PENDEKATAN KATAJAGA, WC4ALL SE KELURAHAN

Pesan dari Pak Budi Jamban : “PENDEKATAN KATAJAGA, WC4ALL SE KELURAHAN diteliti mahasiswa kesehatan masyarakat Universitas Negeri Semarang. menunjukkan kontaminasi turun di dampak tipus juga turun signifikan. Inilah alasan kenapa kita harus KERJA KERAS untuk percepat WC4ALL INDONESIA.Banyak yang harus dilakukan oleh bangsa ini,tapi membuat jamban adalah yg pertama, semoga uluran lain ikut datang padanya.Walau rumah menyedihkan, tetap harus punya WC. seperti daerah rob semarang utara”

.

Mantap, terus jaga semangat dan pengorganisasian kerja advocacy bagi berbagai pihak terkait yang berkesesuaian dengan sasaran komunitas strategis yang ditetapkan. Syarat utamannya adalah “berikan panggung pada masing masing kontributor” Gerakan KATAJAGA pada semua tingkatan masing masing wilayah. 
Sehingga tidak terjadi dominasi peran oleh siapapun terutama oleh kita sebagai inisiator.

Semoga kemajuan capaian perjuangan kita semua bagi mewujudkan bangsa yang bermartabat, mendapatkan Ridho Allah, amin.

Salam KATAJAGA Indonesia.

 Salam Kejuangan Nusantara
 Desa Membangun Indonesia
                 Hanibal H

           #HibahDiriTukDesa

Orang Tionghoa di Indonesia Dijadikan Musuh, Bukan Sumber Pengetahuan Seperti Pesan Alquran, Belajar Sampai Negeri China

 

MARI KITA BELAJAR GAYA HIDUP ORANG TIONGKOK

Oleh : KH. A. Hasyim Muzadi
Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang

Saya ingin menyampaikan sesuatu yang menarik tentang RRT (Republik Rakyat Tiongkok) kepada anda sekalian.

Dengan perjalanan ini, saya menjadi lebih mengerti kenapa Rasulullah SAW menganjurkan kita supaya mencari ilmu, sekalipun ke Negeri Tiongkok.

Saya perhatikan ada beberapa kekhususan dari orang Tiongkok yaitu:

1. Segi Historis (Sejarah)

Tiongkok adalah bangsa yang tua karena beribu-ribu tahun sebelum masehi, Tiongkok sudah menjadi bangsa yang besar bersama dengan Romawi, Yunani, Persia, India, dll.

Ini adalah bangsa-bangsa tua yang ribuan tahun sebelum masehi sudah dikenal dalam sejarah.

 

2. Segi Geografis

RRT persis berada pada posisi tengah-tengah dari Benua Asia. Adapun selisih waktu antara Beijing dengan Jakarta hanya 1 jam sebagaimana selisih WIB dan WITA.

Luas Negara RRT ini luar biasa, bahkan melampui luasnya Amerika Serikat dan hampir sama dengan luas Uni Sovyet sebelum pecah.

3. Segi Populasi

Negara RRT mempunyai jumlah populasi terbesar di dunia, yaitu mencapai 1,3 milyar jiwa. Ini jumlah penduduk yang ada di Tiongkok daratan, belum lagi bangsa Tionghoa yang berada di luar RRT (Overseas Chinese).

Di Negara mana-mana pasti ada orang Tionghoa, termasuk Kalpataru, Cengger Ayam, bahkan daerah yang nyelempit-nyelempit itu. Ada satu pribahasa mengatakan : Dimana ada tebit matahari, disitulah ada orang Tionghoa .

Jadi, tidak ada satu kota pun di dunia ini yang tidak ada orang Tionghoanya.

Jumlah populasi orang Tionghoa yang berada di luar RRT itu kalau ditotal sekitar 600 juta jiwa. Sehingga kalau ditotal secara keseluruhan, maka jumlah populasi warga Tionghoa mencapai hampir 2 milyar jiwa.

4. Segi Ekonomi

Tiongkok ini adalah bangsa yang mempunyai etos kerja tinggi dan pekerja keras.

Dalam satu hari, orang Tiongkok mampu bekerja selama 11 jam, padahal kita saja yang bekerja 8 jam sehari sudah merasa berat.

Perhatikan orang Tiongkok yang buka toko. Pada pukul 06.00 dia sudah membuka toko dan tutup menjelang Maghrib, kemudian malam harinya, dia totalan. Jadi, waktu yang tersisa itu hanya digunakan untuk tidur atau untuk keperluan yang berkaitan dengan usaha dagangnya.

Di samping sebagai pekerja keras, orang Tiongkok adalah pekerja rajin dan cerdas.

Sekarang ini, tidak ada satu barang pun di dunia ini yang tidak ditiru oleh Negara RRT. Suatu saat saya pergi ke pasar malem. Di sana saya ditunjukkan jam tangan merk Rolex, mulai dari yang asli seharga 70 juta Rupiah, sampai Rolex yang seharga Rp. 70.000, dan kita sulit untuk membedakan antara yang asli dengan yang palsu. Oleh karena itu, RRT mempunyai potensi luar biasa untuk menghancurkan Barat. Apalagi produksi-produksi di sana dibuat secara besar-besaran, yaitu kalau satu orang membuat 10 baju, maka dari RRT akan mengekspor sekitar 12-13 milyar baju.

5. Rasa Persaudaraan (Kekeluargaan)

Bangsa Tiongkok mempunyai rasa batin “keluarga besar” bila dinegara luar , kalau orang Tiongkok ketemu sama orang Tiongkok lainnya, perasaannya lebih akrab dibandingkan ketemu dengan bangsa lain.

6. Segi Politik

Dahulu Negara RRT diperintah oleh Kaisar. Tunduk kepada Kaisar adalah harga mati, sehingga pada zaman Kekaisaran, Kaisar menyuruh rakyat untuk membangun tembok Raksasa Tiongkok meski harus mengorbankan ratusan ribu jiwa. Tembok Rajsasa Tiongkok ini dibangun di puncak-puncak bukit dan panjangnya sekitar sepanjang 6000 KM. Kalau ada pekerja yang mati, maka langsung dikuburkan di dekat situ. Jadi, tembok Rajsasa Tiongkok itu sebenarnya angker karena ada alam arwahnya.

Setelah itu Negara RRT dipimpin oleh Komunis. Pemerintahan Komunis ditambah dengan etos kerja bangsa Tiongkok yang luar biasa, menjadikan Negara RRT memperoleh untung besar. Kenapa?, karena nilai yang dimakan oleh masing-masing orang Tiongkok, lebih sedikit dari pada nilai hasil kerja mereka. Ibaratnya: kalau nilai kerjanya Rp. 20.000 perhari, maka dia hanya memakainya sebanyak Rp, 10.000 sehari, sedangkan yang Rp. 10.000 lainnya menjadi hak Negara, sehingga yang semakin kuat adalah Negaranya. Ini terjadi pada waktu pemerintahan Komunis dipimpin oleh tokoh bernama Mao Zhedong.

Setelah Mao Zhedong meninggal dunia, sistem ekonomi RRT diubah, namun politiknya tetap berhaluan Komunis. Artinya: orang Tiongkok masih diperintahkan untuk kolektivitas, tapi ekonomi RRT mulai dibuka pelan-pelan. Dari situ, mulai ada ekspor dan impor, investasi, dsb. Bahkan lebih dari 4 juta anak-anak muda Tiongkok , dikirim ke seluruh dunia untuk belajar membuat barang-barang yang dibuat di negara-negara yang mereka tempati. Semua itu dibiayai oleh Negara.

Akhirnya ekonomi Tiongkok meledak dan berkembang sangat pesat. Kenapa?, karena bangsa Tiongkok itu tidak suka hidup mewah, di samping karena budaya, juga karena faktor politik Komunisme yang dianut.

Jadi, Negara RRT itu dari Komunis, bergeser ke arah Sosialis yang agak longgar, bahkan sekarang menjadi Kapitalis, namun bukan “dikapitalisasi” oleh orang lain.

Dalam tempo kurang dari 20 tahun, kota-kota besar di RRT disulap menjadi lebih hebat dari pada Washington dan New York. Jadi, di sana saya seperti memasuki daerah yang exclusive , karena saya dulu pernah ke RRT, tapi tidak seperti yang sekarang ini. Sekarang ini Negara RRT luar biasa hebatnya dan mulai menggeser posisi ekonomi Barat.

Kenapa itu bisa terjadi?, karena RRT tidak mau terikat dengan semua ikatan ekonomi internasional, baik itu IMF, ILO, WTO, dsb. Sehingga RRT ini berjalan tidak berdasarkan konsensus internasional, melainkan menggelinding sendirian dengan kekuatan raksasa yang mereka miliki.

Hidup orang Tiongkok tetep sederhana, karena mereka mempunyai budaya yang mengacu kepada filsafat Konghucu. Sekalipun orang Tiongkok adalah komunis yang menganut ajaran tidak bertuhan (atheisme), tapi sebenarnya mereka masih mengamalkan jujung tinggi ajaran Kongfuche sampai hari ini.

Orang Tiongkok yang beragama Kristen menganut Konghucu juga, orang Tiongkok yang beragama Islam juga menganut firsafat Konghucu, dsb.

Filosofi Konghucu sedari dulu sudah menjadi landasan berbangsa dan bernegara.

Umat Islam di Tiongkok tidak besar, jumlah mereka kurang lebih sekitar 50 juta saja. Apa artinya 50 juta muslim di tengah-tengah 1.3 milyar penduduk RRT. Orang Islam di sana rata-rata sudah berusia tua yang kelasnya “Husnul khatimah”.

Nah, yang menarik bagi saya dan mungkin cocok dengan kandungan Hadits di atas adalah bahwa bangsa Tiongkok itu selalu hidup di bawah jumlah penghasilannya. Saya kira, sikap ini perlu kamu tiru. Tidak ada orang Tiongkok yang menghabiskan uang Rp. 10.000 sehari, kalau penghasilannya tidak mencapai Rp. 15.000. Ketika orang Tiongkok masih berpenghasilan Rp. 5.000, maka dia hanya makan sebanyak Rp. 4.000 saja. Jadi, irang Tiongkok itu pantang memakan habis hasil keringatnya dan harus ada sisa dari hasil keringatnya tadi.

Bangsa Tiongkok /Tionghoa sudah terbiasa hidup sederhana. Mereka bisa bikin mobil, motor, dsb. Mereka juga bisa meniru sepeda motor model Harley Davidson. Meskipun demikian, mereka jarang naik sepeda motor.

Saya lihat di kota Beijing , kalau orang mau bepergian yang jaraknya kurang dari 1 KM, maka mereka memilih jalan kaki; kalau lebih dari 1 KM, mereka memilih naik sepeda; dan kalau lebih dari 5 KM, maka mereka memilih naik bus.

Kalau sudah kaya betul, baru mereka mempunyai mobil; itupun jarang dipakai, karena mereka lebih suka naik bus sekalipun sudah mempunyai mobil sendiri. Alasan mereka sederhana dan rasional, yaitu jalan kaki itu lebih hemat, lebih sehat, lebih selamat, dan anti-polusi.

Di sana juga banyak sepeda pancal, namun sepeda yang dipakai itu jelek-jelek, karena yang baik-baik itu untuk dijual. Jadi, bangsa Tiongkok ini mempunyai sifat-sifat yang agak aneh dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang lain. Du Tiongkok itu kalau yang terbaik untuk dijual, sedangkan yang jelek untuk dipakai sendiri.

Di RRT jarang ada rumah mewah, yang banyak adalah rumah susun, maklum jumlah penduduknya milyaran orang. Sedangkan bangunan yang megah-megah adalah semacam universitas, pertokoan, mall, kantor, dsb.

Orang-orang Tiongkok/Tionghoa jarang yang gemuk, padahal makannya banyak. Mereka bisa langsing karena sering jalan kaki dan berolah raga rutin.

Bahkan hampir seluruh tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat-obatan, tumbuh subur di Negara Tiongkok/RRT, Ibaratnya, Negara Tiongkok adalah miniatur dari tanaman-tanaman yang berkhasiat obat.

Lha, ini yang menginspirasi Mr. Li Xiang untuk memproduksi obat-obatan, tapi sudah dimodernisir.

Pabrik yang dimiliki oleh Mr. Xiang ini sekarang sudah menguasai 1/3 pasaran obat di dunia. Dia menggunakan sistem MLM (Multi Level Marketing) dan sistem bonus, yaitu setiap orang yang berhasil menggaet pelanggan lain, akan diberi bonus. Jadi, kalau saya membuat 100 anak Al-Hikam membeli produk obatnya, maka saya akan mendapatkan keuntungan dari 100 orang tadi. Dengan sistem promosi yang berjenjang seperti ini, maka orang berlomba-lomba kaya melalui pabrik milik Mr. Xiang ini. Bonusnya juga ndak tanggung-tanggung, ada bonus berupa pesawat, kapal pesiar, mobil, sepeda motor, dsb.

Saya sudah ke Eropa, Amerika, Timur Tengah, Afrika, dsb., saya melihat bangsa Tionghoa ini memang aneh. Mereka lebih mendulukan bekerja daripada makan. Jumlah yang dimakan harus di bawah hasil kerja. Sebenarnya makannya orang Tionghoa itu banyak sama dengan makannya orang Arab; akan tetapi karena mereka berolah-raga terus, sehingga jarang yang gemuk. Lain halnya dengan orang Amerika, di sana ada wong gowo wetenge tok wis kabotan, mergo kakean badokan (orang bawa perutnya sendiri sudah keberatan, sebab kebanyakan makan berlebihan red.).

Lalu saya teringat pada Hadits Rasulullah SAW , Hadits itu ditujukan untuk urusan kehidupan duniawi.

Bangsa Tionghoa ini pekerja keras dan pekerja cerdas. Kalau orang Bugis, Madura dan Batak adalah pekerja keras, tapi tidak cerdas, sehingga kalau ayahnya jualan rokok di rombong, maka anaknya juga demikian. Beda dengan orang Tiinghia, kalau ayahnya jualan kacang buntelan, maka pada saat anaknya nanti, usahanya sudah menjadi pabrik kacang. Jadi, untuk faktor enterpreneurship, mungkin org Tionghoa itu nomer satu di dunia.

Orang Barat itu hebat dalam hal penelitian dan penemuan. Mereka meneliti sampai bisa menemukan listrik, kereta api, silinder, dsb.

Adapun masalah berdagang dan mencari rezeki, jagonya adalah org Tionghoa.

Sedangkan kalau makan tapi tidak kerja, jagonya adalah orang Indonesia. Jadi, orang Indonesia itu maunya, kalau kerja tidak berkeringat, tapi kalau makan, harus berkeringat …

Berarti di sini kita mengalami hambatan budaya untuk maju.

Ini semua membuat saya mikir-mikir: Seandainya ibadah, tauhid, dan akhlaq kita digandengkan dengan etos kerjanya orang Tionghoa , maka saya kira, itulah yang dimaksud oleh Hadits Rasulullah SAW:

“Bekerjalah untuk duniamu, seakan-akan engkau hidup selamanya; dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok hari”

Kesalahan orang Islam adalah menghindari kerja keras, seakan-akan tidak bekerja keras adalah bagian dari tasawuf, padahal pandangan seperti itu adalah bagian dari kebodohan.

Tasawuf itu ngeresii ati, bukan nganggur. Banyak orang Islam yang merasa mulya ketika ngganggur, tapi kok urip, padahal orang seperti ini pasti menjadi benalu atau seperti bunga teratai yang hidup terombang-ambing di atas air, sekalipun berbunga, ia tidak bisa lepas dari air. Oleh karena itu, saya ingin kamu semua mempunyai etos kerja dan enterpreneurship.

Saya melihat orang Tionghoa di sana jarang omong. Mereka ngomong seperlunya, karena pekerjaan lebih mereka dahulukan.

Sedangkan di sini, omong-omongan tok iso sampek 4 jam sambil ngentekno kopi 4 gelas (berbincang-bincang saja bisa sampai 4 jam sambil menghabiskan kopi 4 gelas. red), serta bercerita yang sama sekali tidak ada gunanya.

Ini disebut dengan wasting time (menyia-nyiakan waktu), padahal di dalam Hadits disebutkan bahwa orang yang menyia-nyiakan waktu atau hidupnya, berarti dia sedang disia-siakan oleh Allah SWT.

Sebenarnya Islam mengajarkan etos kerja ini ketika Rasulullah SAW ditanya:

“Rezeki apa yang paling baik?”

Beliau menjawab:

“Rezeki terbaik adalah rezeki hasil tangannya sendiri”.

Kadang-kadang, karena orang tua masih cukup, maka seseorang nebeng kepada orang tua, sementara dia sendiri tidak ada mempunyai kreativitas; sehingga begitu ditinggal mati oleh orang tuanya, dia akan kelabakan.

Saya melihat bahwa perusahaan-perusahaan besar milik orang Keturunan Tionghoa di Indonesia, rata-rata Grand Manager-nya berusia di bawah 40 tahun. Misalnya: Gudang Garam, Djarum, dsb. Perusahaan-perusahaan itu sudah tidak dipegang oleh ayahnya, karena ayahnya sudah menjadi konsultan, sedangkan yang menjadi eksekutif commite-nya adalah anak-anaknya.

Saya sebenarnya ingin kamu berlatih dua hal, yaitu:

🔸 Jangan memubadzirkan waktumu, demi menegakkan etos kerja dan …

🔸 Berusahalah berprestasi lebih tinggi dari pada apa yang kamu butuhkan.

Hal-hal seperti di atas, kalau digandengkan dengan akhlak dan tauhid, maka itulah bentuk nyata dari fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah.

Negara-negara Islam, mulai dari Saudi Arabia sampai Maroko, adalah Negara-negara yang kaya, namun bukan Negara yang maju. Negara-negara di Timur Tengah menjadi Negara kaya, karena mempunyai minyak yg melimpah. Namun karena yang menyedot minyak adalah Amerika, maka Negara-negara Timur Tengah hanya dikasih 15 % dari hasil sedotan. Itu sudah membuat mereka menjadi Negara kaya, akan tetapi tidak bisa menjadikan mereka sebagai Negara maju, karena nyedot minyak saja tidak bisa.

Sementara Negara-negara di Timur Tengah yang tidak punya minyak, semuanya menjadi Negara miskin, contoh: Mesir, Tunisia, Al-Jazair, Moroko, apalagi Sudan.

Sudan itu ibukotanya bernama Kartoum, namun bandara Kartoum saja tidak ada WC-nya, sehingga kalau mau kencing harus melayu adoh ke tempat sing gerumbul-gerumbul (yang rimbun. red), sehabis kencing, diobati (maksudnya; diobat-abit).

Sebenarnya, perintah melihat bangsa Tionghoa adalah bagian dari Hadits yang menyatakan bahwa hikmah itu adalah milik orang mukmin. Kalau hikmah itu kececer pada orang lain, maka hikmah itu adalah milikmu.

Jangan karena tidak Islam, lalu kamu memusuhi mereka.

Karena mutiara itu kececer dan dipegang oleh orang lain, maka ambil kembali hikmah itu.

Contoh: Penelitian itu kan perintah Islam, lalu kenapa kita tidak memakai hasil penelitian orang Eropa …?

Dulu, sebelum orang Eropa maju, yang bisa meneliti dalam bidang kedokteran, matematika, gizi, dsb. diteliti oleh ulama-ulama Islam.

Oleh karena itu, ambillah hikmah dari mana saja, asal hikmah itu benar menurut syariat Islam.

Jadi, tidak bagus kalau ada orang yang membeda-bedakan antara daerah Islam dengan daerah yang tidak Islam. Karena di daerah Islam itu ada tauhid, namun ada kelemahan; sedangkan di daerah yang tidak Islam, ada kekufuran, namun ada kelebihannya.

Hanya saja, sampai hari ini, orang-orang Timur Tengah, masih juga membagi peta antara Negara Islam dengan Negara tidak Islam, padahal mutiara-mutiara Islam sebagai agama, telah tercecer di sana-sini, karena tidak dipegang oleh orang muslim di negara Islam itu sendiri.

Ketika saya masuk Somalia, penduduknya begitu miskin … Kalau di sana ada orang bisa makan cukup setiap hari, itu sudah Alhamdulillah …

Padahal Negara ini mempunyai tambang-tambang yang banyak.

Ini semua mengingatkan kita, kenapa Negeri Islam, penduduknya miskin-miskin, sedangkan penduduk di daerah non-muslim kok tidak demikian. Ilmu memang ada di sini, namun yang melakukan adalah orang di luar Islam … Jadi, ilmu etos kerja, ilmu penelitian dan kerja keras adalah Islami.

Mereka yang melakukan ilmu itu, meskipun ndak pakai syahadat; sedangkan di Negara-negara Islam pakai syahadat, tapi ilmunya tidak diamalkan.

Jadi, kalau syahadat itu ibarat lokomitif, sedangkan gerbongnya adalah ilmu. Baik lokomotif maupun gerbong, itu sama-sama diperlukan.

Kalau ada lokomotif ndak pakai gerbong, itu kan lucu … Akhirnya di Negara-negara Islam, penduduknya bertentangan karena selisih paham, saling bunuh-membunuh karena selisih aliran, dsb.

Jadi, Islam yang kaffah itu bukan Negara harus di-stempel Islam, namun unsur-unsur ke-Islam-an yang harus diterapkan di Negara itu.

Nah, sekarang itu, golongan seperti Hizbut Tahrir, FPI, dsb. mengatakan bahwa Islam Kaffah adalah kalau Indonesia yang dihuni oleh banyak orang Islam ini, distempel Islam; ndak peduli apakah masyarakat di dalamnya itu menjadi maling atau tidak …

Padahal yang akan dihisab nanti adalah orang-perorang, bukan institusi … Jadi yang harus bertanggung jawab adalah individu, bukan nation state-nya.

Baru pemahamannya saja, mereka sudah menceng dan tidak karu-karuan … Mereka itu sebenarnya tidak kaffah, tapi merasa paling kaffah.

Kemarin saya didatangi oleh Redaktur Majalah Sabili; saya dikritik karena saya kok masih mempertahankan Pancasila, kenapa kok tidak setuju dengan Khilafah, berarti tidak kaffah … Lalu saya jawab:

“Lho, yang dimaksud kaffah bukan simbolistik-simbolistik, melainkan hikmah-hikmah Islam yang berserakan, kemudian dijadikan satu, itulah Islam kaffah.”

Untuk mengerti bahwa shadaqah itu penting, kita cukup membaca Hadits … Akan tetapi untuk menciptakan masyarakat yang mampu bersedekah, maka tidak cukup hanya dengan menghafalkan Hadits-hadits, karena itu adalah proses perjuangan ekonomi kerakyatan.

Sementara sekolah-sekolah Islam yang di Timur Tengah, isinya menghafal saja, sehingga berhenti sampai hafalan, tidak pada aktualisasinya …

Dino-dino omongane dalil (sehari-hari bicara dalil. red), tapi dalil iku gak tahu dilakoni (tidak pernah dilakukan. red).

Semua ini menjadikan saya termenung …

Sudah berapa Negara yang saya kelilingi, saya kira sudah lebih dari 40 Negara. Namun, untuk kunjungan ke RRT, rasanya lain bagi saya.

Bagaimana tidak …?

Mereka punya sesuatu, tapi tidak mau pakai; mempunyai etos kerja tinggi, tetapi hidup sederhana; barang yang terbaik untuk dijual, sedangkan yang asal jadi, dipakai sendiri. Mereka juga jarang yang mau pakai sepeda motor, karena mengakibatkan polusi dan tidak sehat. Maka dari itu, umure wong Tiongkok iku dowo-dowo, gak mate-mate sampek tuek tuyuk-tuyuk (umur orang Tiongkok itu panjang-panjang, tidak mati-mati sampai tua. red) , bahkan mencapai usia lebih dari 100 tahun.

Jadi, budaya kita ternyata tidak produktif. Bagaimana kita bisa mempunyai budaya yang produktif, tapi etis dan tauhidi dan Islami, ini baru menjadi bangunan dari fiddunya hasanah wa fil akhriati hasanah.

Saya masih akan ke Moskow. Rusia itu dedengkot komunis dunia. Mereka telah mendirikan komunisme yang bertahan selama 70 tahun, lalu ambruk.

Kenapa Rusia setelah direformasi, kok ambruk, sedangkan Tiongkok setelah reformasi kok malah melejit, padahal keduanya sama-sama komunis …?

Itu karena komunis di Tiongkok menggunakan budaya Tiongkok (filosofi Konghucu), yaitu makan kurang dari penghasilan; sementara orang Rusia, biaya makan melebihi kapasitas hasil kerjanya.

Sekarang ini orang Tiongkok pergi ke Moskow secara besar-besaran untuk menggarap pertanian-pertanian. Sehingga sekarang ini Rusia tampaknya berada di bawah kendali RRT.

Ketika saya di RRT(Republik Rakyat Tiongkok) , saya bertemu dengan pedagang Amerika yang berasal dari Wall Street di New york … Dia minta dengan hormat, supaya Tiongkok itu tidak mengekspor barang-barang seperti sekarang ini, karena kalau ini diteruskan, maka perekonomian akan ambruk dalam 5 tahun.

Jawabnya orang Tiongkok :

“Saya tidak ingin mengekspor barang saya, kalau rakyat Anda tidak ingin membeli barang saya”.

Hitungan kan begini: PendudukTiongkok itu berjumlah 1.3 Milyar jiwa, kalau setiap orang memperoleh bati 1$ saja, berarti untungnya sudah mencapai 1.3 Milyar dollar. Jadi, gimana mereka mau disaingi, itu kan tak mungkin.

sumber artikel :
http://mylazuardi.multiply.com/journal/item/7/belajarlah-gaya-hidup-kepada-bangsa-Tionghoa

Di Negeri Kita ini

orang suku Tionghoanya dijadikan “MUSUH”

Dijadikan Kambing Hitam

Bukan dijadikan “GURU”.

FAEDAH KITA BERADA DALAM PERSAHABATAN INI

ALLAH mempertemukan kita untuk beribu alasan

Entah untuk memberi atau untuk menerima

Entah untuk belajar atau untuk menyampaikan

Entah untuk bercerita atau untuk mendengarkan
Entah untuk sesaat atau untuk selamanya

Entah akan menjadi bahagian terpenting atau hanya untuk sekadarnya

Semua tidak akan ada yang sia-sia, kerana Allah yang mempertemukan

Hidup kita saling mengisi
Jadi jika ada perbedaan, itu adalah hal yang sangat biasa
Tidak perlu diperbesar dan jangan jadikan ia puncak perpecahan sehingga memutuskan tali silaturrahmi yang sudah terjalin

Mungkin kehadiran kita adalah jawaban atas doa-doa saudara kita, sebagaimana mereka pun adalah jawaban atas doa-doa kita.

Jika sudah menjadi takdir Allah, meski dengan jarak beribu-ribu kilometer jauhnya, kita tetap akan dipertemukan, dalam satu ikatan “Ukhuwah”

Semoga kita ini semakin kuat & mantap seiring dengan doa-doa kita bersama.

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan Nabi, dan bukan pula Syuhada.
Tetapi para Nabi dan Syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka”

Seorang Sahabat bertanya

“Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka yang dimaksudkan itu?
Agar kami dapat turut mencintai mereka” ujar para sahabat.

Lalu Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wassalam menjawab

“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, mengasihi dan menyayangi kerana Allah SWTTanpa adanya hubungan darah, keluarga dan Nasab di antara mereka.

Demi Allah, wajah-wajah mereka pada hari itu BERSINAR bagaikan CAHAYA di atas mimbar-mimbar dari cahaya.

Mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih
(HR. Abu Dawud)

Sedikit pencerahan tentang persatuan, persahabatan dan persaudaraan.
Semoga tali Silaturrahmi persahabatan dan persaudaraan kita termasuk ke dalam golongan yang diRidhoi serta diberkahi oleh Allah SWT.
Aamiin Ya Rabbal A’lamiin.

Apapun status sosialmu, betapa tinggi pun kedudukanmu dalam karier dan kehidupanmu. Namun, kau tetaplah manusia biasa yang tak luput dari khilaf, salah dan dosa di hadapan Tuhanmu dan juga manusia-manusia lain… yang kelak akan dimandikan, dikafankan, disolatkan dan dikuburkan oleh orang lain.
Jagalah selalu tali silaturrahmi dan hubungan baik pada sesamamu
Semoga bermanfaat.

 

Penulis : Anonim

MATEMATIKA ITU RUMIT TAPI AJAIB

Penyebutan : Angka 1 sampai 9 dgn huruf bahasa Indonesia (satu s/d sembilan) mengandung decak kagum.

Jika kita menjumlahkan dua angka yg huruf awalnya sama, maka hasilnya selalu 10.

Angka Berawalan S —►
Satu + Sembilan = 10
Angka yg hurufnya Berawalan D —►
Dua + Delapan = 10
Berawalan T —►
Tiga + Tujuh = 10
Berawalan E —►
Empat + Enam = 10
Bahkan —► Lima + Lima = 10

Hari ini adalah Hari Matematika Nasional

Lihatlah yang menakjubkan dalam Matematika berikut ini !

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Brilian sekali ya?
Dan lihat simetrinya yang berikut ini :
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

 

Entah siapa yg membuat rumus seperti ini, tapi ini emang keren banget

MATEMATIK VERSI BARU…

Jika:
A = 1
B = 2
C = 3
D = 4
E = 5
F = 6
G = 7
H = 8
I = 9
J = 10
K = 11
L = 12
M = 13
N = 14
O = 15
P = 16
Q = 17
R = 18
S = 19
T = 20
U = 21
V = 22
W = 23
X = 24
Y = 25
Z = 26

apakah yg membuat kesuksesan/ keberhasilan hidup menjadi 100% ?

H+A+R+D+W+O+R+K (Kerja Keras) : 8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

K+N+O+W+L+E+D+G+E (Pengetahuan) :
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%

L+O+V+E (Cinta) :
12+15+22+5 = 54%

L+U+C+K (Nasib) :
12+21+3+11 = 47%

Tidak ada yang jadi 100%.
Apa yang membuatnya jadi 100% ?

Adakah money ?

M+O+N+E+Y =
13+15+14+5+25 = 72% NO..!!!

Leadership..?
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P =
12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97% NO…!!!

Ternyata apa yang membuat menjadi 100% adalah :

Coba lihat yang ini

S+E+D+E+K+A+H+J+A+R+I+A+H 19+5+4+5+11+1+8+10+1+18+9+1+8 = 100%

( nilai saham akhirat )

KEBETULAN atau TIDAK…? tapi itulah MATEMATIKA

Satu fakta angka angka yg menarik untuk kita fikirkan :

Adakah kita sadari ?

Aceh
Tsunami
26-12-2004

Bohemia
Gempa
26-11-1902

Jogja
Gempa
26-05-2006

Tasik – Jawa Barat
Gempa
26-06-2010

Gunung Merapi
Meletus
26-10-2010

Jambatan Tenggarong
Samarinda, Indonesia
Runtuh
26-09-2013

Tahun lalu pada tgl 26 Oktober Taufan Haiynan diutus Allah SWT, untuk menunjukkan kekuasaan Nya kepada seluruh rakyat Filipina yg telah merobohkan “Rumah Nya” di Manila untuk digantikan dgn shopping mall…

Mengapa semua ini
Terjadi pada Tanggal 26

Apakah ini suatu kebetulan?

Bukalah dan bacalah
Al-Quran Juz ke: 26

Allah SWT telah berfirman.

Bunyinya :

“Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncang kan langit dan bumi, laut dan darat”.

Biar mereka semua tahu bahwa Mu’jizat Allah itu ada !!!

 

Ternyata Cuma 1.5 jam⌚ saja Umur Kita hidup di DUNIA 🌎 ini.

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱

Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur’an sebagai sumber kebenaran yang hakiki
🔎 1 hari akhirat = 1000 tahun dunia
🔎 24 jam akhirat = 1000 tahun dunia
🔎 3 jam akhirat = 125 tahun dunia
🔎 1.5 jam akhirat = 62.5 tahun dunia

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1.5 jam saja.

Pantaslah kita selalu diingatkan tentang masalah waktu.

Allah berfirman : “Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)”

Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk meniti perjalan hidup kita ini.

Kuatkan berfikir untuk akhirat.
Karena dunia ini akan kita tinggalkan.

Fokus akhirat
Itulah tempat kita akan hidup seterusnya.

Ingatlah ini :
untuk diri saya sendiri.
Mayat orang Islam yang tidak sembahyang pada 1000 tahun dulu masih disiksa hingga kini.

Allahuakbar! 1 waktu kita tinggalkan sholat sama dengan 8000 tahun siksaan neraka. Jika kita sehari 5 waktu x sholat?

5 x 8000 = 40.000
tahun.

Subhanallah…

La illaha illa Allah,Muhammadu Rasulullah

Arthur Share : bagaimana bisa saya menanyakan kepada Tuhan, Kenapa (harus) saya?

Arthur Ashe, pemain Wimbledon legendaris sekarat karena AIDS yang berasal dari darah yang terinfeksi ketika operasi jantung pada 1983.

Dia menerima surat dari para penggemarnya, salah satu dari mereka ada yang menyampaikan:

“Mengapa Tuhan memilih Anda untuk mendapatkan penyakit yang buruk seperti ini???”

Terhadapnya, Arthur Ashe menjawab:

Lima puluh juta anak mulai bermain tenis,
Lima juta dari mereka belajar serius bagaimana bermain tenis,
Lima ratus ribu belajar tenis secara profesional,
Lima puluh ribu bertanding dalam turnamen,
Lima ribu mencapai Grand Slam,
Lima puluh mencapai Wimbledon,
Empat mencapai semifinal, tapi hanya
Dua mencapai final.
Dan ketika saya menggenggam pialanya, saya tak pernah bertanya pada Tuhan, “Kenapa (harus) saya?”

Jadi ketika sekarang saya sakit, bagaimana bisa saya menanyakan kepada Tuhan, “Kenapa (harus) saya?”

Kebahagiaan membuatmu tetap manis.
Cobaan membuatmu kuat.
Kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia.
Kegagalan membuatmu tetap rendah hati.
Kesuksesan membuatmu tetap berpijar.
Namun, hanya IMAN yang membuatmu tetap melangkah.

Kadang engkau merasa tidak puas terhadap kehidupanmu sementara banyak orang di dunia ini memimpikan bisa hidup sepertimu.

Anak kecil di ladang memandang pesawat terbang di atasnya, dan memimpikan bisa terbang, tetapi sang pilot di pesawat itu memandang ladang di bawahnya dan memimpikan bisa pulang ke rumah dan bermain-main di tengah-tengah gandum yang menguning!

Begitulah hidup.
Jalani hidupmu dengan benar …..

Jika kekayaan adalah rahasia kebahagiaan, tentu orang-orang kaya akan menari-nari di jalanan.
Tapi? Hanya anak-anak miskinlah yang melakukannya 👍!

Jika kekuatan memang menjamin keamanan, tentu orang-orang penting akan berjalan tanpa pengawalan.
Tapi? Hanya mereka yang hidup sederhana yang bisa tidur nyenyak.

Jika kecantikan dan kepopuleran memang membawa kita pada hubungan yang ideal, tentu para selebriti pasti punya perkawinan yang terbaik, nyatanya banyak dari mereka kawin cerai berulang-ulang.

Hiduplah sederhana.
Berjalanlah dengan rendah hati.
Jangan lupakan kasih dan karunia-Nya.
Dan belajarlah mengasihi sesamamu dengan sungguh-sungguh!

Selamat pagi dan selamat berkarya

Blog di WordPress.com.

Atas ↑