STANDAR FASE DALAM KURFA PERJALANAN HIDUP

EEE YANG AYAH DAN IBU CINTAI

ayah ingin kalian memahami dan meyakini bahwa fase kehidupan yang pasti kita alami di dunia yang “fana” ini yg dimulai proesesnya Pra kehidupan-Mati, bagi semua manusia secara umum adalah;

1)Janin-bayii dalam kandungan- LAHIR,

2)Bayi-anak-Remaja,

3)Dewasa,

4)Tua dan

MATI.

Pada semua fase tersebut, bila Allah SWT menghendaki, manusia akan “diuji” atas kemampuannya dalam mengelola semua potensi dirinya (Fikiran, hati dan kesehatan fhisik) sehingga mampu merencanakan, menetapkan dan melaksanakan semua kehidupan yang diputuskan oleh DIRI KITA SENDIRI dan bila Allah SWT mengijinkannya.

Peran orang tua pada prinsipnya adalah “MENGANTARKAN” kalian selama kalian butuhkan dan Allah SWT ijinkan.

Pada setiap fase tersebut yang bersamaan dengan proses pertumbuhan (fhisik) dan perkembangan (emosi, kematangan berfikir, ekspresi cinta dan kasih sayang) manusia sejak janin-tua, yang umumnya memiliki karakter tantangan, tanggung jawab dan kemampuan sesuai kondisi masing-masing dan situasi sosial lingkungannya (keluarga, teman, lungkungan dll)

Untuk meraih “keberhasilan”, sangat tergantung dari ukuran (cara pandang hidu) yg kita tetapkan untuk menjadi acuan kita dalam kehidupan.

1) Acuan hidup Yang ideal adalah “ukuran moral keagamaan”, itu berarti ukurannya adalah “Alquran dan ketauladanan Nabi Muhammad SAW”. Praktisnya adalah ukuran hidup berdasarkan Apa yang dilarang dan apa yang diperintahkan Allah SWT .

2) Acuan lainnya adalan acuan sosial (peradaban/budaya) yaitu “eksisitensi kita” dimana kta berada. Apa yg benar/baik untuk dicapai (ukurannya adalah jabatan, kekayaan, ketokohan, kesehatan dll)

Dari kedua acuan hidup tersebut, yang utama ayah berpesan pada kalian adalah “rasa bahagia” kalian masing masing dalam menjalankan hidup ini. Yang sangat ditentukan oleh semua ukuran yang kalian pilih (cara pandang hidup) yang akan tersimpan dalam “back maind” kalian sesuai motivasi hidup kalian yang kalian tetapkan sendiri.

Untuk itu ayah berpesan yang dapat kalian jadikan “refresensi hidup”;

1) Optimallah pada semua fase kehidupan dengan cara; a) pada fase 1 dan 2, sebelum dewasa , nikmati kehidupan kalian tanpa beban tanggung jawab dengan terus belajar dan ikuti nasihat yang baik dari orang tua dan guru kalian. b) pada fase 2 (dewasa 17-60), jalankan hidup penuh tanggung jawab secara maksimal, terutama sebagai orang tua bagi anak anak, peran sosial lingkungan hidup (tetangga atau lingkungan kantor/negara/bangsa), dan peran sebagai umat Islam. selain tanggung jawab sbagai anak bagi orang tuanya, kakak/adik bagi saudaranya dll.

Semua fase tersebut “pasti” terjadi. Tantangan besarnya adalah proses perubahan fase yg kita alami. Bgmn kesiapan kita masing masing saat bayi menjadi anak anak- kemudian menjadi dewasa dan setetusnya secara optimal.

Saat ini kalian semua sedang berprose untuk menjadi “dewasa”. ini adalah fase yg sangat penting untuk keberhasilan fase berikutnya. Untuk itu ayah ingin pastikan ayah dan ibu selalu ada untuk kalian saat membutuhkan terutama dalam mengambil keputusan dalam memilih langkah kehidupan. Ayah siap kapanpun kalian perlukan untuk diskusi atau lainnya.

Yang utama, ayah ingatkan bahwa; 1) Semua fase tersebut akan terjadi dan tidak bisa ditunda atau dihindari. 2)Setiap pergantian fase dibutuhkan komitmen dan upaya serius dalam melaksanakannya. Semuanya membutuhkan; INTEGRITAS, KEJUJURAN, KONSISTENSI, KSATRIA (Gantle), TIDAK SOMBONG dan UPAYA MAKSIMAL DALAM MEMPERSIAPKAN DIRI DALAM MERAIH CITA CITA, JUGA IKHLAS MEMJALANI KEHIDUPAN YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH SWT UNTUK KITA SEBAGAI HASIL USAHA KERAS KITA KARENA ALLAH SWT lah yang mengijinkan semua kejadian yang kita alami, yang penting kita harus mendapatkan hikmah atas semua kejadian yang kita alami (baik/buruk/senang/sedih) karena kita akan diuji untuk kehidupan berikutnya setalah mati.

tuntutan untuk “move on” setiap fase itu tidaj mudah tapi kita bisa persiapkan dengan baik. Edo telah meraskannya dan cukup berhasil. Bisa Evan dan Elang jadikan referensi.

Ayah dan ibu juga sedang berproses untuk fase tua dan mati. Kita semua bisa saling menghargai, saling mebantu, saling terbuka dan saling mendoakan .., karena pada dasarnya kita hidup (lahir) dan kita pertanggungjawabkan kehidupan kita setelah mati nantinya adalah “sendirian”. Kita harus tanggung jawab sendirian atas dosa dan kebaikan kita perbuat di dunia, yang lainnya hanya bisa meringankan dosa kita saja. sesuai sengan “prinsip keimanan” adalah antara kita “masing masing” (individual) dengan sang khalig.

Ayah dan Ibu mendoakan kalian “sukses” dalam menjalani hidup yang tidak mudah ini nak, ayah dan ibu yakin kalian akan jauh lebih bahagia dari kami, Amin.

ingat hidup hanyalah singkat dan sementara, jadilah dewasa dan bijaksana, berbahagia karena ikhlas dan selalu bersyukur apapun yang terjadi yang Allah berikan, walau terkadang tidak sesuai dengan harapan dan upaya keras yang kita lakukan. percayalah Allah SWT memberikan yg terbaik pada kita selama kita mejalankan perintah Nya. Ingatlah bahwa tidak semua manusia memiliki fungsi dan tugas hidup secara sosial yang sama. Yang penting berusaha melakukan semampu yang kita dapat lakukan dalam mencapai apa yang kita yakini akan bermanfaat bagi agama, bangsa, negara, lingkungan, keluarga dan diri kita sendiri layaknya “pemimpin di muka bumi” yang hidup ribuan tahun, sekaligus menyadari kita sebagai mahluk ciptaanNya yang siap kapanpun dipanggil kembali ke haribaanNya. Apapun yang terjadi sebagai hasil usaha kita, terimalah dengan ikhlas kerena yakinlah bahwa semua atas izinNya, dan teruslah menyadari akan hikmah di balik kejadian tersebut.

Bahagialah karena kita bersyukur dan menerima apapun yang diberikan Allah SWT pada kita, bukan kita harus bahagia karena mendapatkan semua yang kita inginkan.

Begitulah konsep hidup dalam Islam, simana kita sebagai manusia yang merupqkan salah satu mahluk ciptaan Tuhan. Sesuai Alquran, dimana Kita semua sebagai mahluk yang terbaik yang diciptakan Allah SWT (sebagai khalifah di muka bumi), harusnya sadar bahwa fungsi dan tugas kita yang telah ditetapkan Allah (melalui Alquran), yang utama adalah mejalankan kehidupan seauai aturan yang ditetapkan oleh sang Pencipta dunia dan seisinya, yag dimuat dalam Alquran (sebagai Juklak/peraturan/manual hidup oleh Allah SWT) dan prakteknya dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Peluk cium ayah dan ibu yang sangat menyayangi kalian.

(HH, Jakarta, 20 Juni 2018.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑