desa, keterjangkauan air bersih, keterjaminan sanitasi dan kualitas gizi.

Indikator yang ingin dicapai, yaitu menurunnya kasus kematian ibu, menurunnya kasus gizi buruk, penyakit menular dan tidak menular, dan menurunnya kasus narkotika dan obat terlarang. [Puji Christianto]

https://www.korpri.id/berita/5218/program-gsc-solusi-sistematis-wujudkan-desa-mandiri

Salam Kejuangan Nusantara
Desa Membangun Indonesia

Hanibal H
#HibahDiriTukDesa

Comments are closed.

Blog at WordPress.com.

Up ↑