400 juta orang masih kekurangan akses terhadap layanan kesehatan esensial secara Global

400 juta orang masih kekurangan akses terhadap layanan kesehatan esensial. Di antara keluarga berpenghasilan rendah dan menengah, 6 persen orang terdesak ke dalam kemiskinan ekstrim atau berada di sana dengan pengeluaran layanan kesehatan.

Konsensus politik internasional yang berkembang muncul seputar jangkauan kesehatan universal. Sejak dia mengambil alih sebagai direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia pada bulan Juli, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus telah menempatkan UHC di puncak agendanya. Para pemimpin G20 Memuji UHC dalam pidato akhir mereka dari pertemuan tahun ini di Hamburg, Jerman. Dan tujuan pembangunan keberlanjutan menyerukan akses terhadap layanan kesehatan tanpa kesulitan keuangan. 

Namun saat isu tersebut mendapat perhatian di tingkat tertinggi, 400 juta orang masih kekurangan akses terhadap layanan kesehatan esensial. Di antara keluarga berpenghasilan rendah dan menengah, 6 persen orang terdesak ke dalam kemiskinan ekstrim atau berada di sana dengan pengeluaran layanan kesehatan. 

Dr. Rüdiger Krech, direktur sistem dan inovasi kesehatan WHO, mengatakan bahwa mengatasi hambatan untuk memberikan perawatan medis dasar tidak hanya memerlukan komitmen politik tapi juga kolaborasi global, implementasi kebijakan, dan tindak lanjut yang berkelanjutan. Dia berbicara kepada Devex tentang kedua tantangan tersebut dan bagaimana hal itu harus ditangan.

Untuk selengkapnya dapat dibuka pada Link Berikut

Kiriman sahabat Prof. Chandra Yoga.

Tokoh Kesehatan Nasional yang sedang bertugas di WHO

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: