Sehat Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kualitas Kesehatan Masyarakat; adalah

Secara fholosofi, seperti apa yang termuat dalam sumpah Hipokrates, Kesehatan ditentukan oleh Dewa Aesculaf/Asklepius (pelayanan kesehatan) dan Dewi Hygieai/Hygiene (lingkungan dan prilaku yang bersih dan sehat).

Secara konseptual, sesuai dengan teori HL Blum, faktor yang mempengaruhi kesehatan adalah, Herediter, Kualitas Lingkungan, Fola Hidup dan Pelayanan Kesehatan.

Pembangunan Kesehatan RI, Bertujuan;

Meningkatkan Kesadaran, Kemauan dan Kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.

Pembangunan Kesehatan RI, Berasaskan; Perikemanusiaan, Keseimbangan, manfaat, perlindungan, penghormatan terhadap hak, keadilan, gender, nondiskriminatif dan norma agama.

Tanggung Jawab Pemerintah;

Merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina

BAB IV TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH Pasal 14 Pemerintah bertanggung jawab merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina, dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat. (2) Tanggung jawab Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikhususkan pada pelayanan publik.

KESEHATAN ADALAH HAK AZASI MANUSIA

Deklarasi Hak Azasi Manusia PBB menyatakan: “Everyone has right to standard of living adequate for health and well being of himself and his family, including food, clothing, housing and medical care”.

Dipertegas dalam Konstitusi WHO tahun 1946 tentang hak azasi kesehatan bagi setiap orang, sebagai berikut:

a.    Hak atas informasi kesehatan

b.    Hak atas privasi

c.    Hak untuk menikmati teknologi kesehatan

d.    Hak atas ketersediaan makanan dan gizi

e.    Hak untuk mencapai jaminan standar hidup optimal

f.     Hak atas jaminan sosial

Amanah konstitusi RI, UUD 1945, terkait Kesehatan;

pasal 28 H :

• Setiap Orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

• Setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.

Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermatabat.

pasal 34 :

Fakir miskin dan anak yang terlantar di pelihara oleh negara.

Negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan, dan

Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

SUMPAH HIPOKRATES

(Oleh LUDWIG EDELSTEIN)

Sekitar tahun 400 SM, Hipokrates, seorang tabib Yunani yang umumnya dikenal sebagai bapak kedokteran, menulis sumpah Hipokrates, yang dapat menggambarkan tentang fhilosopy pembangunan kesehatan.

“Saya bersumpah demi Apollo sang Tabib, demi Asklepius dan Hygieia dan Panaceia dan semua dewa-dewi, sebagai saksi saya, bahwa sesuai dengan kemampuan dan penilaian saya, saya akan memenuhi sumpah dan janji berikut ini”:

Menganggap guru yang mengajar seni ini sama seperti orang tua saya dan hidup bekerja sama dengannya, dan bila ia perlu uang saya akan memberinya sebagian dari milik saya, dan menganggap anak-anaknya sederajat dengan saudara-saudara lelaki saya dalam garis keturunan keluarga saya dan mengajarkan kepada mereka seni ini —jika mereka ingin mempelajarinya—tanpa menuntut bayaran atau perjanjian; untuk membagikan instruksi lisan dan peraturan dan semua pembelajaran lainnya kepada putra-putra saya dan putra-putra guru yang mengajar saya serta kepada murid-murid yang telah menandatangani perjanjian dan telah mengambil sumpah sesuai hukum kedokteran, tetapi tidak kepada orang lain.

Saya akan menjalankan pola makan demi kebaikan si sakit menurut kemampuan dan penilaian saya; saya akan menjauhkan mereka dari celaka dan ketidakadilan.

Saya tidak akan memberikan obat mematikan kepada siapa pun yang memintanya, juga tidak akan memberikan saran untuk maksud ini. Saya juga tidak akan memberikan obat yang mengakibatkan aborsi kepada seorang wanita. Dalam kemurnian dan kesucian, saya akan mempertahankan kehidupan saya dan seni saya.

Saya tidak akan melakukan pembedahan, meski terhadap penderita batu endapan, tetapi saya akan mundur agar ahli bedah mengerjakan ini.

Di rumah mana pun yang saya kunjungi, saya akan datang demi kebaikan si sakit, menjaga diri bebas dari semua ketidakadilan yang disengaja, dari semua tindakan yang mengganggu dan khususnya hubungan seks dengan wanita ataupun dengan pria, baik mereka merdeka maupun budak.

Apa yang mungkin saya lihat atau dengar dalam perawatan atau bahkan di luar perawatan sehubungan dengan nyawa manusia, yang tidak boleh disebarluaskan, saya akan merahasiakannya.

Bila saya memenuhi sumpah ini dan tidak melanggarnya, bolehlah saya menikmati kehidupan dan seni kedokteran, dihormati dengan ketenaran oleh semua orang dan di setiap waktu; bila saya menyimpang darinya atau bersumpah palsu, biarlah kebalikan dari semua ini menjadi nasib saya.

Teori Blum

Maka, Konsep pembangunan kesehatan secara universal telah disepakati terdiri dari upaya Pelayanan Kesehatan dan Upaya Promosi Kesehatan. Sehingga disimpulkan bahwa program pembangunan kesehatan, terdiri dari upaya Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif.

Mengingat berbagai kesepakatan Dunia bagi pembangunan Kesehatan, antara lain;

DEKLARASI ALMA ATA, 1978

Konferensi Internasional Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care) di kota Alma Ata, negara Kazahstan, disponsori oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi PBB untuk Anak (Unicef).

strategi utama untuk pencapaian kesehatan untuk semua (HEALTH FOR ALL). Deklarasi Alma Ata ini selanjutnya terkenal dengan: Kesehatan semua untuk tahun 2000. Bentuk opersional dalam mencapai kesehatan untuk semua pada tahun 2000 di Indonesia adalah “PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa). Sebenarnya di Indonesia “cikal bakal” atau “embrio” PKMD sejak tahun 1970 an, di Solo dan Banjarnegara dalam bentuk dana sehat, pos obat desa, arisan rumah sehat, dan sebagainya.

Deklarasi Alma Ata menyebutkan bahwa untuk mencapai kesehatan untuk semua tahun 2000 adalah melalui Pelayanan Kesehatan Dasar, yang sekurang-kurangnya mencakup 8 pelayanan dasar, yakni:

a. Pendidikan kesehatan (health education) … Promosi Kesehatan. b. Peningkatan penyediaan makanan dan gizi (promotions of food supplies and proper nutrition) c. Penyediaan air bersih yang cukup dan sanitasi dasar (adequate supply of safe water and basic sanitation)

d. Pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana (maternal and child care, including family planning)

e. Imunisasi (immunization against the major infectious diseases)

f. Pencegahan dan pemberantasan penyakit endemik (prevention and control of locally endemic diseases)

g. Pengobatan penyakit-penyakit umum (appropriate treatment of common diseases and injuries)

h. Penyediaan obat esensial (provision essential drugs)

Lima Strategi OTTAWA CHARTER 1986, Kanada;

1) Mengembangkan Kebijakan Yang Berwawasan Kesehatan

2) Menciptakan lingkungan yang mendukung

3) Memperkuat Kegiatan Masyarakat

4) Meningkatkan keterampilan perorangan

5) Reorientasi Pelayanan Kesehatan

PIAGAM JAKARTA, 1997:

1) Meningkatkan tanggung jawab sosial dalam kesehatan

– Menghindari hal-hal yang dapat merugikan orang lain.

– Melindungi lingkungan

– Membatasi perdagangan barang berbahaya kesehatan

– Menjaga kesalamatan masyarakat ditempat umum dan di tempat kerja.

– Memasukkan dampak bagi kesehatan sebagai bagian integral pembangunan nasional

2) Meningkatkan investasi pembangunan kesehatan (Reorientasi)

Terutama bagi “Wanita, Janin, Bayi, Anak-Anak, Manula, Warga Miskin, Terpinggirkan”

3) Meningkatkan Kemitraan Kesehatan.

4) Meningkatkan kemampuan perorangan dan pemberdayaan masyarakat.

5) Mengembangkan Infrastruktur Promosi Kesehatan.

Berdasarkan semua informasi di atas, yang sejalan dengan 4 Program … , maka sangatlah bijak, apabila kita lebih mengedepankan ….. dan apabila seseorang jatuh sakit, barulah upaya ….

Sehingga ..

Konstitusi RI telah mengakomodir teori kesehatan secara universal, yaitu Kualitas Kesehatan Masyarakat, yang ukurannya berdasarkan Usia Harapan Hidup, yang bertumpu pada tempat tinggal dengan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal ini dijabarkan sebagai pembangunan nasioanal sebagai upaya menjaga tubuh untuk tetap sehat (Promotif), mencegah terjadinya sakit (Preventif), mengobati segera bila terjadinya penyakit melalui pelayanan kesehatan (Kuratif), serta melakukan upaya rehabilitasi bagi masyarakat yang telah menderita penyakit dan mengakibatkan terganggunya fungsi tubuh masyarakat tersebut (Rehabilitatif). Hal ini sesuai dengan kesepakatan dunia untuk meningkatkat kualitas kesehatan seseorang yang setinggi=tingginya yang dapat dicapai, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara umum. Hal ini dapat ditunjukkan dalam konstitui RI, dengan pernyataan dalam bahwa “Setiap Orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Bersambung..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: