Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial … masih lamakah ???

Kita harus jujur mengakui bahwa visi Indonesia Merdeka masihlah jauh. Tetapi apakah masih lama untuk mewujudkannya ?, jawabannya adalah “sangat tergantung kepada peran kita pada saat ini terhadap pencapaian misi-misi pembangunan nasional dalam; a) Melindungi Bangsa & Negara, b)Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, c) Mensejahterakan Kesejahteraaan Umum, serta d) Turut serta menjaga ketertiban dunia.

Kita secara individual sebagai warga negara, sekaligus secara sosial sebagai bagian dari esntitas bangsa Indonesia yang kita banggakan, menyadari bahwa apa yang telah diberikan oleh Allah SWT, sang pencipta bagi semua kehidupan di dunia, telah memberikan kekayaaan pada kita yang sangat luar biasa nilainya. Itulah yang juga kita yakini bahwa negara Indonesia akan memimpin dunia di masa mendatang menuju kedamaian yang abadi yang ditopang dengan keadilan sosial bagi setiap manusia dalam semua wilayah negara yang merdeka (Konstitusi RI).

Keasadaran kita atas kebutuhan waktu yang tidak sedikit bagi pencapaian tujuan bernegara sesuai amanah konstitusi, membutuhkan evaluasi pada setiap periodik pembangunan jangka menengah. Evaluasi capaian seluruh misi pembangunan nasional tersebut haruslah dalam koridor visioner kemanusian dalam kerangka berbangsa dan bernegara, yaitu “Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial“. Dengan demikian maka akan dapat diharapkan seluruh upaya pembangunan nasional akan dapat menghasilkan dan mengembangkan; 1) Merdeka, 2)Berdaulat, 3) Bersatu, 4)Adil dan 5)Makmur secara esensial. Kondisi yang cukup ideal tersebut dirumuskan oleh Soekarno, sang proklamator sekaligus peresiden pertama RI, yang kita kenal sebaga Bapak Bangsa Indonesia, sebagai Tri Sakti , konsep pembangunan sekaligus alat ukur bagi wujud tujuan bernegara Republik Indonesia, bersandarkan kepada 3 Bidang Pokok pembangunan, yaitu Bidang Politik, Bidang Ekonomi dan Bidang Budaya. Tri Sakti mensyaratkan Kedaulatan secara Politik, Kemandirian Secara Ekonomi, serta Berkarakter Secara Budaya untuk memastikan capaian pembangunan nasional telah sessuai dengan tujuan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia berdasarkan amanah konstitusi, Undang-Undang Dasar 1945.

Dengan demikian perdebatan banyak pihak, terhadap perjalanan kemajuan pembangunan suatu wilayah pemerintahan otonom yang diarahkan serta telah dicapai oleh suatu rejim pemerintahan yang berkuasa, apakah telah tepat sesuai amanah konstitusi, selayaknya diukur berdasarkan Tri Sakti secara paripurna.

Kondisi ideal pencapaian pembangunan suatu wilayah otonomi pemerintahan, baik Desa, Kabupaten atau Kotamadya, serta Provinsi dan Nasional harus dinilai berdasarkan Tri Sakti secara utuh. Pencapaian kemajuan pembangunan dalam bidang ekonomi dan politik, akan terancam tidak dapat berkelanjutan apabila belum mencapai pembangunan yang baik dalam bidang karakter budaya bangsa. Demikian pula apabila pencapaian kinerja pembangunan pada bidang politik dan karakter budaya bangsa, maka pencapaian kemajuan ekonomi memerlukan kepastian pencapaiannya secara tepat sesuai kemajuan kedua bidang lainnya.

Kesadaran kita bersama sebagai anak Bangsa Indonesia bahwa manusia adalah obyek sekaligus subyek dari pada pembangunan, serta mnyadari keterbatasan sumber daya pembangunan bagi negara yang sangat besar, maka kecerdasan yang bijak seharusnya nembimbing kita untuk bersepakat bahwa pembangunan karakter bangsa harus diutamakan. (HH 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: