Narasi Konsep “LKI” (Alak Gue)

image.jpg

PROGRAM NASIONAL “LEMBAH KESEHATAN INDONESIA” (LKI)

DI PALANGKA RAYA

PEMBANGUNAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FARMASI BERBASIS “OMIK” BAGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KESEHATAN TROPIS DUNIA

WHO merumuskan terdapat 5 dari 10 penyakit yang menjadi ancaman kesehatan dunia: resistensi antibiotik, penyakit terkait gaya hidup, obesitas, penyakit akibat polusi, penyakit akibat perubahan iklim dan penyakit tropis. Adapun yang dimaksud dengan penyakit tropis antara lain malaria, demam berdarah dengue, filariasis, tuberkulosis (TBC), kusta, maupun rabies. Sebagai salah satu negara tropis terbesar, masalah kesehatan Indonesia merupakan bagian dari masalah kesehatan dunia.

Dalam dua dekade terakhir, penelitian dan diagnosis penyakit serta penemuan obat di negara maju sangat tergantung kepada pendekatan berbasis omik (genomik, transkriptomik, proteomik dan metabolomik). Dengan pendekatan ini, deteksi jenis patogen, penyakit terkait genetik dan kanker, maupun pencarian sumber obat dan antibiotik baru dapat dilakukan secara mendalam, cepat, dan dalam skala besar.

Mengingat kasus Namru 2, tahun 2008, dan isue “teror kesehatan” pada kasus wabah virus corona Cina di era disrupsi saat ini, nampak sekali kegamangan dan ketidakberdayaan pemerintah Indonesia dalam menyikapi kedua contoh kasus yang mengancam kedaulatan negara. Hal ini mengingat dampaknya secara langsung terhadap ratusan juta masyrakat Indonesia, maka hal ini berpotensi menjadi “ancaman” bagi kedaulatan negara di bidang kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa sangat krusial untuk memastikan kemampuan negara dalam mengantisifasi dan merespon potensi ancaman “kedaulatan negara bidang kesehatan” sebagai salah satu “titik terlemah” bagi eksistensi kedaulatan negara RI, dan sangat berpotensi menjadi pilihan sasaran intervensi dari luar, dalam menguasai “kemilaunya nilai strategis negara RI Indonesia” bagi keberlanjutan dunia. Ketidakmandirian Indonesia bidang kesehatan bagi pemenuhan kebutuhan hak kesehatan 250 juta lebih penduduk Indonesia, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai “sapi perahan” secara ekonomi dalam bidang industri kesehatan, untuk memenuhi kebutuhan “mutlak” masyarakat RI tersebut.

Mengingat mandat konstitusi sebagaimana termuat dalam “mukadimah, dan pasal 28 H dan pasal 34 UUD 1945”, serta pasal 25 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DHAM) dan pasal 12 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya, maka kesadaran kita terhadap fakta tersebut diatas, menuntut tanggung jawab pemerintahan untuk memastikan segera terwujudnya kemandirian kesehatan Indonesia. Sejalan dengan visi Indonesia sebagai salah satu 5 negara termaju dunia para 2045, maka kedaulatan kesehatan melalui optimalnya ketahanan nasional bidang kesehatan harus dapat kita pastikan secepatnya.

Saat ini di era diserupsi, kesadaran, pengetahuan dan teknologi omik menjadi senjata terdepan dalam melakukan deteksi dan pemetaan wabah secara cepat, serta identifikasi dan karakterisasi virus yang belum pernah dikenal sebelumnya tersebut.

Secara ekonomis, posisi pusat omik sebagai bagian dari rencana pembangunan Lembah Kesehatan Indonesia (LKI) dapat menjadi salah satu pilar utama layanan wisata kesehatan yang akan memberikan keuntungan jangka panjang maupun jangka menengah. Pemeriksaan kanker dan penyakit genetik, pengobatan presisi (precision medicine), maupun konsultasi nutrisi berbasis genomik dapat menjadi daya tarik utama bagi pasien lokal maupun internasional. Di samping itu, alat dan fasilitas yang dimiliki oleh pusat omik dapat ditawarkan sebagai layanan analisis on demand bagi peneliti di Indonesia.

Dengan semangat “Indonesia Maju 2045”, seiring dengan adanya Momentum sejarah dalam mempersiapkan ibu kota negara Indonesia yang baru di Provinsi Kalimantan Timur, gagasan strategis dan visioner program “Lembah Kesehatan Indonesia”, di Palangka Raya, secara prinsif telah disetujui oleh Presiden melalui surat menteri sekretaris negara no B-139/Kemensetneg/D-2/SR.02/12/2019, berdasarkan surat rektor Universitas Palangka Raya no 3244/UN24/LL/2019. Program “LKI” dapat menjadi dasar terbentuknya “kawasan ekonomi khusus bidang kesehatan (industri kesehatan) berbasis “tropical deseasse” di Kalimantan Tengah.

Visi LKI adalah menjadi “poros kesehatan tropis dunia” pada tahun 2045, Sehingga dapat menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, sekaligus sebagai pilar utama katahan nasional bidang kesehatan RI pada tahun 2045. Dengan misi; 1.Pengembangan reseach farmasi berbasis  omik bagi sumber daya alam tropis. 2.Pengembangan industri kesehatan dan kecantikan terbaik dunia terutama pada wilayah tropis.

HH

#SalamJoang45

Salam Kejuangan Nusantara

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: