Pembangunan Kewarganegaraan melalui peningkatan kualitas keluarga

Masih Draft … proses penyempurnaan …..

Menyadari bahwa saat ini dunia memasuki transformasi tahap 4, akibat kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang komunikasi, yaitu “instrumen bantu inter aksi sosial berbagai dimensi kehidupan”, yang dikenal dengan “Digital”, setelah bahasa, tulisan, Fhotocopy (Mekanik/Elektronik). Dimana perkembangan kehidupan manusia sebagai mahluk sosial, mengalami perubahan yang sangat ekstrim, akibat adanya kecenderungan “fungsi ruang dan waktu” sangat minimal. Semuanya bermuara pada banyaknya kemungkinan “nilai” diantara nilai 0 (Nol) dan 1 (Satu), mendekati makna “tidak terhingga”. Akibatnya dinamika kemungkinan perkembangan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung pada semua dimensi kehidupan, sangat sulit diprediksi, baik pola maupun kecepatan perubahannya. Sehingga sangat sulit untuk mempersiapkan antisipasinya.

Kita harus memastikan negara yang kita wariskan kepada generasi “Mellenia Indonesia” adalah negara yang memiliki sistim yang “Rigid, visioner dan berkarakter budaya Nusantara yg Agung dan Tangguh dalam tata kelola interaksi yang saling meningkatkan “nilai” antara Penduduk, sumber daya alam lingkungan dan Pemerintahan, melui implementasi nilai nilai pancasila (1-4) dalam kehidupan bernegara dan berbangsa sebagai warga negara yang  dibuktikan melalui segera terwujudnya Sila Kelima. Untuk itu prasyaratnya adalah “Manusia Indonesia yang seutuhnya (harkat & martabat sebagai “kalifah di muka bumi”), sehingga ekspresi “kedaulatan rakyat” nya tidak “keliru” terus menerus.

Mewariskan negara yg memiliki sistem tata kelola negara yg mumpuni dan visioner (era digital) disertai kualitas generasi mendatang yang berkarakter Agung dan Tangguh , agar dipersiapkan saat ini juga melalui penyusunan draft RPJMN 2020-2024, dan RPJPN 2025-2045, melalui kendali draft Visi & misi Semua Capres 2019,merupakan langkah cerdas dan bijak.

Dalam pemikiran inilah yg mendasari pemilihan siapa sebaiknya presiden mendatang.

Catatan era generasi ke milenial yang bergantung dengan teknologi dalam segala aspek kehidupannya seperti halnya bite komputer antara angka 0 dan 1 tidak lebih ;

  1. Terlalu sulit prediksi kedepan, karena terlalu banyak peluang dinamika yang berkembang dalam pola interaksi masyarakat sehingga tidak ada satu negara manapun yang menyatakan mampu melihat ke depan lebih dari 15 tahun mendatang.
  2. Lemahnya komitmen nasionalisme kenegaraan, karena sesunggunya saat in mereka lebih banyak waktunya sebagai penduduk dunia secara aktif (melalui akun media sosial dunia yang dimiliki), dibandingkan sebagai warga NKRI.
  3. Rekomondasi

A.  perkuat nasionalisme visioner generasi mendatang (usia 0 – 25 tahun) melalui Kualitas keluarga/Kualitas perempuan sebagai basis utama pembangunan kewarganegaraan, bukan jargon atau “romantisme masa lalu” (dalam buku atau pengalamannya).visi yang berfokus pada eksiatensi Indonesia melalui industri berbasis agraris (darat & laut).
B)Adanya sistem tata kelola negara yg mengacu konstitusi
C) Penegakkan hukum

HH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑