80.000 Bayi Baru Lahir Meninggal Setiap Tahun Monday, 25 March 2013

Lebih dari 80.000 bayi baru lahir meninggal dunia setiap tahun di Indonesia pada bulan pertama kehidupan mereka. Pada kenyataannya, hampir 43 persen kematian bayi di bawah usia satu tahun terjadi pada 28 hari pertama kehidupan. Menurut survei SDKI tahun 2007 dan 2012 lebih dari tiga perempat dari kematian ini disebabkan oleh tiga penyebab utama: kesulitan bernafas saat lahir (asfiksia), infeksi dan komplikasi lahir dini dan berat badan lahir rendah.

Hal itu terungkap dalam Seminar “Peningkatan Kualitas Asuhan Neonatus dalam pelayanana kesehatan” yang berlangsung di Jakarta, 27 Feb – 1 Maret 2013.¬†Acara dibuka oleh Dr. Bambang Sardjono, MPH, Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Desentralisasi. ¬†Acara dihadiri kurang lebih 320 orang yang terdiri dari unsur direktur Rumah sakit, dokter anak, dokter umum, perawat dan bidan dari 6 provinsi EMAS (Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan).

Para ahli sepakat bahwa sebagian besar kematian ini dapat dihindari. Bukti penelitian dari seluruh dunia telah menunjukkan bahwa kematian bayi baru lahir dapat dihindari dengan intervensi sederhana dan terjangkau, yang semuanya dapat diterapkan di Indonesia. “Peran Petugas kesehatan adalah sangat penting dalam upaya untuk mengurangi kematian neonatal di Indonesia. Kita harus memastikan bahwa petugas kesehatan melakukan praktik sesuai standar berdasarkan bukti ilmiah untuk asuhan bayi baru lahir dalam sistem kesehatan yang berjalan dengan baik”, kata Dr Pancho Kaslam, Advisor Neonatus pada Program EMAS, sebuah program yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) di Indonesia.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan kerjasama Kementerian Kesehatan RI, bersama-sama dengan USAID dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebagai upaya mengurangi jumlah kematian bayi baru lahir atau disebut Neonatus di Indonesia. Pembicara terdiri dari para profesional kesehatan di Indonesia dan pakar internasional terkait untuk membahas pelayanan kesehatan menggunakan standar praktek klinis terkini untuk meningkatkan kesehatan dan kelangsungan hidup bayi baru lahir atau neonatus. Diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas asuhan bayi baru lahir (neonatus) terutama untuk pelayanan kegawat daruratan melalui kolaborasi yang kuat diantara pemegang kebijakan dan praktisi klinis.

Selain kematian bayi baru lahir, sekitar 10.000 ibu meninggal akibat komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan melahirkan setiap tahun di Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kematian ibu terbesar di Asia Tenggara. Kematian ibu ini berhubungan erat dengan kematian bayi baru lahir (neonatus), terbukti bahwa 18% komplikasi persalinan seperti infeksi dan partus macet berkontribusi terhadap kematian bayi baru lahir (neonatus). Pada tahun 2011, Kemenkes RI dan USAID meluncurkan program EMAS, yang bertujuan untuk mengurangi angka kematian bayi dan ibu sebesar-besarnya. Komplikasi selama persalinan dan melahirkan serta beberapa hari pertama kehidupan bayi baru lahir pada Ibu dan bayi nya dapat dicegah dan ditangani dengan meningkatkan penanganan tepat waktu dan pelayanan rujukan yang berkualitas untuk ibu dan bayi baru lahir yang mengalami komplikasi.

Blog at WordPress.com.

Up ↑