Simposium Fokal UI, Program Perdesaan Sehat, Menuju Kulitas Manusia Indonesia 1945, #1AbadIndonesiaMaju

Menuju satu abad visi Indonesia “Berdaulat, Maju, Adil & Makmur pada tahun 2045, “Secara sederhana, menyikapi akar permaslahan bangsa Indonesia yang terjebak sebagai negara “middle income trap” sejak 1985, Maka pemerintahan Pancasila Jokowi 1, melakukan Pembangunan Infrastruktur secara massif adalah ditujukan bagi meningkat efisiensi “cost produck” bagi peningkatan daya saing produk Indonesia, melalui sistem logistik nasional yang yang efektif dan efisien. Selain memutus hambatan investasi oleh birokrasi, serta melimitasi kekuasaan mafia ekonomi kroni rezim orba/Soeharto pada kegiatan ekonomi strtegis bangsa.

Keberhasilan fase 1 tahun 2014-2019, ditengah permaslahan bangsa yang sangat terpuruk akibat kehancuran perekonomian negara akibat “penyelewengan kekuasaan orde baru”, adalah disebabkan adanya modal pribadi Pancasilais seorang Joko Widodo yang tidak dimiliki pemimpin lainnya, yaitu personal yang Cerdas, Taktis, Sederhana, tidak memiliki kepentingan Pribadi, serta bersih dan tidak memiliki potensi terlibat dengan masalah hukum serta bukan bagian dari budaya elitis aristoktat feodal yang mengkooptasi kepentingan rakyat selama ini.

Pada fase kedua tahun 2019-2024, sekaligus dalam rangka mengoptimalkan “Bonus Demografhi”, penekanan pada pembangunan kualitas manusia dan melanjutkan optimalisasi sistem logistik, diharapkan terjadi kepastian peningkatan daya saing produksi sekaligus daya saing manusia Indonesia, yang semua akan mengakibatkan peningkatan pendapatan negara sekaligus peningkatan pendapatan rata-rata perkapita masyarakat Indonesia. Maka melalui kerja keras , Bergotong royong, sesuai tuntunan “Trisakti”, maka Indonesia yang terlepas dari jebakan “Middle Income Trap” dan menjadi negara Maju, Berdaulat, Adil dan Makmur Akan segera tercapai, Amin. (Hanibal Hamidi #PersesaanSehat)

—————————————————————

“melalui upaya percepatan ketersediaan infrastruktur untuk meningkatkan efisiensi, dan Percepatan pembangunan kualitas manusia, dalam kerangka meningkatkan daya saing produksi Indonesia, yang menjadi fokus prioritas pembangunan nasional oleh Pemerintahan Joko Widodo tahun 2014-2024, dalam mewujudkan kondisi negara yang berkedaulan secara politik, mandiri secara ekonomi, serta berkepribadian “Pancasila” sebagai karakter bangsa Indonesia, berada pada arah politik dan teknokarsi SANGAT TEPAT dalam mencapai “KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA” (#HanibalHamidi #PerdesaanSehat #Desa).

Untuk melepaskan diri Indonesia, yang terjebak pada kondisi sosial “middle income trap” (MIT), sebagai negara berkembang dengan pendapatan rata-rata perkapita sedang yang cenderung rendah (miskin), tanpa mampu meningkatkan pendapatan negara dalam interaksi ekonomi antar negara, yang mengaibatkan rendahnya kemajuan pembangunan nasional dalam berbagai bidang, sehingga menimbulkan rendahnya kualitas manusia Indonesia, sekaligus rendahnya ketersediaan infarstruktur bagi kebutuhan sistem logistik nasional sejak tahun 1985. Sebagai akibatnya sampai dengan tahun 2014, wujud kondisi sosial Indonesia adalah tingginya kemiskinan masyarakat, ketimpangan pembangunan wilayah disertai ketimpangan penadapatan antar kelompok masyarakat.

Keterjebakan negara dalam berbagai kondisi yang buruk dan saling berkaitan secara negatif tersebut, layaknya terjebak dalam “lingkaran setan” yang sangat kontra produktif bagi kemajuan pembangunan, bila tidak SEGERA adanya kebijakan pembangunan secara tepat, maka secara statistik, rata-rata lamanya kertjebakan dalam “MIT” selama > 29 tahun, maka sulit diharapkan negara tersebut dapat menjadi negara maju.

Beruntung bagi Indonesia, yang wilayah negaranya dikaruniai begitu banyak kekayaan alam, serta tingginya nilai geopolitik wilayah nusantara, sehingga masih banyak lembaga keuangan dunia yang masih percaya memberikan hutang, untuk pembangunan Indonesia, sehingga tidak sangat terasa oleh masyarakat betapa “tingkat kehancuran” Indonesia, sebagai akibat kesalahan arah politik pembangunan nasional selama 32 tahun pada masa orde baru, yang dijalankan berdasarkan kendali dari negara-negara luar bagi kepentingan terhadap kekayaan alam Indonesia. Arah politik pembangunan rezim Soeharto, yang mengabaikan nilai-nilai ideologi Pancasila sebagai dasar negara, serta “kompas Trisakti” sebagai acuan bagi arah politik pembangunan nasional yang telah diwariskan oleh Soekarno sebagai nahkoda pertama kapal besar “Indomesia” untuk menjamin tercapainya tujuan bernegara. Sehingga pada saat adanya badai ekonomi dunia pada tahun 1997-1998, menghancurkan ekonomi Indonesia, yang kemudian memicu ketidakpercayaan masyarakat pada rezim pemerintahan, dan meyebabkan lengsernya Soeharto, sebagai bagian tuntutan reformasi.

Dengan dukungan regulasi reformasi bahkan adanya amandemen UUD 1945, yang ditujukan bagi landasan bagi perubahan arah politik pembangunan nasional yang sesuai dengan seluruh kondisi sosial sebagai peluang, tantangan, ancaman dari seluruh potensi yang dimiliki Indonesia dalam kerangka mewujudkan kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, sekaligus terwujudnya kepribadian bangsa yang dapat memastikan keberlanjutan capaian yang telah ada, sebagai parsyarat (Indikator) bagi ketepatan pembangunan nasional dalam mencapai tujuan bernegara sesui Pancasila. Keseluruhan wujud kondisi sosial tersebut, sangat ditentukan oleh seluruh agenda konsolidasi demokrasi Pancasila, terutama suksesnya pelaksanaan pemilu setiap lima tahunan, yang dapat mematikan terpilihnya para pejabat politik “trias politika” yang berkompeten, berintegritas dan visioner.

Sebagai koreksi keslahan arah kebijakan politik pembangunan nasional yang menyimpang dari ideologi Pancasila, serta menjauh dari “acuan Trisakti selama ini, Maka arah politik pembangunan Indonesia harus menjadi satu kesatuan yang utuh, sesuai “TeriSakti”, tanpa memisahkan prioritas pembangunan nasional berdasarkan bidang ekonomi, bidang kualitas manusi dan bidang sosial secara terpisah. Pada saat ini sesuai kebutuhan prioritas dalam mengoptimalkan peluang “Bonus Demografi” saat ini, untuk dapat terjadinya “lompatan besar” dalam kemajuan meningkatkan “daya saing” kualitas manusia Indonesia, serta daya saing produksi Indonesia. Dengan dukungan keberhasilan reformasi birokrasi, sehingga budaya KKN dalam birokrasi dapat diminimalkan, disertai efektif serta efisiensi pada unit cost ptoduck Sehingga dapat diharpakan terjadinya peningkatan investasi pembangunan nasional, sebagai akibat meningkatnya pendapatan negara, sekaligus peningkatan pendapatan rata-rata masyarakat yang cukup tinggi.

Dalam paradigma pembangunan yang inklusif, sebagai thematik yang menjadi pijakan bagi Seluruh pihak terkait sesuai konsep pembangunan nasional yang ditawarkan oleh Bappenas dalam draft RPJMN 2020-2025, Belum dapat diyakini akan berjalan efektif sesuai konsep yang ditawarkan, karena belum terlihat apa yang menjadi dasar bagi kepastian terwujudnya integrasi pembangunan berbagai sektoral, yang selama ini, sebagai akibat diindikasikan adanya agenda tersendiri sehingga adanya keengganan untuk terintegrasinya kegiatan masing-masing sektor selama ini. Untuk itu harus tersedia instrumen kendali pencapaian program atau agenda yang menjadi dasar untuk memastikan pelaksanaan peioritas nasional, sebagai janji politik presiden terpilih sesuai esensi dokumen visi dan misi pasangan cawapres terpilih di KPU, yang menjadi acuan kerja kantor staf Presiden.

Dalam kontribusi gagasan terobosan bagi terwujudnya percepatan pembangunan kualitas kesehatan masyarakat, melalui ketepatan fokus prioritas belanja pembangunan yang diarahkan kepada penyelesaian akar permaslahan kesehatan, yang sejalan dengan konsep IPKM sebagai alat ukut …. Perdesaan Sehat ditujukan bagi pengabdian pada sisi kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan, sehinga menempatkan syarat … ketersediaan, keterjangkauan dan kebertrimaan serta berkualitas sebagai 4 prinsip PS. Sesua instrumen yang didedikasikan bagi nilai .. maka harus dapat dipastikan bahwa budaya pelayanan kesehatan PS Indonesia, layaknya philosofi … dengan gagasan Sekolah kedinasan, gagasan ekonomi farmakologi, serta lengembangan litbang dalam kelautan, penerbangan dan kepolisisan (0utpsi) …..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: