“INTEGRITAS HYPOKRATES” ADALAH PRASYARAT UTAMA DALAM PENGABDIAN KEMANUSIAN YANG ADIL & BERADAB, BIDANG MESEHATAN, #Pancasila

Dari segala sudut pandang keilmuan, menunjukkan bahwa MANUSIA adalah MAHLUK UTAMA ciptaan yang; maha kuasa, maha mengetahui, maha suci, maha abadi, maha besar, maha agung, maha pencipta seluruh galaxy/dunia beserta isinya.

Fakta menunjukkan bahwa keilmuan profesional yang menempatkan manusia sebagai obyek sekaligus subyeknya secara langsung adalah ilmu KEDOKTERAN. Sehingga dapat difahami bahwa seorang DOKTER harus dapat dipastikan memiliki INTEGRITAS MORAL, INTEGRITAS INTELEKTUAL, INTEGRITAS KEMANUSIAAN di atas tuntutan prsyarat lainnya dalam memikul tanggung jawab kehormatan sebagai profesi yang diserahkan kepadanya mati hidup serta nilai kehormatan seorang penderita sakit atas nama permintaan pertolongan dari pasien itu sendiri serta seluruh keluarga yang memiliki hak secara hukum atas dirinya bagi upaya pengobatan bagi kesembuhan dari seorang penderita sakit.

Dalam bilik prakteknya, semua tindakan seorang dokter kepada pasiennya sesuai keperluan pengobatan merupakan hak sepenuhnya atas tanggung jawab seorang dokter secara personal dalam upaya terbaik bagi kesembuhan pasiennya.

Mengingat manusia, termasuk seorang dokter tidaklah terlepas dari kemungkinan kesalahan dalam upaya mengobati pasiennya (sengaja maupun tanpa sengaja), maka atas nama etika profesionalisme untuk meningkatkan kualitas keilmuan serta untuk memastikan kualitas integritas moral, integritas intelektual dan integritas kemanusiaan seorang dokter, maka IDI sebagai komunitas profesi para dokter, dibentuk untuk memastikan etika kedokteran di Indonesia dijalankan dengan penuh penghormatan dan penghargaan dari seluruh pihak yang terkait.

Apabila sangsi etika profesi dokter dari IDI, sudah tidak dihargai oleh berbagai pihak, seperti pada kasus Terawan, seorang dokter yang bekerja di lingkungan TNI, maka ancaman bagi penghargaan nilai nilai kemanusiaan (sila kedua Pancasila) dalam proses pengobatan di Indonesia, oleh seluruh dokter Indonesia adalah kemungkinan besar yang akan terjadi. Mengingat telah terpublikasi bahwa dr. Terawan sebagai profesional Dokter berdasarkan proses yang telah disepakati dan diakui oleh seluruh dokter anggota IDI serta dijadikan acuan bersama bagi praktek profesi Dokter dalam menjaga integritas moral, integritas intelektual dan integritas kemanusiaan dalam proses pengobatan pasiennya, telah melanggar ketentuan yang ada dan karenanya dijatuhi sangsi mencabut keanggotaan IDI dr. Terawan, untuk melindungi seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan jasa pengobatannya sebagai dokter terkait.

Alih alih berupaya untuk membuktikan secara ilmiah kebenaran teori pengobatan yang selama ini telah dipraktekkannya tanpa melalui ketentuan yang ada bagi inovasi baru pengobatan, dengan angkuhnya mempersalahkan IDI melalui pihak pihak yang awam dalam ilmu kedokteran, yang dipengaruhi cara fikirnya dengan penjelasan yang menyesatkan (sampai terbukti lain berdasarkan proses ilmiah yang benar).

Lebih dahsyat lagi saat ini, di atas pangkuan seorang dokter yang memiliki profile integritas moral, integritas intelektual, integritas kemanusiaan yang dragukan secara profesional tersebut, diletakkan tanggung jawab terbesar pembangunan derajat kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui peran sebagai Menteri Kesehatan ?????

Atas nama kesadaran akan rendahnya pengetahuan kita dan dinamika kemungkinan kemajuan ilmu pengetahuan di masa mendatang, Kita semua hanya dapat berharap sejarah akan mencatat, apakah kita semua para profesional dokter salah dalam menilai “integritas Hypokrates” seorang dr. Terawan, dengan demikian ancaman nilai nilai kemanusiaan masyarakat Indonesia sebagai dampak pembangunan bidang kesehatan selam 5 tahun mendatang, dapat berkurang, …. Semoga Allah SWT melindungi seluruh rakyat Indonesia, dalam pertaruhan sejarah kemajuan kualitas manusia Indonesia saat ini, amin

(HanibalHamidi)

#SalamJuang2045 #SalamJuang45)

Etika dan Moral.

Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) telah memberikan rekomendasi pencabutan izin praktek medis, dengan telah terlebih dahulu menggunakan kajian ilmiah dan etis, bahwa metode DSA ini telah membuat anda sebagai Dokter dan Profesional, melakukan pelanggaran berat dengan klaim kesembuhan dengan dasar ilmiah yang lemah dan tidak berimbang. Pelanggaran ini telah dilanggar dengan pengabaian anda terhadap rekomendasi MKEK dengan tetap melakukan praktik pengobatan dengan Brainwash ini walaupun praktek Dokter anda telajh dicabut.

Apa berbahayanya? Maka dengan demikian akan terjadi delegitimasi terhadap MKEK sebagai Lembaga Kehormatan yang menjaga Etika Profesi Dokter telah diabaikan. Ini akan menjadi preseden yang buruk, pintu gerbang terbuka lebar dengan praktek-praktek yang tidak berbasis kompetensi dan ilmiah yang mungkin nanti akan dilakukan oleh Sejawat Dokter lain bahkan oleh Pengobat-Pengobat Non Dokter lain.

Lantas bagaimana jadinya bila seorang Menteri Kesehatan yang bertindak sebagai Pemegang Kewajiban tertinggi, untuk melindungi 180.000 Dokter agar tidak melakukan pelanggaran Etika Profesi, Misconduct, dan Malpraktek, adalah seseorang yang melanggar Etika Profesi, melakukan Misconduct, dan bertendensi melakukan Malpraktek?

Apa jadinya seorang Menteri Kesehatan yang bertindak sebagai Pemegang Kewajiban tertinggi, yang melindungi 267.000.000 rakyat agar terhindar dari praktek pengobatan, yang berpotensi membahayakan karena tidak memiliki bukti ilmiah yang memenuhi kaidah EBM, adalah seorang yang tidak menghormati Kode Etik Profesi dan melanggar kaidah EBM itu sendiri?

Karena itu Bapak Menteri Kesehatan, secara terbuka saya nyatakan bahwa saya ingin bertemu anda, dalam ruangan terbuka.

Saya sebagai Dokter yang atas sumpah saya bertanggungjawab atas kesehatan manusia.

Sebagai Rakyat, yang berhak atas perlindungan kesehatan yang aman, tidak membahayakan, dan terlindungi dari praktek Kedokteran yang berpotensi misconduct dan malpraktek.

Sebagai Ilmuwan, yang terpanggil untuk menegakkan kebenaran.

Saya menghormati Keputusan Presiden untuk mengangkat Bapak sebagai menteri Kesehatan dengan segala pertimbangan beliau. Saya tidak berkeinginan keputusan itu dianulir. Sebab persoalan BPJS ini tampaknya memang harus disentuh oleh seorang Militer. Dan Bapak adalah orang yang tepat.

Justru karena kepentingan di atas , dengan pengetahuan EBM yang saya miliki, ingin membantu agar Bapak Menteri Kesehatan, sebagai Dokter juga yang harus terjaga etika, moral, dan tanggung jawab ilmiahnya, untuk menyempurnakan Penelitian Ilmiah atas metode Brainwash yang Bapak klaim, yang barangkali telah mengantarkan kepada kemasyhuran yang membuat Anda terpilih menjadi Menteri Kesehatan.

Dengan Penelitian menggunakan Metodologi Riset berbasis EBM yang sahih, yang dengan senang hati akan saya bantu bila memang Bapak berkenan, tak tertutup kemungkinan bahwa metode pengobatan ini bisa menghasilkan simpulan signifikan, novel, dan spektakuler, bahkan bisa saja berpotensi mendapatkan hadiah Nobel.

Untuk itu, maka metode pengobatan Brain wash ini bisa mendapatkan pembuktian ilmiah yang sebenar-benarnya, Evidence-Based Medicine. dan bukan hanya sekedar metode pengobatan berbasis Testimonial Based Patient.

Sebagai sesama orang Jogja, saya tahu adab. Bapak saat ini adalah Pemangku Praja dan saya adalah Rakyat Jelata.

Saya akan menunggu perintah Bapak untuk menghadap.

Apabila Bapak tidak memberikan respons, maka saya akan menjalankan laku dodok di depan Kantor Kementerian Kesehatan, sesuai dengan tatacara lazim rakyat Mataram.

Sampai Bapak mau menemui saya.

Sekian dan terimakasih.

Hormat saya

Tifauzia Tyassuma

Dokter, Peneliti dan Penulis

https://www.researchgate.net/publication/333747331_Is_the_Cerebral_Intra-Arterial_Heparin_Flushing_IAHF_Beneficial_for_the_Treatment_of_Ischemic_Stroke_BAOJ_Neurology

https://tirto.id/kejanggalan-terapi-brainwash-dokter-terawan-cHrz

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: