Akibat Paradigma Yang Tidak Tepat Penaganan Pandemi Covid 19 Indonesia (HH)

DEMI MASA DEPAN INDONESIA YANG TERANCAM TEROR KESEHATAN C19 SAAT INI !!

Sadarlah Bahwa Indonesia Negara Hukum, yang telah mengatur bahwa wabah PANDEMI (“kedaruratan kesehatan masyrakat), dengan skala penularan antar negara, penanganannya diatur oleh UU no 6, 2018, Kekarantinaan Kesehatan (KK), yang merupakan mandat kemenkess sebagai pelaksananya. UU KK ini melaksanakan kesepakatan dunia melalui WHO yang termuat dalam “Internasional Healt Regulation” tahun 2005 (IHR 2005), yang telah dikoordinasikan dengan berbagai lembaga dunia, misal WTO, ILO dll, mengingat pelaksanaan UU Kekarantinaan Kesehatan akan berdampak pada berbagai hak azasi dan berbagai dimensi kehidupan bernasyarakat dan bernegara.

Sangat tidak sama dengan wabah EPIDEMI (bencana non alam), yang skala penularannya lokalis satu wilayah negara, penagananannya diatur dengan UU Wabah dan UU Penanggulangan Bencana.

Akibat keslahan cara pandang penaganan kasus Pandemi Covid 19, yang ditetapkan sebagai bencana non alam, sehingga substansi PP no 21, tahun 2020, tentang PSBB, mengabaikan pengaturan pada pasal 11-14, UU KK, yang seharusnya menjadi acuan substansi PP PSBB tersebut, yang menyatakan bahwa dalam kondisi “kedaruratan kesehatan masyarakat” akibat Pandemi, maka pelaksanaan Kekarantinaan Kesehatan harus dilaksanakan oleh pemerintah pusat, bukan atas usulan pemerintah daerah, seperti saat ini. Hal ini mengingat efektifitas pelakasanaan PSBB bila terdapat batas wilayah anatr negara di suatu wilayah pemda provinsi tertentu (misal Kalbar), maka dibutuhkan kewenagan pemerintah pusat untuk mengendalikan keluar masuk orang dipintu perbatasan tersebut. Demikian pula untuk membatasi mobilisasi orang antar provinsi dengan zona merah, juga harus dibatasi oleh kewenangan pemerintah pusat. Sehingga dengan disertai adanya kedisiplinan masyarakat berdasarkan pengetahuan yang baik tentang provile dan pola penularan virus SarsCoV-2, penyebab wabah pandemi covid 19, melalui edukasi yang masif dan keterlibatan tokoh tokoh masyarakat, maka kepastian efektifitas PSBB akan didapat.

TANPA HAL TERSEBUT DI ATAS, MAKA SEMUA AKSI YANG DILAKUKAN SIAPAPUN, TIDAK AKAN MAMPU MENGENDALIKAN KASUS PANDEMI COVID 19 SAAT INI, KARENA SUDAH SANGAT TERLAMBAT, dan akan semakin buruk, uang semakin habis, dan potensi ketidakpercayaan pd pemerintah makin tinggi, ekonomi makin sulit, jumlah kasus semakin meningkat, kemampuan perawatan RS semakin lemah.

Tanpa mengevaluasi dimana letak kesalahannya dan mulai dari kesadaran dan kejujuran mengakui kesalahan tersebut, maka perbaikan bisa dilakukan.

Penaganan pandemi secara Esensi, dg UU karantina kesehatan secara efektif, dg waktu 24 jam x 2×14 hari scara nasional (kendali pusat), maka dipastikan hasilnya segera terkendali. syartanya perncanaan detail, melibatkan masyarakat secara baik (madani, terbuka, dilog, melibatkan tokoh masyarakat), menempatkan kesetaraan dengan pemerintah sesuai kewenagan, kompetensi, dan kemampuan masing masing, dibawah kendali tim pusat (Kemenkes, + tim pakar multi disiplin + “war rooom” selama 24 jam x 14 hari x 2)

CATATAN;
Segera KARANTINA elit kekuasaan yang berBudaya “sok tau” para pejabat yang merasa pintar karena telah lulus sekolah dengan cara belajar menghapal, bukan dengan cara belajar siswa aktif (diskusi), sehingga nalarnya baik, sehingga senua hal dianggap enteng, mudah dll. JANGAN ANGGAP ENTENG PANDEMI COVID 19.

(HH)

#IndonesiaMaju2045 #KonsolidasiDemokrasiPancasila

Salam Kejuangan Nusantara

Hanibal Hamidi
#PerdesaanSehat.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: