analisa molukuler Difteri terkait terjadinya “outbreak” Difteri Indonesia

Senior dan Sahabat kami, Prof. Tjandra Yoga, mengirimkan literatur terkait analisa molukuler Difteri serta keterangan yang cukup strategis terkait terjadinya “outbreak” Difteri Indonesia saat ini. Terima kasih Prof, jaga kesehatan dan penuh semangat dalam melaksanakan tugas negara di WHO.

Sejalan dengan berbagai tindakan penanggulangan difteri yang saat ini sdg giat dilakukan di lapangan (ORI dll), maka tentunya akan dilakukan juga analisa molekuler tentang difteri yang sedang terjadi. Kita ketahui bahwa -sebagaimana pada outbreak pada umumnya- informasi ttg pola mikroorganisme penyebab outbreak (dalam hal ini Corynebacterium diphteriae) mungkin saja akan dapat membantu analisa epidemiologik dan mungkin juga public health approach yang akan dilakukan.

Sehubungan hal itu maka saya sampaikan 3 kepustakaan analisa molekuler difteri pada outbreak di negara lain dengan berbagai temuan menariknya, dalam hal ini di Afrika Selatan, India (ke dua nya kepustakaan Agustus 2017) dan di Brazil (kepustakaan 2014), sbb:

  1. Molecular Characterization of Corynebacterium diphtheriae Outbreak Isolates, South Africa, (https://wwwnc.cdc.gov/eid/article/23/8/16-2039) – Augustus 2017, yg menemukan strain baru “Two novel lineages were identified, namely, toxigenic sequence type (ST) ST-378 (n = 17) and nontoxigenic ST-395 (n = 3). “
  2. Resurgence of Diphtheria in North Kerala, India, 2016: Laboratory Supported Case-Based Surveillance Outcomes (https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpubh.2017.00218/full) – 30 August 2017, dengan temuan a.l : “Two of the predicted STs (ST-405 and ST-50) associated with the outbreak in Kerala was related to clonal complexes circulating in the world, whereas the other STs are unique to the region.”
  3. Diphtheria outbreak in Maranhão, Brazil: microbiological, clinical and epidemiological aspects ( https://www.cambridge.org/core/journals/epidemiology-and-infection/article/div-classtitlediphtheria-outbreak-in-maranhao-brazil-microbiological-clinical-and-epidemiological-aspectsdiv/45AB87C85CCAEF47803E62620F05C814) , May 2014, yg a.l menyebutkan “analysis identified the isolates as Corynebacterium diphtheriae biovar intermedius with a predominant PFGE type”

semoga situasi Difteri ini akan segera tertanggulangi dengan baik.

Berikut data lengkap kasus dan kematian difteri per Januari-November 2017 Indonesia:

Aceh: 76 kasus, 3 kematian
Banten: 57 kasus, 3 kematian
Jawa Timur: 265 kasus, 11 kematian
Gorontalo: 1 kasus, 0 kematian
Babel: 3 kasus, 2 kematian
Kalimantan Barat: 3 kasus, 1 kematian
Kalimantan Tengah: 1 kasus, 0 kematian
Lampung: 1 kasus, 0 kematian
Sulawesi Selatan: 3 kasus, 0 kematian
Sulawesi Tenggara: 4 kasus, 0 kematian
Sulawesi Tengah: 1 kasus, 0 kematian
Riau: 8 kasus, 0 kematian
Sumatera Barat: 17 kasus, 0 kematian
Sumatera Selatan: 2 kasus, 0 kematian
Sumatera Utara: 2 kasus, 0 kematian
Jawa Tengah: 12 kasus, 0 kematian
DKI Jakarta: 13 kasus, 2 kematian
Jambi: 4 kasus, 0 kematian
Jawa Barat: 117 kasus, 10 kematian

 

Salam Hormat.. (HH)

Melalui RPP PUD, maka PAUD akan menjadi bagian Hak Dasar Bidang Pendidikan, dengan SPM sebagai instrumen pelaksanaannya.

WhatsApp Image 2017-12-04 at 21.43.01

Alhamdulillah telah disepakati bersama PAUD masuk dalam RPP SPM. Saya dapat kabar perkembangan isue strategis ini juga dari Bu Netty. Selamat. Luar biasa peran pak Haris dan tim kemendikbud dalam mewujudkan tonggak sejarah bagi kualitas kehidupan dan kemajuan bangsa di masa mendatang melalui “optimalisasi” kualitas manusia indonesia dalam fase “tumbuh kembang” (Janin-6 Tahun).

Semoga Allah meridhoi.

Amin.

Salam Hormat.

 

HH

Indeks Desa Membangun

Indeks Desa Membangun adalah Adalah alat bantu “Teknokrasi” pengukuran perkembangan Status Kemandirian Desa melalui analisa dan nilai komposit seluruh nilai skoring masing-masing indikator terpilih berdasarkan konsep kebijakan pembangunan yang ditetapkan serta otoritas kewenangan, tugas dan fungsi Kementerian Desa, PDTT. Dengan demikian hasil analisa IDM dalam penetapan status Kemandirian Desa akan dapat menjadi alat bantu pengintegrasian perencanaan 

Menyadari Desa secara esensial merupakan Pemerintahan Otonomi Tingkat 4, tingkatan paling dasar (Pondasi) dari 4 lapis Struktur NKRI (Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Desa), sekaligus masyarakat Desa adalah Entitas Komunitas Bangsa Nusantara yang terkecil (Inti). Maka harus dapat dipastikan penyusunan IDM berdasarkan substansi berbagai regulasi dalam kerangka pelaksnaan kebijakan konsep pembangunan nasional yang paripurna dalam semua aspek yang telah ditetapkan secara nasional. Selain hal tersebut, juga harus dapat dipastikan IDM telah sejalan dengan strtegi pencapaian sasaran strategis jangka pendek, jangka menegah dan jangka panjang secara berkelanjutan. 

 IDM secara teknokrasi disusun sesuai dengan Konsep kebijakan pembangunan Desa untuk mencapai 9 Tujuan UU Desa sebagai amanah UU Desa, melaksnakan amanah Peraturan Presiden No 2 tahun 2015 Tentang RPJMN 2015-2019, serta sejalan otoritas mandat Perpres no 12, 2015 Tentang Kementerian Desa, PDTT dan memegang teguh amanah dan mandat Konstitusi UUD 1945 beserta peraturan perundang undangan yang ada dalam NKRI, mewujudkan palsafah negara Pancasila sebagai acuan pembangunan, sekaligus menghormati keberagaman Desa dengan paradigma Bhineka Tunggal Ika. 

Indikator yang tersedia dalam Podes dipilih yang dapat mewakili Faktor-Faktor penentu keberhasilan pembangunan wilayah; a) Ketepatan Peran Pemerintah dalam memilih intervensi pembangunan, b)Partisifasi Masayarakat terhadap intervensi pembangunan (perencanaan, pembangunan, pemanfaatan dan pemerliharaan) serta c)Karakteristik Wilayah (Tipologi dan Modal Sosial) masing-masing Desa, yang akan mengoptimalkan point a dan b. Secara konspsional, apabila point a,b dan c masing-masing saling berkorelasi positif, maka dapat dipastikan dampaknya akan tercapai sesuai teori dan konsep kebijakan Tata Kelola program pembangunan sektoral dan atau bidang yang strategis terpilih yang secara teori pembanguan merupakan determinan faktor pada kemajuan Pembangunan pada; dimensi Sosial, Dimensi Ekonomi dan Dimensi Lingkungan. – perdesaansehat.com

Buku Indeks Desa Membangun

HanibalHamidi #HibahDiriTukDesa

 

Indonesia Semakin Eksis di Mata Dunia

Kursus Bahasa Indonesia yg diselenggarakan KBRI New Delhi sudah dimasukkan dalam general announcement WHO SEARO, untuk Staf WHO yg berminat ikut belajar. Sejauh ini belum pernah ada kursus bahasa (di luar bahasa resmi WHO dan bahasa India) yang pernah ditawarkan ke Staf WHO. Ini hanya sekedar partisipasi mengangkat nama (kali ini Bahasa) Indonesia. Indonesia semakin eksis dimata dunia.

Blog at WordPress.com.

Up ↑