GOTONG ROYONG NASIONAL PEMBEBASAN INDONESIA DARI TEROR COVID 19 BERBASIS PROVINSI

ANCAMAN penderitaan akibat wabah berbagai penyakit tersebut, akan terus kita hadapi entah sampai kapan, yang akan terjadi setiap saat berdasarkan dinamika perubahan lingkungan, yang mengakibatkan adanya interaksi “kuat”, antara manusia sebagai “inang”, dengan virus dan atau bakteri sebagai “parasitnya”(kecuali “cacar”, sebagai satu satunya wabah penyakit yang berhasil dimusnahkan, (WHO tahun 1980).Ketercengangan kita semua menyaksikan phenomena sosial dunia dalam layar kaca tv, “sepinya” Maakah dan Roma, sebagai kota suci umat Islam dan Kristen, yang bagi kita selama ini “tidak mungkin terjadi”, serta secara nasional terjadi “lengangnya” pertokoan pertokoan, dan “sangat lengangnya jalan sudirman di Jakarta. Hal ini semua diakibatkan terjadinya dikarena isue oandemi COVID 19, menyadarkan kepada kita bahwa “dahsyatnya

Kedahsyatan dampak wabah COVID 19 di era digital saat ini, membuktikan kebenaran bahwa “Kerugian suatu negara akibat wabah lebih dahsyat dari senjata pembunuh masal apapun yang ada saat ini”, mengingat wabah berbagai penyakit “pes, kolera, cacar, hiv, tbc, flue burung, flue onta, flue hongkong, ebola dan COVID 19”, yang terjadi sejak abad 14, telah merenggut ratusan juta jiwa manusia.

Berdasarkan kesadaran akan dahsyatnya dampak wabah COVID 19, denagan kecepatan penularan yang sangat tinggi, APAKAH KITA MASIH BISA BERFIKIR NORMATIF ??? Atas kepentingan yang sama dalam menghadapi benana wabah epidemi dan pandemi suatu penyakit, yang membutuhkan kerja bersama “seluruh” negara -negara di dunia, pada 7 April 1948. dibentuk WHO dengan tugas utama memberantas wabah penyakit menular.

Kinerja WHO BELUM cukup baik untuk tugas utamanya. Hanya satu wabah penyakit pandemi cacar/smallvox yang telah berhasil dimusnahkan pada tahun 1980. Dan ketidak siapan WHO untuk memimpin aksi dunia menghadapi pandemi COVID 19, saat ini.

Pernyataan Bill Gates, orang terkaya di dunia, pemilik perusahaan komputer terbesar didunia, microsoft, menyatakan virus lebih berbahaya dibanding sejata apapun, kekayaan dunia akan menurun lebih dari $ 3T dan kita akan mendapatkan berjuta juta kematian. Untuk mencegah hal ini terjadi, harus segera dilaksanakan investasi signifikan untuk antisipasinya.

Konsep strategi menghadapi covid 19, Berdasarkan “KARAKTER POLA HIDUP COVID 19;

Penularan manusia-manusia cepat (4 hari), fatality rate 3 %. Mampu hidup di luar tubuh manusia selama 9 hari (berada diberbagai tempat yang telah terpapar dari “droplet” batuk dan atau bersin seorang “pembawa” COVID 19), dan mampu hidup di tubuh manusia selama 14 harisederhananya; ISOLASI WILAYAH & PEMUTUSAN RANTAI PENULARAN SELAMA 14 HARI. (HH)

=================================================================//=========

Konsep Gotong Royong Nasional

Pembebasan Ancaman Teror Kesehatan COVID 19 Di Indonesia Berbasis Provinsi

(HH)

Fhenomena sosial yang tidak pernah terpikirbakan terjadi, sepinya kota Makkah dan Roma sebagai kota suci dan sepinya pusat pertokoan secara nasional, akibat COVID 19, mempertanyakan APAKAH KITA BIJAK UNTUK BERFIKIR NORMATIF DALAM MENGHADAPI WABAH COVID 19 saat ini ??? Hanya kepemimpinan Presiden yang dapat menyelamatkan ratusan juta manusia dan masa depan negara RI.

Operasi Gotong Royong Nasional dilaksanakan dengan strategi:

Tahap 1; Operasi Pemusnahan (14 hari)

Tahap 2; Pemantapan hasil Operasi pemusnahan (14 hari)

Tahap 3; Recovery Sosial

Tahap 4; Pelembagaan Untuk Antisifasi Masa Mendatang + PUSAT KAJIAN &

PENGEMBANGAN (LKI) …MITIGASI + ANTISIPASI

Prasyarat Utama melalui pemeriksaan Rapid Test pada sasaran terpililih;

a. Mengetahui siapa saja orang yang menjadi pembawa COVID 19 (Rapid test), dan mengisolasinya di RS, untuk memastikan tidak menulari masyarakat yang sehat, sekaligus mencegah kematian px. + Rujukan PCR.

b. Lakukan rapid test ulang pada hari ke 8, menghindari false negatif (penderita + COVID 19, kuang dari 6 hari, antibodi belum terbentuk)

c. Memastikan tidak ada potensi pemaparan kepada masyarakat sehat melalui pelaksanaan kebijakan “social Distancing”, yang diikuti dengan hidup sehat, cuci tangan setiap waktu memgang benda apapun dari kuar.

Keberhasilan sangat tergantung dengan;

1. Efektifitas pelaksanaan rapid test dalam mendapatkan orang yang terinfeksi COVID 19, yang selanjutnya

2. Perawatan terbaik di RS untuk kesembuhan dan mencegah kematian, serta memastikan tidak menularkan bagi keluarga yang sehat, dan

3. Efektifitas “social distancing”. (sosialisasi cuci tangan, hidup sehat dll)

4. Adanya Rencana dan road map nasional, yang menjadi acuan bagi rencana kerja dan roadmap pemerintah daerah dan adanaya tim kerja dengan dukungan fasilitas kerja “war room” untuk mengendalikan terintegrasinya semua aksi dan kebijakan semua unsur pemerintahan dan aksi masyarakat terkait isue COVID 19.

5. Tersedianya indikator kinerja dan laporan setiap waktu di web dan disampaikan secara luas pada masyarakat.

6. disiplin yang tinggi dari semua pihak, terutama tim kerja satgas, tenaga kesehatan, ketersediaan peralatan kesehatan, integrasi dalam satu kesatuan gerak yang terintegrasi dibawah koordinasi satgas.

7.Libatkan civil society atas penyesuaian budaya di masa “darurat” (Terutama untuk budaya saat Kematian, perkawinan dll).

Pilihan Strategi Pembebasan Ancaman COVID 19 Indonesia Berbasis Provinsi (di bawah koordinasi Satgas), butuh waktu 2 x 14 hari, secara serentak bersamaan atau simultan di 34 Provinsi, sesuai peta kemampuan setiap provinsi (fasilitas dan sdm kesehatan).

Sejalan dengan upaya pembangunan untuk Meningkatkan Kemandirian Kesehatan yang sekaligus dalam meningkatkan Ketehanan Nasional Bidang Kesehatan, adanya “Pusat Kajian & Pengembangan Kesehatan “Tropical Deseasse”, menjadi mutlak bagi Indonesia, dan harus dimulai sejak saat ini. Hasil kajian dari pusat kajian nantinya dapat dikembangkan menjadi Industri Kesehatan (Obat, vaksin dll) dan Kecantikan (Suplemen, peremajaan kulit dll) berbasis bahan baku lokal nasional. Hal ini menjadi tujuan bagi Rencana pembangunan “Lembah Kesehatan Indonesia” di Palangka Raya, yang diinisiasi oleh Universitas Palangka Raya pada tahun 2019, sangat tepat.

Visi; Poros Maritim Dunia, dan Poros Kesehatan Tropis Dunia pada tahun 2045

Hanibal Hamidi.

Salam Kejuangan Nusantara
Hanibal Hamidi

#PerdesaanSehat.com

Begin forwarded message:

From: Hanibal Hamidi <hanibal2464@gmail.com>
Date: 28 March 2020 15.26.09 GMT+7
To: Hanibal Hp <hanibal2464@gmail.com>
Subject: GOTONG ROYONG NASIONAL PEMBEBASAN INDONESIA DARI TEROR COVID 19 BERBASIS PROVINSI



image.jpg

Salam Kejuangan Nusantara

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: