KESEHATAN SEMESTA

Permasalahan utama pembangunan kesehatan; selama ini adalah Paradigma pembangunan kesehatan nasional lebih diarahkan pada pendekatan Pengobatan bagi masyarakat yang mengalami sakit yang rata-rata jumlahnya secara nasional sebesar 25 % (Paradigma “Sakit”) yang sangat mahal. Mengingat pelaksananya Rumah Sakit membutuhkan dukungan peralatan kesehatan teknologi modern, disertai farmakologi yang sebagian besar (lebih dari 80%) merupakan barang import dari luar negeri, dan menyerap lebih dari 75% anggaran kesehatan selama ini. Hal ini mengakibatkan tinginya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Stunting, sehingga laju pertumbuhan derajat Kesehatan Masyarakat atau Angka Harapan Hidup (AHH) Masyarakat Indonesia menjadi sangat lambat.

Walau komitmen tinggi Presiden Joko Widodo yang telah menaikkan anggaran kehatan selama 4 tahun ini sebesar lebih dari 2 kali lipat (kenaikan lebih dari 100 % berdasarkan anggaran kesehatan tahun 2014 sebagi baseline, sebesar 56,43T pada tahun 2018 menjadi 111 T rupiah, hanya mampu meningkatkan laju pertumbuhan hanya sebesar 0,16 bulan. Hal ini disertai terjadinya defisit BPJS sampai 28 T, serta pelepasan lebih dari 5 juta orang miskin peserta BPJS. Sehingga Indonesia diindikasikan akan menjadi salah satu negara yang tidak dapat mencapai target SDGs 2030.

Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan kesehatan tahun 2020-2024, dengan misi; 1)Pengembangan sistem jaminan gizi dan tumbuh kembang anak dan 2)Mengembangkan reformasi sistem kesehatan, beserta seluruh kegiatan prioritasnya, maka dibutuhkan Kebijakan pembangunan Kesehatan Semesta yang mengacu pada prinsip-prinsip Trisakti berdasarkan paradigma sehat melalui upaya promotif dan pencegahan penyakit bagi 75% penduduk Indonesia yang sehat, tanpa meninggalkan upaya pengobatan dan rehabilitatif bagi 25% penduduk yang sakit (berdasarkan angka kesakitan nasional 25 %). Konsep Pembangunan Kesehatan Semesta bertumpu pada upaya pelayanan kesehatan dasar yang menjadi tanggung jawab Puskesmas yang melaksanakan kegiatan; 1)Promosi kesehatan, 2)Kesehatan lingkungan, 3)Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular, 4)Kesehatan Keluarga dan Reproduksi, 5)Perbaikan Gizi masyarakat, 6)Penyembuhan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan. Melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, serta proporsi distribusi anggaran yang lebih berpihak kepada pelayanan kesehatan dasar, yang selama ini rata-rata kurang dari 10 % dari total angaran Kementerian Kesehatan setiap tahun (berdasarkan data BPS tahun 2010-2018), dinaikkan menjadi minimal sebesar 30 %.

Hal ini disertai dengan revisi regulasi Sistim Kesehatan Nasional, serta terobosan pembentukan Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional (BPKN dan pengembangan program dalam kerangka Ketahanan Nasional bidang Kesehatan berdasarkan amanat UU no 36, tahun 2009 tentang Kesehatan antara lain; 1)Digital Melayani berbasis “Big Data Kesehatan”, 2)Pengembangan Budaya Leluhur Bidang Kesehatan Nusantara 3)Farmakologi Tropical Desease sabagai salah satu basis ekonomi nasional, 4)Kemandirian Alat Kesehatan, 5))Kedaulatan gizi Desa. 6)Dokter Komunitas, 7)Kesehatan Forensik, 8)Kesehatan Kelautan, 9)Kesehatan Dirgantara, 10)Sekolah kedinasan yang disertai sistem Karir & jaminan Kesejahteraan bagi tenaga kesehatan strategis.

Sehingga dapat dipastikan pencapaian kinerja pembangunan kesehatan pada tahun 2020-2024 Kasus stunting turun sampai 10 %, Angka Kematian Bayi turun menjadi 10/1000 KH, Angka Kematian Ibu turun menjadi 200/100.000 KH dan Angka Harapan Hidup meningkat menjadi 74 tahun.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: