“Sumpah Dokter Pengabdi Kemanusiaan”, Roh Program Perdesaan Sehat #ReformasiSKNJKW

Pencapaian kualitas kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya yang dapat dicapai oleh suatu wilayah atau negara, sangat ditentukan oleh arah, strategi dan fokus kebijakan pembangunan nasional sektor kesehatan yang …..tidak proporsional antara upaya pencegahan penyakit dengan upaya pengobatan penyakit. Kondisi ini terjadi umumnya disebabkan kesalahan kebijakan “leading sektor” pembangunan kesehatan serta tidak terintegrasinya pembangunan sektor kesehatan kedalam seluruh bidang pembangunan kualitas manusia di wilayah tersebut oleh pemangku kepentingan kesehatan.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa secara esensial, manusia merupakan obyek sekaligus subyek pembangunan dimanapun dalam sebuah wilayah pemerintahan di seluruh dunia. Manusia merupakan titik sentral bagi pembangunan disemua dimensi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara secara berkelanjutan. sayangnya Kesadaran tersebut sering terabikan pada saat kita menetapkan kebijakan pembangunan yang menjadi tanggung jawab kita masing-masing.

Secara konseptual, pembangunan kesehatan sebagai misi seorang dokter sesuai sumpah dokter (Hypokrates) tidak dipisahkan antara upaya hidup sehat dan pengobatan, hal ini sejalan dengan amanah konstitusi UUD 1945 pasal 28 H :

•Setiap Orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

• Setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.

Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermatabat.

dan pasal 34 :

Fakir miskin dan anak yang terlantar di pelihara oleh negara.

Negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan, dan

Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

Sangat tegas dan jelas apa yang diamanahkan oleh komstitusi RI, kepada negara untuk melaksanakan pembangunan kesehatan yang sesuai dengan teori pembangunan kualitas kesehatan masyarakat, dengan ukurannya berdasarkan Usia Harapan Hidup, yang bertumpu pada tempat tinggal dengan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta kualitas pelayanan kesehatan.

Hal ini dijabarkan sebagai pembangunan kesehatan secara nasional sebagai upaya menjaga tubuh untuk tetap sehat (Promotif), mencegah terjadinya sakit (Preventif), mengobati segera bila terjadinya penyakit melalui pelayanan kesehatan (Kuratif), serta melakukan upaya rehabilitasi bagi masyarakat yang telah menderita penyakit dan mengakibatkan terganggunya fungsi tubuh masyarakat tersebut (Rehabilitatif).

Hal ini juga sesuai dengan kesepakatan dunia untuk meningkatkan kualitas kesehatan seseorang yang setinggi=tingginya yang dapat dicapai, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara umum. Hal ini dapat ditunjukkan dalam konstitui RI, dengan pernyataan dalam bahwa “Setiap Orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.

Mengingat upaya hidup sehat mengandung berbagai kepentingan kehidupan manusia yang bermartabat yang sekaligus dapat mencegah sakit, maka sangat wajar apabila secara proporsional kita dahulukan dan kita maksimalkan …. (Sesuai angka kesakitan dan peran lungkungan sehat).

Karena sejalan dengan konsep Bloom, hidup sehat sangat berpengaruh terhadap besarnya peluang timbulnya penyakit. Secara sederhana diumpamakan situasi di Hulu sungai, akan mempengaruhi Hilir sungai.

Timbulnya Penyakit harus dimaknai gagalnya pertahanan kesehatan. Harus segera ditangani untuk mencegah meluasnya penyakit kpd penderita lain dan tingkat kesakitan bagi penderita.

Yang keliru bila seirang dokter befikur dan bertindak tidak menggambarkan sumpah dokter, denga lebih berpihak kpd salah satu (hulu atau hilir) semata atau tidak proporsional. Atas nama apapun, tanpa merasa sombong atau ego sektor, kita harus mampu menjaga integritas kita sebagai Dokter.

Dalam sumpahnya, Dokter bukan hanya mengobati orang sakit, tetapi menyehatkan semua orang secara berkelanjutan. (HH) #PengabdiKemanusiaan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: